<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092</id><updated>2012-01-31T19:17:48.485-08:00</updated><category term='Musibah'/><category term='Takdir'/><category term='Kembali Kepada Allah'/><category term='Perspektif Islam'/><category term='Sifat Dua Puluh'/><category term='Perspektif Ekonomi'/><category term='Para Nabi'/><category term='Kebangkitan'/><category term='Motivasi Dalam Al Qur&apos;an'/><category term='Yahudi dan Nasrani'/><category term='Tentang Tuhan'/><category term='Taqwa'/><category term='Malaikat dan Jin'/><category term='Nasehat'/><category term='Ulil Albab'/><category term='Wajah Islam'/><category term='Tiupan Sangkakala'/><title type='text'>Hidup Sesudah Mati</title><subtitle type='html'>Tuhan, murkakah Engkau bila aku berbicara dengan akal dan pikiran yang bebas, akal dan pikiran yang telah Engkau berikan kepadaku dengan kemampuan yang bebas sekali...? Tuhan, maklumi aku bila berani menyampaikan pikiran yang timbul dalam pikiranku dengan kejujuran.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>55</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-1529052116581699836</id><published>2009-06-24T17:36:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T18:30:33.636-07:00</updated><title type='text'>Kapan Ruh itu ditiupkan ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saat sel sperma dan sel telur bertemu, maka terjadilah satu sel batang (stem cell). Sel ini bukan sel dari ibu dan bukan pula dari sel ayah. Ini adalah sel yang baru. Pada hari pertama saat sel sperma dan sel telur itulah ruh ditiupkan. Bukan setelah sempurna kemudian ditiupkan ruh tetapi bersamaan karena kata sambungnya adalah&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; “dan” &lt;/span&gt;bukan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“kemudian”&lt;/span&gt;. Saat itu pula atas perintah Tuhan melalui ruh yang ditiupkan, sel ini menjadi tumbuh dan berkembang menuju kesempurnaanya. Tanpa ruh, sel tidak bisa hidup dan tumbuh kembang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya."&lt;/span&gt; [QS Shaad (38) ayat 72].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya yang ditiupkan Tuhan itu adalah ruh dan jiwa (badan halus). Badan halus ini hidup karena ada ruh didalamnya. Jiwa (badan halus) atau juga disebut “sang diri” atau “nafs” dalam bahasa Arab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Dan Dialah yang menciptakan kamu dari seorang diri, maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan. Sesungguhnya telah Kami jelaskan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui.” &lt;/span&gt;[QS Al An'aam (6) ayat 98].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menciptakan seseorang dari satu diri atau diri yang satu (nafsin wahidatin). Sehingga satu sel batang yang terdiri dari badan sel itu sendiri (phisik); badan halus (diri) dan ruh, dapat hidup dan tumbuh kembang.. Sang diri inilah yang mempertanggung jawabkan apa yang telah dikerjakan. Bukan phisik atau badannya bertanggung jawab tetapi sang diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Di tempat itu (padang Mahsyar), tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah Pelindung mereka yang sebenarnya dan lenyaplah dari mereka apa yang mereka ada-adakan.”&lt;/span&gt; [QS Yunus (10) ayat 30]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruh adalah kepunyaan atau bagian dari Tuhan. Dengan ruh, satu sel batang  itu hidup, dapat membelah dan menyerap makanan. Ruh merupakan derivasi yang paling kecil dari Tuhan. Tuhan maha berkehendak, ruh juga berkehendak. Tuhan maha pencipta, ruh juga dapat mencipta. Seluruh sifat Tuhan itu menurun kepada ruh. Tanpa ruh  sel batang merupakan seonggok materi dan energi hidup tetapi tidak tumbuh kembang menuju kesempurnaannya. Seperti contoh bayi tabung. Sel sperma dan sel telur diproses “ditempat lain” ( diluar rahim ibu). Dalam waktu tertentu batang sel itu hidup tetapi tidak dapat tumbuh kembang karena tanpa ruh dan jiwa, walaupun kondisi “ditempat lain” itu persis sama dengan rahim seorang ibu. Oleh karenanya batang sel itu kemudian dikembalikan ke rahim seorang ibu sehingga batang sel itu bisa tumbuh kembang. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sesuatu tidak akan hidup dan tumbuh kembang kecuali dalam naungan yang hidup. Allah mengeluarkan yang mati dari yang hidup &lt;/span&gt;(QS Yunus [10] ayat 31). Artinya satu sel batang  yang mati ( hidup tetapi tidak tumbuh kembang) dihidupkan oleh Allah dengan sang diri (ruh dan jiwa ) di dalam rahim ibu yang hidup. Sel batang  pasti tidak akan hidup pada rahim ibu yang mati.&lt;br /&gt;Demikian juga jiwa atau sang diri tidak akan hidup dan  tumbuh kembang menuju kesempurnaannya tanpa ruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;” dan jiwa serta penyempurnaannya ,”&lt;/span&gt; [QS Asy Syams (91) ayat 7]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,”&lt;/span&gt; [QS  Al Muddatstsir (74) ayat 38]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa (sang diri) itu juga hidup dan tumbuh dan berkembang menuju kesempurnaannya. Yang datang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya  di dunia ini adalah sang diri (jiwa/nafs) karena sang diri itu mengetahui apa yang dikerjakan dan apa yang dilalaikan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;( QS Al Infithar [82] ayat 5)&lt;/span&gt;, sang diri juga dapat menyesali diri ( al lauwamah) dan lain sebagainya. Sang diri diberikan pilihan jalan kefasikan atau jalan ketaqwaan karena Allah telah mengilhamkan kefasikan dan ketaqwaan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;[QS Asy Syams (91) ayat 8]&lt;/span&gt;. Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya (sang diri). &lt;br /&gt;Kalau sang diri tidak berkembang sebagaimana fitrahnya, maka ilmuwan menyebutnya keterlambatan mental atau cacat (handicapped) mental. Hidup tetapi sang diri tidak berkembang atau tidak normal. Sehingga mereka tidak diberikan tanggung jawab atas perbuatannya.&lt;br /&gt;Satu sel batang  atau badan sel secara phisik tadi hidup dan tumbuh berkembang sampai siap untuk lahir dan menjadi dewasa dan akhirnya menjadi tua renta dan mati. Demikian juga sang diri (jiwa/nafs) hidup dan tumbuh dan berkembang. Jiwa kekanak-kanakan menjadi jiwa yang sudah dewasa dan akhirnya dikembalikan menjadi jiwa yang ke kanak-kanakan lagi, sehingga jiwa-jiwa itu tidak tahu lagi apa yang telah diperbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. “&lt;/span&gt;[QS  Al Hajj (22) ayat 5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“pikun”&lt;/span&gt; ini sesungguhnya (faktanya) suatu keadaan badan phisik yang sudah tua renta dan jiwanya sering lupa dan tingkah lakunya kembali seperti anak-anak.&lt;br /&gt;Setelah badan phisiknya mati, maka ruh dan jiwanya tetap hidup dan datang kepada Tuhan untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya di dunia. Dan Allah sangat sepat perhitungannya (kalkulasinya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“(Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri dan bagi tiap-tiap diri disempurnakan (balasan) apa yang telah dikerjakannya, sedangkan mereka tidak dianiaya (dirugikan).” [QS An Nahl &lt;/span&gt; (16) ayat 111].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang (nafs/ diri)  terhadap apa yang ia usahakan. Sesungguhnya Allah Maha cepat hisab-Nya.”&lt;/span&gt; [QS  Ibrahim (14) ayat 51]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dihisab amal perbuatannya, maka ruh dan jiwa ini dibangkitkan lagi untuk menerima balasan atas perbuatannya. Pengertian dibangkitkan ini, adalah  ruh/jiwa ini dipertemukan dengan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;” dan apabila ruh-ruh dipertemukan (dengan tubuh).”&lt;/span&gt; [QS  At Takwiir (81) ayat 7].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa aslinya  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ&lt;/span&gt;  artinya bukan ruh-ruh tetapi diri-diri atau jiwa-jiwa (nufus). Sang diri  atau jiwa-jiwa inilah yang kemudian dipertemukan dengan tubuh atau badan phisiknya. Tetapi kalau jiwanya itu mutmainah, maka akan langsung dipanggil Allah untuk berkumpul dengan hamba-hamba-Nya yang salih dan tinggal di jannah-Nya dan tidak perlu dipertemukan dengan badan phisiknya. Jannah yang mana, ya tentunya di alam ruh atau tinggal di alam yang berdimensi yang lebih tinggi  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(QS Al Fajr  [89] ayat 27)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Tetapi kalau jiwanya masih kotor atau menyesali diri (lauwamah), maka mereka dipertemukan lagi dengan badan phisiknya untuk kembali di dunia yang berdimensi tiga ini untuk memperbaiki jiwanya agar menjadi mutmainah. Apakah sang diri dipertemukan dengan tubuh (badan phisik) nya dulu, mungkin tidak, dan mungkin ya tetapi tidak dikenali, karena Allah berfirman :”… dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;(QS Al Waaqia’ah (56) ayat 61)&lt;/span&gt;. Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-1529052116581699836?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/1529052116581699836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=1529052116581699836&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/1529052116581699836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/1529052116581699836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2009/06/kapan-ruh-itu-ditiupkan.html' title='Kapan Ruh itu ditiupkan ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-3337348137069585365</id><published>2009-06-17T23:26:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T23:33:00.559-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Para Nabi'/><title type='text'>Nabi Adam dan Hawa Telanjang ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Tatkala saya masih belum beranjak dewasa, sering mendengar cerita tentang Nabi Adam dan Hawa. Entah dari mana sumbernya. Tuhan menciptakan Nabi Adam di sorga bersama istrinya Siti Hawa. Di dalam sorga terdapat pohon yang bernama “pohon khuldi”. Tuhan berfirman: "Hai Adam, makanlah makanan-makanannya yang banyak  dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu makan buah dari pohon khuldi. Karena tergoda iblis, maka dimakanlah buah khuldi itu oleh Siti Hawa dan Nabi Adam. Setelah makan buah itu, maka terbukalah aurat mereka dan mereka telanjang. Karena malu mereka, maka disematkanlah dedaunan untuk menutup auratnya. Ketika Tuhan memanggil mereka. Nabi Adam dan Siti Hawa bersembunyi dibalik semak-semak ditaman.&lt;br /&gt;Setelah saya buka  Perjanjian Lama, ternyata sumbernya berasal dari cerita-cerita israiliyat dari  Kitab Kejadian 3:6 – 3:10. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3:6. Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3:7 Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3:8 Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN Allah, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, bersembunyilah manusia dan isterinya itu terhadap TUHAN Allah di antara pohon-pohonan dalam taman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3:9. Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: "Di manakah engkau?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3:10 Ia menjawab: "Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi."&lt;br /&gt;Nah, bagaimana menurut Kitab Al Qur’an, apakah Nabi Adam dan Hawa itu terbuka auratnya alias telanjang setelah mendekati dan memakan buah pohon khuldi.  Marilah kita simak ayat-ayat berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ وَعَصَى آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَى&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faakala minha fabadat lahuma sawatuhuma watafiqa yakhsifani AAalayhima min waraqi aljannati waAAasa adamu rabbahu faghawa.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia.”[QS Thaahaa (20) ayat 121]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;فَدَلاَّهُمَا بِغُرُورٍ فَلَمَّا ذَاقَا الشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَاتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ الْجَنَّةِ وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَا إِنَّ الشَّيْطَآنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fadallahuma bighuroorin falamma thaqa alshshajarata badat lahuma sawatuhuma watafiqa yakhsifani AAalayhima min waraqi aljannati wanadahuma rabbuhuma alam anhakuma AAan tilkuma alshshajarati waaqul lakuma inna alshshaytana lakuma AAaduwwun mubeenun &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“, maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" [ QS Al A'raf (7) ayat 22] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita simak arti , سَوْءَاتُهُمَا  = Sau ‘atuhuma diterjemahkan oleh Departemen Agama dengan aurat-auratnya. Sebenarnya menurut bahasa “ sau ‘atuhuma” berasal dari kata   سَوْء    artinya aib, malu, arang dimuka, noda, cemar ( Morfologi Al Qur’an dari SalafiDB 4.0 ). Sedang menurut  kamus Al Munawwir سَوْءَاتُ    yang artinya perbuatan jahat, keji, aurat. &lt;br /&gt;Menurut bahasa, arti yang lebih mengena adalah perbuatan keji yang tampak dan yang terbuka. Bukan aurat yang tampak atau terbuka. Karena sebenarnya kata “aurat” itu mempunyai arti sendiri dalam bahasa Arab yaitu  عَوْرَاتِ النِّسَاء  mempunyai makna fisik “aurat wanita” sebagaimana yang dijelaskan dalam QS An Nuur (24) ayat 31 dan “tiga aurat bagi kamu” = ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ dalam QS QS An Nuur (24) ayat 58.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاء بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُوْلِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَى عَوْرَاتِ النِّسَاء وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waqul lilmuminati yaghdudna min absarihinna wayahfathna furoojahunna wala yubdeena zeenatahunna illa ma thahara minha walyadribna bikhumurihinna AAala juyoobihinna wala yubdeena zeenatahunna illa libuAAoolatihinna aw abaihinna aw abai buAAoolatihinna aw abnaihinna aw abnai buAAoolatihinna aw ikhwanihinna aw banee ikhwanihinna aw banee akhawatihinna aw nisaihinna aw ma malakat aymanuhunna awi alttabiAAeena ghayri olee alirbati mina alrrijali awi alttifli allatheena lam yathharoo AAala AAawrati alnnisai wala yadribna biarjulihinna liyuAAlama ma yukhfeena min zeenatihinna watooboo ila Allahi jameeAAan ayyuha almuminoona laAAallakum tuflihoona.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”[QS An Nuur (24) ayat 31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِن قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ الظَّهِيرَةِ وَمِن بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاء ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَّكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُم بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ayyuha allatheena amanoo liyastathinkumu allatheena malakat aymanukum waallatheena lam yablughoo alhuluma minkum thalatha marratin min qabli salati alfajri waheena tadaAAoona thiyabakum mina alththaheerati wamin baAAdi salati alAAishai thalathu AAawratin lakum laysa AAalaykum wala AAalayhim junahun baAAdahunna tawwafoona AAalaykum baAAdukum AAala baAAdin kathalika yubayyinu Allahu lakumu alayati waAllahu AAaleemun hakeemun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. (Itulah) tiga 'aurat bagi kamu . Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu . Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [QS An Nuur (24) ayat 58]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tampak perbuatan jahat dan kejinya, menurut ayat diatas kemudian keduanya menutup dengan daun. Pengertian ditutup dengan daun ini menggambarkan bahwa perbuatan jahat yang dilakukan keduanya  bukan perbuatan dirinya tetapi alam-lah yang mendorong keduanya melakukan perbuatan itu. Alam-lah yang dikambing hitamkan telah menyebabkan perbuatan tersebut. Sekali lagi arti yang paling pas adalah tampaknya atau terbukanya perbuatan keji atau perbuatan aniaya. Jadi tidak benar kalau Nabi Adam dan Hawa itu terbuka auratnya alias telanjang .Ini sesuai dengan do’a Nabi Adam setelah perbuatan keji atau aniaya tersebut terbuka, maka mohon ampun kepada Tuhan. Do’anya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;قَالاَ رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qala rabbana thalamna anfusana wain lam taghfir lana watarhamna lanakoonanna mina alkhasireena.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;“Keduanya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” [QS l A’raf (7) ayat 23].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-3337348137069585365?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/3337348137069585365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=3337348137069585365&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/3337348137069585365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/3337348137069585365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2009/06/nabi-adam-dan-hawa-telanjang.html' title='Nabi Adam dan Hawa Telanjang ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-687186882767152266</id><published>2009-06-16T21:31:00.000-07:00</published><updated>2009-06-16T21:47:46.404-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ulil Albab'/><title type='text'>Tanda-Tanda, Akal dan Manusia</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Manusia tanpa akal itu bagaikan seonggok energi yang bergetar. Dengan akal, manusia dapat mempelajari dan mengerti tentang tanda-tanda yang diberikan Tuhan. Tanda-tanda itu merupakan bukti, realitas, pelajaran bagi manusia. Dengan tanda-tanda itu manusia didorong untuk mempelajari lebih dalam tentang manusia dan alam semesta. Bahkan saking pentingnya akal bagi manusia, Tuhan memurkai manusia yang tidak mempergunakan akalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تُؤْمِنَ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ وَيَجْعَلُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لاَ يَعْقِلُونَ&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wama kana linafsin an tumina illa biithni Allahi wayajAAalu alrrijsa AAala allatheena la yaAAqiloona.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya. [QS Yunus (10) ayat 100].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, manusia yang menggunakan akal  dapat mengambil pelajaran tentang ayat-ayat mutasyaabihaat. Ayat mutasyaabihaat ini menyangkut ayat-ayat yang berkaitan dengan yang ghaib antara lain tentang surga, neraka, hari kiamat (kebangiktan), hari akhir  dan lain-lain. Yang disebut dengan “orang-orang berakal” itu dalam al Qur’an disebut dengan “uuluul ‘albab”. Menurut bahasa mempunyai arti “mereka yang dapat menjelaskan atau mengintepretasikan sesuatu dengan intellect atau akal”. Dengan akalnya Uuluul ‘Albab ini dapat menjelaskan dan mengintepretasikan ayat mutasyaabihaat yang termasuk didalamnya tentang surga, neraka, hari kebangkitan, hari akhir dan lain-lain itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;هُوَ الَّذِيَ أَنزَلَ عَلَيْكَ الْكِتَابَ مِنْهُ آيَاتٌ مُّحْكَمَاتٌ هُنَّ أُمُّ الْكِتَابِ وَأُخَرُ مُتَشَابِهَاتٌ فَأَمَّا الَّذِينَ في قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَابَهَ مِنْهُ ابْتِغَاء الْفِتْنَةِ وَابْتِغَاء تَأْوِيلِهِ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُ إِلاَّ اللّهُ وَالرَّاسِخُونَ فِي الْعِلْمِ يَقُولُونَ آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ الألْبَابِ&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huwa allathee anzala AAalayka alkitaba minhu ayatun muhkamatun hunna ommu alkitabi waokharu mutashabihatun faamma allatheena fee quloobihim zayghun fayattabiAAoona ma tashabaha minhu ibtighaa alfitnati waibtighaa taweelihi wama yaAAlamu taweelahu illa Allahu waalrrasikhoona fee alAAilmi yaqooloona amanna bihi kullun min AAindi rabbina wama yaththakkaru illa oloo alalbabi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepada kamu. Di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat , itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mu- tasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami." Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.” [QS Ali Imran (3) ayat 7]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Manusia mengerti tanda-tanda tentang penciptaan langit dan bumi serta silih bergantinya malam dan siang karena akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inna fee khalqi alssamawati waalardi waikhtilafi allayli waalnnahari laayatin liolee alalbabi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”, [QS Ali Imran (3) ayat 190] &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia mengetahui tanda-tanda mengapa matahari bersinar dan bulan bercahaya serta tempat beredarnya bulan karena pengetahuan manusia dengan menggunakan akalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاء وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُواْ عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ مَا خَلَقَ اللّهُ ذَلِكَ إِلاَّ بِالْحَقِّ يُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Huwa allathee jaAAala alshshamsa diyaan waalqamara nooran waqaddarahu manazila litaAAlamoo AAadada alssineena waalhisaba ma khalaqa Allahu thalika illa bialhaqqi yufassilu alayati liqawmin yaAAlamoona.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak . Dia menjelaskan tanda-tanda  kepada orang-orang yang mengetahui” [QS Yunus (10) ayat 5]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dapat menggunakan akalnya untuk memikirkan mengapa bahtera itu dapat berlayar di laut ? Mengapa air bisa turun dari langit ? Mengapa segala jenis hewan itu dapat tersebar dipenjuru bumi? Mengapa bisa terjadi pusaran angin dan  awan diantara langit dan bumi ? Semuanya itu bisa diketahui bila manusia mau berfikir lebih dalam dengan menggunakan akalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ السَّمَاء مِن مَّاء فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخِّرِ بَيْنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inna fee khalqi alssamawati waalardi waikhtilafi allayli waalnnahari waalfulki allatee tajree fee albahri bima yanfaAAu alnnasa wama anzala Allahu mina alssamai min main faahya bihi alarda baAAda mawtiha wabaththa feeha min kulli dabbatin watasreefi alrriyahi waalssahabi almusakhkhari bayna alssamai waalardi laayatin liqawmin yaAAqiloona.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.” [QS Al Baqarah (2) ayat 164]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang memperhatikan tanda-tanda sehingga mereka mempunyai keinginan untuk mengerti dan mempelajari, maka mereka pasti akan mengetahui dan mengerti  mengapa bisa terjadi bagian kota terbalik kebawah dan hujan batu dari tanah yang keras. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;فَجَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ &lt;br /&gt;إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِّلْمُتَوَسِّمِينَ&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FajaAAalna AAaliyaha safilaha waamtarna AAalayhim hijaratan min sijjeelin.Inna fee thalika laayatin lilmutawassimeena. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Maka Kami jadikan bahagian atas kota itu terbalik ke bawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang memperhatikan tanda-tanda.” [QS Al Hijr (15) ayat 74-75]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi manusia yang mau berfikir dengan menggunakan akalnya, tentunya akan mengerti mengapa Tuhan menciptakan pasangan-pasangan dari jenis (species) manusia itu sendiri kok tidak species hewan dan mengapa diantara manusia yang berlainan jenis ( wanita dan pria) timbul rasa kasih saying diantara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wamin ayatihi an khalaqa lakum min anfusikum azwajan litaskunoo ilayha wajaAAala baynakum mawaddatan warahmatan inna fee thalika laayatin liqawmin yatafakkaroona &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” [QS Ar Ruum (30) ayat 21] &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga manusia terdorong untuk mengetahui melalui akal mengapa bisa terjadi perbedaan bahasa dan warna kulit diantara manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;وَمِنْ آيَاتِهِ خَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافُ أَلْسِنَتِكُمْ وَأَلْوَانِكُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّلْعَالِمِينَ&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wamin ayatihi khalqu alssamawati waalardi waikhtilafu alsinatikum waalwanikum inna fee thalika laayatin lilAAalimeena&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui. [QS Ar Ruum (30) ayat 22]&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak lagi tanda-tanda yang diberikan oleh Tuhan untuk dikaji dan dipelajari sehingga pengetahuan yang diperoleh itu bermanfaat bagi seluruh umat manusia.&lt;br /&gt;Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-687186882767152266?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/687186882767152266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=687186882767152266&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/687186882767152266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/687186882767152266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2009/06/tanda-tanda-akal-dan-manusia.html' title='Tanda-Tanda, Akal dan Manusia'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-8587702786266293613</id><published>2009-05-13T19:03:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T19:11:35.740-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Tuhan'/><title type='text'>Mungkinkah Menemukan Partikel Tuhan ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dahulu orang menganggap elemen yang paling dasar yang membentuk atau bumi kita ini adalah Udara, Api, Air dan Tanah. Nenek moyang kita percaya bahwa segala sesuatu yang ada di bumi ini atau alam semesta ini disusun dari 4 elemen dasar terebut. Dalam perkembangannya ternyata partikel paling kecil adalah Atom. Sampai tahun 1900, manusia percaya bahwa Atom adalah partikel paling kecil. Mereka menganggap bahwa Atom inilah yang menyusun segala sesuatu di dunia ini. Ilmu pengetahuan terus berkembang dan kemudian  ternyata setelah dilakukan eksperimen bahwa Atom itu masih mempunyai partikel yang lebih kecil yang disebut inti Atom, yang terdiri dari partikel Proton dan Neutron. Manusia kemudian mempercayai bahwa partikel yang paling kecil atau yang paling dasar yang menyusun materi adalah Proton dan Neutron. Dalam perkembangan ilmu pengetahuan ternyata Proton dan Neutron ini masih dapat dipecah lagi masing-masing menjadi yang disebut dengan Quark.&lt;br /&gt;Menurut teori Model Standar, dunia atau alam semesta ini tersusun dari kuark dan lepton. Ada enam macam kuark, yaitu kuark up (disingkat u), down (d), strange (s), charm ©, beauty (b) dan top (t). Ada juga enam macam lepton, yaitu elektron (e), muon (μ), tau (τ), neutrino-elektron (νe), neutrino-muon (νμ) dan neutrino-tau (ντ). Masing-masing lepton dan kuark memiliki antipartikel yang memiliki massa yang sama dengan partikelnya, tetapi memiliki muatan listrik yang berlawanan.&lt;br /&gt;Keduabelas partikel ini mempunyai massa yang berbeda. Umumnya partikel-partikel ini dikelompokkan ke dalam tiga kelompok (tiga generasi). Generasi pertama merupakan kelompok partikel yang memiliki massa yang paling ringan. Generasi pertama ini terdiri dari kuark u, kuark d, neutrino-elektron, dan elektron. Partikel-partikel generasi kedua memiliki massa lebih besar dari generasi pertama. Generasi ini meliputi dari kuark c, kuark s, neutrino-muon, dan muon. Generasi ketiga merupakan kelompok yang memiliki massa yang paling besar. Partikel-partikel yang termasuk generasi ketiga adalah kuark t, kuark b, neutrinotau, dan tau.( http://www.yohanessurya.com )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu? Apa perlunya itu semua penemuan-penemuan partikel yang sangat-sangat kecil itu? Yang pasti karena memang belum ditemukan keberadaannya, tetapi upaya tersebut merupakan upaya yang penting dalam menjelaskan fenomena yang sangat fundamental, yang menjelaskan bagaimana partike-partikel berinteraksi secara fundamental di alam. Apakah mereka ingin menemukan partikel Tuhan yang menciptakan alam semesta ini ?. Apakah mereka tidak percaya bahwa penyebab tersusunnya alam semesta ini adalah Tuhan.  Lalu, apakah partikel yang paling mendasar itu atau yang paling terkecil itu adalah Tuhan? Walaupun suatu saat nanti ditemukan partikel yang paling mendasar yang menyebabkan terciptanya alam semesta tetapi yang pasti partikel itu bukan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, untuk menjelaskan partikel itu adalah bukan Tuhan, sekarang marilah disimak kembali tentang makna surat Ikhlas dalam terjemahan dan penafsiran yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin terjemahan diatas perlu dilakukan re-intepretasi  arti “Esa”.  Esa  berasal dari bahasa Pali (bahasa yang dipakai kitab-kitab Buddhisme) yang mempunyai arti “Nirbana” atau “tiada” (Badhe Dammasubho, Goenawan Mohamad). Lebih pas kalau diterjemahkan Tunggal, karena tunggal itu secara matematis tidak dapat dibagi atau dipecah-pecah. Ia adalah satu-satunya, tiada yang lain. Sehingga terjemahannya menjadi “ Katakanlah: “ Dia-lah Allah , Yang Maha Tunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;اللَّهُ الصَّمَدُ&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sudut bahasa, ash shomadu mempunyai arti 1) Tumpuan harapan dan 2) Sesuatu yang sangat padat, sehingga bagaikan batu yang tidak berongga (M Quraish Shihab). Arti yang pertama, sudah umum diterjemahkan bahwa Allah itu merupakan tumpuan harapan seluruh makhluk yang ada di alam semesta ini . Segala sesuatu yang ada di alam semesta ini semua bergantung kepada Allah. Arti yang kedua inilah yang berhubungan dengan konteks artikel ini.  Bahwa digambarkan oleh ayat ini bahwa Allah itu adalah sesuatu yang sangat padat, sehingga bagaikan batu yang tidak berpori-pori, sesuatu yang tidak ada lubangnya sehingga tidak ada yang masuk kedalam sesuatu itu. Ini menggambarkan bahwa Tuhan itu tidak makan dan minum. Sesuatu yang sangat padat bagaikan batu yang tidak berpori-pori ini juga dapat menggambarkan bahwa sesuatu itu yang sangat kecil (element yang mendasar), lembut dan halus sehingga tidak ada sedikitpun rongga atau pori-pori. Ini merupakan gambaran Allah itu yang maha halus sebagaimana yang disebut dalam nama Tuhan Maha Halus ( Al Latif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kontek partikel Tuhan, maka ayat ini menggambarkan bahwa sesuatu yang sangat kecil (yang merupakan element yang paling mendasar dalam penyusunan alam semesta ini), yang halus dan lembut ini tidak dapat dibelah atau dipecah lagi maupun membelah. “Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan” dalam kontek partikel ini. Partikel yang kecil, sangat halus dan lembut ini tidak dapat membelah dan tidak dapat dibelah atau dipecah lagi. Ilmu pengetahuan mungkin dapat  menemukan pertikel yang paling kecil dan mendasar di masa yang akan datang, yang merupakan partikel yang menyusun alam semesta ini. Tetapi Tuhan sudah membatasi dalam ayat berikutnya bahwa partikel yang sangat kecil itu bukan Tuhan. Apa yang yang disampaikan Allah dalam firman-Nya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, walaupun para ilmuwan menemukan partikel yang paling mendasar dalam pembentukan alam semesta ini. Tuhan berfirman bahwa partikel tersebut tidak setara dengan Dia Allah yang maha besar. Dalam ayat lain QS Asy Syuura (42) ayat 11 dikatakan bahwa&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ&lt;/span&gt;.Laisa kamislihi syaiun yang berarti tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia.&lt;br /&gt;Jadi, apapun yang ditemukan oleh para ilmuwan tentunya tidak ada seorangpun atau sesuatu pun yang setara dan serupa dengan Allah. Dan Allah-lah yang menciptakan partikel itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wa llahu ‘alam bishshawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-8587702786266293613?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/8587702786266293613/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=8587702786266293613&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/8587702786266293613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/8587702786266293613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2009/05/mungkinkah-menemukan-partikel-tuhan.html' title='Mungkinkah Menemukan Partikel Tuhan ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-6814746952826168423</id><published>2009-05-11T18:34:00.000-07:00</published><updated>2009-05-12T00:09:15.741-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Takdir'/><title type='text'>Déjà vu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kita mungkin pernah mengalami ketika memasuki daerah atau kota yang belum pernah dikunjungi tetapi kita merasa pernah melihat situasi dan kondisi daerah atau kota itu sebelumnya. Pengalaman ini selalu disertai dengan perasaan yang tidak nyata. Artinya pernah melihat sebelumnya tetapi dimana ? Atau kapan ? Fenomena ini disebut dengan Déjà vu. Sebuah frasa perancis yang secara harfiah mempunyai arti “pernah lihat”. Maksudnya mengalami suatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Sampai saat ini memang belum ditemukan apa gerangan penyebab déjà vu. &lt;br /&gt;Namun beberapa pendekatan teoritis sudah pernah dilakukan. Sigmund Freud, ahli psikoanalisis itu sempat mengamati ihwal kondisi aneh ini. Menurut Freud, déjà vu trjadi ketika seseorang secara spontan teringat kembali pada sebuah fantasi yang muncul tanpa disadari. Karena hal ini tak disadari, maka kandungan fantasinya tidak bisa dicermati lebih lanjut. Ia hanya bisa teringat sepintas bahwa peristiwa yang terjadi detik itu sempat terlintas dibenaknya entah kapan (Sinar Harapan).&lt;br /&gt;Ilmu memang belum bisa menjelaskan keanehan fenomena déjà vu, sehingga melahirkan beberapa teori metafisis yang mencoba menjelaskan penyebab déjà vu.  Salah satu teorinya adalah teori yang diusung oleh Harun Yahya yang mengatakan bahwa peristiwa déjà vu ini merupakan pembenaran terhadap takdir. Segala sesuatu yang akan terjadi merupakan sesuatu yang sudah ditakdirkan dan itu sudah terekam dalam rekaman otak kita. Sehingga pada saat kita menghadapi suatu peristiwa tertentu sebetulnya alam bawa sadar kita sudah mengenalnya (karena peristiwa itu sudah terekam dalam otak kita) dan pada tingkat kesadaran penuh kita merasa bahwa kita pernah mengalami sebelumnya terhadap peristiwa yang baru kita hadapi terebut (http://habahate.blogspot.com).Teori ini didukung oleh Agus Mustofa dalam bukunya “Membongkar Tiga Rahasia”. Dia mengatakan bahwa semua peristiwa itu sebenarnya sudah ada dan tersimpan di dalam Kitab Induk alam semesta yang dikenal sebagai lauh Mahfuzh.&lt;br /&gt;Sejak dahulu kala sampai sekarang, takdir tetap menjadi bahan perdebatan yang tiada habisnya. Segala sesuatu yang akan terjadi misalnya, orang pada umur 30 tahun akan melakukan korupsi di suatu kantor tertentu, merupakan sesuatu kejadian yang sudah ditakdirkan. Kalau sudah ditentukan atau ditakdirkan sebelumnya, orang yang melakukan kejadian itu tidak perlu mempertanggung jawabkan kepada Tuhan. Faham ini banyak di anut oleh kaum fatalis. Tetapi kalau pengertian takdir itu dipersepsikan sebagai formula-formula atau rumusan-rumusan dan kumpulan-kumpulan formula tersebut Grand Formula, itu baru masuk akal. Tidak akan terjadi air kalau tidak ada unsur Hidrogen dan Oksigen. Inilah formula atau takdir. Orang boleh memilih formula untuk menjadi koruptor atau menjadi orang baik. Orang boleh memilih  menjadi kaya atau miskin. Ingin menjadi sehat atau sakit. Orang dapat berhasil menentukan pilihannya kalau tidak ada faktor-faktor yang mempengaruhi pilihannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi itu berjumlah tak terhingga. Manusia hanya mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ini masih sangat sedikit. &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (ditulis) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi maha Bijaksana &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;[QS Luqman (31) ayat 27]&lt;br /&gt;Ini menunjukkan bahwa  grand formula atau ilmu Allah itu sangat luas dan ilmu manusia hanya sedikit.&lt;br /&gt;Demikian juga orang boleh saja memilih ingin menjadi orang yang beriman atau kafir, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah bahwa&lt;span style="font-weight:bold;"&gt; "…..Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir………"&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;[QS Al Kahfi (18) ayat 29]. &lt;br /&gt;Kalau orang itu memilih kafir, maka ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang kafir itu, karena Allah sudah mengilhamkan kepada manusia jalan kefasikan dan ketaqwaan [QS Asy Syams (91) ayat 7-8]&lt;br /&gt;Teori-teori tentang déjà vu itu memang sulit untuk diuji kebenarannya. Apa yang disampaikan oleh Harun Yahya dan Agus Mustofa juga masih merupakan teori yang sulit diuji karena bagaimana caranya mengetahui rekaman peristiwa yang dimasukkan dalam otak kita? Bagaimana pula memunculkan rekaman yang sudah ada dalam otak kita tentang kejadian masa depan ? Demikian juga ada teori yang berpendapat bahwa déjà vu itu merupakan peristiwa yang pernah dilihat sebelumnya pada saat kehidupan sebelum dibangkitkan kembali (baca : Mengapa Orang Terlahir Cacat atau Melarat dan kategori : Kebangkitan).   Para ahli hipnotis dapat mengetahui apa yang yang telah dilakukan seseorang di masa lampau dengan hipnotis. Inilah yang membuktikan bahwa bahwa peristiwa-peristiwa yang dialami di masa lampau sekali waktu juga muncul dalam otak kita , sehingga peristiwa yang dilihat sekarang itu ternyata sama dengan peristiwa yang dialami masa lampau, bahkan peristiwa yang jauh sebelum dilahirkan (Ian Stevenson, M.D., seorang profesor peneliti dari University of Virginia ; http://erabaru.or.id ) . Kenapa fenomena ini bisa terjadi karena peristiwa yang dialami di masa lampau itu  juga di catat dalam Kitab Induk yang disebut dengan Lauh mahfuzh dan terekam dalam sang diri.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.[QS Yaasiin (36) ayat 12]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-6814746952826168423?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/6814746952826168423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=6814746952826168423&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6814746952826168423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6814746952826168423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2009/05/deja-vu.html' title='Déjà vu'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-4874504576686452027</id><published>2009-03-24T23:56:00.000-07:00</published><updated>2009-03-25T00:19:53.235-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebangkitan'/><title type='text'>Mungkinkah Manusia Menjadi Batu atau Besi ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sewaktu kecil saya pernah belajar tentang animisme. Animisme adalah kepercayaan bahwa benda-benda seperti  batu besar  di gunung-gunung dan besi seperti keris mempunyai roh. Sehingga benda-benda tersebut disembah oleh bangsa-bangsa primitive. Menurut pendapat mereka, roh manusia yang telah mati pindah ke batu-batu di gunung-gunung, pohon-pohon dan besi-besi. Mereka meminta pertolongan kepada roh-roh yang ada pada benda-benda tersebut. Nah, perbuatan menyembah kepada roh yang ada pada batu dan besi ini adalah perbuatan syirik. Orang yang melakukan perbuatan tersebut adalah Musryrik. Bagi orang Islam dilarang menyembah roh-roh yang ada pada batu dan besi. Muslim tidak boleh menyembah  selain Allah, sebagaimana firman Allah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah sembah matahari maupun bulan, tapi sembahlah Allah Yang menciptakannya, Jika Ialah yang kamu hendak sembah.”&lt;/span&gt; [QS Fush Shilat (41) ayat 37]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak hendak membahas tentang penyembahan kepada benda-benda yang menurut faham animisme mempunyai roh, tetapi saya ingin membahas mungkinkan  manusia dapat berubah menjadi batu maupun besi ? Manusia-manusia macam apa yang akan dijadikan besi dan batu ? Ternyata firman Allah dalam Al qur’an mengindikasikan adanya manusia yang dijadikan besi dan batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;قُل كُونُواْ حِجَارَةً أَوْ حَدِيدًا&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Qul koonoo hijaratan aw hadeedan” &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“Katakanlah: "Jadilah kamu sekalian batu atau besi,” &lt;/span&gt;[QS Al Israa’ (17) ayat 50] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau Tuhan berfirman “Jadilah”, maka pasti terjadi. Tuhan tidak mungkin mengingkari apa yang telah difirmankan. Tuhan tidak akan mengingkari janjinya. Jadi apa yang dikatakan oleh Tuhan pasti akan menjadi batu atau besi. Pengertian “Jadilah” itu bukan melalui kejadian yang seketika atau tak bertempo tetapi melalui sesuatu proses yang bertempo. Proses kejadian itu bukan dari manusia hidup kemudian “Kun” dan berupa jadi batu atau besi. Kalau kejadian ini hanyalah merupakan legenda. Tetapi proses kejadian itu setelah manusia meninggal, kemudian rohnya menuju ke alam barzakh dan kemudian dibangkitkan tidak menjadi manusia lagi tetapi dijadikan batu atau besi.  Dijadikan batu atau besi itu dimana ? Ya, di bumi. Dimana lagi ?&lt;br /&gt;Perhatikan ayat berikut ini,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karena itu janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janji-Nya kepada rasul-raaul-Nya; sesungguhnya Allah Maha Perkasa, lagi mempunyai pembalasan. (Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya  berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.&lt;/span&gt;”[QS Ibrahim (14) ayat  47 dan 48].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat tersebut diatas, bahwa hari pembalasan itu dapat terjadi pada hari ketika bumi dan langit DIGANTI dengan bumi dan langit yang lain. Dalam bahasa Arab “ al ard = bumi“ diganti dengan “ ghayra al ard =bumi lain”. Artinya bumi (al ard) diganti bumi (al ard). Bumi yang sekarang hancur diganti dengan bumi seperti bumi yang sebelumnya ( al ard).&lt;br /&gt;Manusia macam apa yang dijadikan batu atau besi ? Mereka yang tidak percaya bahwa mereka setelah tulang belulangnya hancur, akan dibangkitkan lagi. Coba simak ayat 49-52 Surat Al Israa’ berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dan mereka berkata: "Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan benda-benda yang hancur, apa benar-benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?" &lt;br /&gt;Katakanlah: "Jadilah kamu sekalian batu atau besi, &lt;br /&gt;atau suatu makhluk dari makhluk yang tidak mungkin  menurut pikiranmu". Maka mereka akan bertanya: "Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?" Katakanlah: "Yang telah menciptakan kamu pada kali yang pertama". Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata: "Kapan itu ?" Katakanlah: "Mudah-mudahan waktu berbangkit itu dekat", &lt;br /&gt;yaitu pada hari Dia memanggil kamu, lalu kamu mematuhi-Nya sambil memuji-Nya dan kamu mengira, bahwa kamu tidak berdiam  kecuali sebentar saja.&lt;/span&gt;” [QS Al Israa’ (17) ayat 49-52] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, ternyata diantara batu atau besi itu mempunyai roh. Roh itu berasal dari roh-roh orang yang tidak percaya tentang hari kebangkitan, yang kemudian dibangkitkan menjadi batu atau besi atau makhluk dari makhluk yang tidak mungkin menurut pikiran manusia. Seperti yang dipikirkan oleh bangsa-bangsa primitive dahulu bahwa ternyata benar bahwa batu atau besi itu ada rohnya manusia yang telah meninggal. Bedanya pemikiran bangsa-bangsa primitive dahulu bahwa roh orang yang meninggal itu hinggap atau pindah ke batu, besi atau pohon-pohon, tidak melalui proses kebangkitan.&lt;br /&gt;Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-4874504576686452027?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/4874504576686452027/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=4874504576686452027&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/4874504576686452027'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/4874504576686452027'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2009/03/mungkinkah-manusia-menjadi-batu-atau.html' title='Mungkinkah Manusia Menjadi Batu atau Besi ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-7078327824562102937</id><published>2009-02-10T01:46:00.000-08:00</published><updated>2009-02-10T23:38:24.960-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Takdir'/><title type='text'>Mengapa orang terlahir cacat atau melarat ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Saya mempunyai seorang teman yang kafir gara-gara mempertanyakan mengapa orang terlahir cacat atau melarat. Banyak orang yang kafir alias tidak percaya Tuhan dikarenakan Tuhan itu tidak adil. Orang pintar mengatakan bahwa orang-orang yang melarat itu mempunyai kecenderungan menjadi komunis atau atheis. Tidak tahu dari mana saya harus mulai menjawab pertanyaan diatas. Kalau dijawab dengan gampang bahwa itu adalah takdir Tuhan, teman saya tetap saja mengatakan jawaban itu menunjukkan Tuhan itu tidak adil. Sebelum menjawab pertanyaan mengapa orang terlahir cacat atau melarat, kita harus memahami prinsip-prinsip sebagai patokan berfikir dalam membahas pertanyaan diatas.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Tuhan itu tidak berbuat zhalim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri. [QS Yunus (10) ayat  44]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;2. Tuhan itu Maha Adil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya? [QS At Tiin (95) ayat 8]&lt;br /&gt;• Dan Allah menghukum dengan keadilan. Dan sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apapun. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. [ QS Al Mu’min (40) ayat 20]&lt;br /&gt;• Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang menegakkan keadilan. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [QS Ali Imran (3) ayat 18]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Orang itu memperoleh balasan atas hasil usahanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. [QS An Nisaa’ (4) ayat 32]&lt;br /&gt;• Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. [QS Al Baqarah (2) ayat 202]&lt;br /&gt;• …… It gets every good that it earns, and it suffers every ill that it earns…..Terjemahan dari Yusuf Ali. (…Ia memperoleh setiap kebaikan dari apa yang ia usahakan  dan ia menderita setiap keburukan dari apa yang ia usahakan….[QS Al Baqarah (2) ayat 286]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Orang yang berbuat jahat akan dibalas sesuai dengan kejahatannya. Orang yang berbuat baik akan dibalas lebih banyak dari perbuatan baiknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik . [QS An Najm (53) ayat 31]&lt;br /&gt;• Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalasi melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezki di dalamnya tanpa hisab. [QS Al Mu’min (40) ayat 40]&lt;br /&gt;• Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan). [QS Al An’aam (6) ayat 160]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;5. Tiupan sangkakala pertama menyebabkan orang mati dan tiupan kedua menyebabkan orang dihidupkan kembali atau dibangkitkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing) [QS Az-Zumar (39) ayat 68]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;6. Pada saat seseorang yang mati pun ditiupkan sangkakala&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman. [QS Qaf (50) ayat 19-20]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7. Tiupan kedua tidak menunggu terlalu lama setelah tiupan pertama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Pada hari ketika tiupan pertama sangat menggemparkan (violent commotion), tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua. [QS An Naazi´aat (79) ayat 6-7]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;8. Dibangkitkan untuk mendengar apa yang telah diperbuatnya dan menunggu pembalasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. [QS Al Mujaadilah (58) ayat 6]&lt;br /&gt;• Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). [QS Yaasiin (36) ayat 12]&lt;br /&gt;• Segungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.  [QS Thaahaa (20) ayat 15]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;9. Orang itu di hidupkan kembali atau di bangkitkan di bumi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;• Sesungguhnya pengembalian itu hanyalah satu kali tiupan saja, maka dengan serta merta mereka hidup kembali di permukaan bumi. [QS An Naazi´aat (79) ayat 13-14]&lt;br /&gt;• Allah berfirman: "Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. [QS Al  A’raaf (7) ayat 25]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kalau sudah memahami prinsip-prinsip diatas, maka dapat dijelaskan bahwa apabila terjadi orang meninggal, pada saat yang bersamaan itulah sangkakala ditiupkan [QS Qaf (50) ayat 19-20] dan seiring dengan sangkakala pertama, ditiupkanlah sangkakala yang kedua [QS An Naazi’aat (79) ayat 6-7]. Pada saat orang meninggal, pastilah timbul kegemparan. Kegemparan ini tentunya berasal dari sanak-saudara dan tetangganya. Sangkakala kedua tidak perlu menunggu lama dan tidak perlu menunggu kehancuran bumi. Pada saat di tiupkan sangkakala kedua itulah manusia dibangkitkan [QS Az-Zumar (39) ayat 68]. Kebangkitan ini seseorang inipun juga tidak menunggu kehancuran  bumi, karena  tiupan sangkakala pertama diiringi tiupan sangkakala kedua. Sebelum dibangkitkan mereka menunggu pembalasan sesuai dengan perbuatan yang telah dilakukan di kehidupan sebelumnya. [QS Al Mujaadilah (58) ayat 6 ; QS Yaasiin (36) ayat 12 ; QS Thaahaa (20) ayat 15]. Orang yang berbuat jahat akan dibalas sesuai dengan kejahatannya. Orang yang berbuat baik akan dibalas lebih banyak dari perbuatan baiknya. [QS An Najm (53) ayat 31 ; QS Al Mu’min (40) ayat 40 ; QS Al An’aam (6) ayat 160]. Nah, sekarang orang yang meninggal itu kemudian dibangkitkan dimana ? Ia hidup di bumi dan di bumi ia mati dan di bumi pula ia dibangkitkan [QS An Naazi´aat (79) ayat 13-14 ; QS Al  A’raaf (7) ayat 25]. Bagaimana keadaan orang yang dibangkitkan di bumi ini ? Apakah ia dibangkitkan atau diciptakan kembali atau dilahirkan kembali itu serupa dengan dirinya sebelum meninggal ? Coba perhatikan ayat berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan, untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kembali (kelak) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.” [QS Al Waaqi’ah (56) ayat 60-61]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau dalam bahasa Inggris yang ditrjemahkan oleh Yusuf Ali,&lt;br /&gt;“We have decreed death to you all, and We are not unable, To transfigure you and create you in (forms) that you know not.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ia dilahirkan kembali atau diciptakan kembali dalam keadaan tidak dikenal oleh dirinya sendiri maupun oleh orang lain. Dengan demikian manusia itu diciptakan lagi atau dilahirkan kembali (dibangkitkan) dengan rupa (bentuk roman) yang tidak sama dengan sebelumnya. Jadi tidak dibangkitkan atau dilahirkan kembali dengan bentuk tubuh sebelumnya atau yang lama. Dan bagaimana kalau di kehidupan sebelumnya ia banyak melakukan perbuat buruk dan jahat, maka ia seperti yang digambarkan Allah dalam al Qur’an sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“The Fire will burn their faces, and they will therein grin, with their lips displaced.”&lt;br /&gt;Artinya, Nâr (di bumi) akan membakar wajah mereka dan mereka menyeringai dengan bibir yang cacat. [QS Al Mu’minuun (23) ayat 104]. Terjemahan Departemen Agama adalah sebagai berikut “ Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat “. &lt;br /&gt;Disamping ada orang yang dibangkitkan atau dilahirkan kembali atau dibangkitkan dalam keadaan cacat, juga dibangkitkan dalam keadaan melarat, kesusahan yang digambarkan dalam al Qur’an seperti orang yang tunduk terhina sedang bekerja keras lagi kepayahan. Makannya terasa duri, minumnya panas tidak segar dan saking makanan itu tidak sehat sehingga di gambarkan bahwa makanan itu tidak menggemuk dan tidak menghilangkan lapar sebagaimana yang digambarkan dalam surat al  Ghaasyiya. &lt;br /&gt;Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina, bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas, diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. [ QS Al Ghaasyiya (88) ayat 1-7]&lt;br /&gt;Dengan demikian kesimpulan yang dapat diambil bahwa mengapa orang dilahirkan cacat dan atau melarat ? Ya, ..karena perbuatan yang dilakukan di kehidupan sebelumnya. Tuhan itu Maha Adil [QS At Tiin (95) ayat 8 ; QS Al Mu’min (40) ayat 20 ; QS Ali Imran (3) ayat 18]. Tidak mungkinlah Tuhan berbuat aniaya terhadap hambanya [QS Yunus (10) ayat  44]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-7078327824562102937?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/7078327824562102937/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=7078327824562102937&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/7078327824562102937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/7078327824562102937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2009/02/mengapa-orang-terlahir-cacat-atau.html' title='Mengapa orang terlahir cacat atau melarat ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-3523074400099658223</id><published>2009-02-08T21:33:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T22:31:20.741-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yahudi dan Nasrani'/><title type='text'>Mungkinkah Orang Yahudi, Nasrani Dan Shabiin Dapat Pahala dari Allah ? (2)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Banyak orang yang berpendapat bahwa agama yang diturunkan oleh Allah sejak jaman Nabi Adam adalah Islam. Ada pula yang mengatakan bahwa agama yang dibawa sejak Nabi Ibrahim adalah Islam, agama yang lurus dan Nabi Ibrahim tidak termasuk orang yang musrik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik." &lt;br /&gt;Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagiNya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)." [QS Al An’aam (6) ayat 161-163]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kata muslimin dalam ayat 163 diatas ternyata tidak diterjemahkan “orang Islam” tetapi diterjemahkan “orang yang menyerahkan diri kepada Allah”. Sangat setuju banget kalau  pengertian Islam di dalam ayat diatas mempunyai pengertian patuh, tunduk atau berserah diri kepada Tuhan sesuai dengan syariat yang diajarkan oleh Nabinya masing-masing. Agama Islam  yang diajarkan oleh Nabi Muhammad juga mengajarkan kepatuhan dan penyerahan total kepada Tuhan. Jadi pengertian bahwa agama-agama yang disebut Islam, yang diturunkan sejak Nabi Adam adalah agama yang mengajarkan patuh, berserah diri kepada Tuhan.&lt;br /&gt;Pengertian Islam tersebut diatas sesuai dengan pengertian bahasa bahwa Islam itu berasal dari kata “ salima – yuslimu- istislam “ yang artinya tunduk atau patuh. Yaslamu- salaam yang berarti selamat, sejahtera atau damai. Menurut bahasa Arab dari Ust. Aus Hidayat bahwa  pecahan kata Islam mengandung pengertian : islamul wajh (ikhlas menyerahkan diri kepada Allah), istislama (tunduk secara total kepada Allah), salaamah atau saliim (suci dan bersih), salaam ( selamat sejahter) dan silm ( tenang dan damai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. [QS Ali Imran (3) ayat 19]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak- lah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [QS Ali Imran (3) ayat 85]&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi pengertian Islam dalam ayat diatas adalah bahwa agama yang di ridhai di sisi Tuhan adalah agama Islam yang mempunyai pengertian agama yang mengajarkan berserah diri kepada Tuhan. Agama yang mengajarkan patuh, tunduk dan berserah diri kepada Tuhan itu adalah agama Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad dan agama-agama langit sebelum agama Islam, yang diajarkan oleh para Nabinya masing-masing.&lt;br /&gt;Dengan demikian ayat 19 dan 85 Surat Ali Imran tersebut diatas tidak bertentangan dengan ayat dibawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh , mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [QS Al Baqarah (2) ayat 62]&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja [431] (diantara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari Akhir dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. [QS Al Maidah (5) ayat 69].&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak bertentangan karena agama Yahudi, Nasrani dan Shabiin juga mengajarkan kepatuhan, ketundukan dan penyerahan diri kepada Tuhan sebagaimana yang ditunjukkan dalam ayat-ayat diatas, termasuk juga agama Islam. Bagi orang Islam beriman kepada kitab-kitab sebelum Al Qur’an merupakan rukum iman yang harus dipercayai.  Mereka ( orang Mukmin, Yahudi, Nasrani dan Shabiin) juga beriman kepada Tuhan sesuai dengan syariat yang diajarkan oleh Nabinya, beriman kepada hari kemudian dan beramal saleh. Cuma persoalannya sekarang  apakah mereka benar-benar patuh, tunduk dan berserah diri secara total kepada Tuhan ? Nah, kalau ada orang Mukmin, Yahudi, Nasrani dan Shabiin yang masih mempersekutukan Tuhan, tidak percaya kepada hari kemudian dan tidak berbuat baik, maka mereka tidak termasuk orang Islam yang berarti tunduk, patuh dan berserah diri kepada Tuhan. Dan pada akhirnya mereka tidak akan mendapatkan pahala dari Allah Tuhan seru sekalian alam.&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-3523074400099658223?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/3523074400099658223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=3523074400099658223&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/3523074400099658223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/3523074400099658223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2009/02/mungkinkah-orang-yahudi-nasrani-dan_08.html' title='Mungkinkah Orang Yahudi, Nasrani Dan Shabiin Dapat Pahala dari Allah ? (2)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-8827878219991061476</id><published>2009-02-04T23:22:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T22:33:21.464-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Yahudi dan Nasrani'/><title type='text'>Mungkinkah Orang Yahudi, Nasrani Dan Shabiin Dapat Pahala dari Allah ? (1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Mungkin sudah banyak yang tahu siapakah orang-orang Yahudi dan Nasrani itu ? Ya, tentu saja orang-orang yang beragama Yahudi atau orang yang beragama Nasrani. Tetapi orang-orang Shabiin mungkin ada yang belum tahu, oleh karenanya perlu kiranya menjelaskan terlebih dulu tentang siapa orang-orang Shabiin itu ? Menurut terjemahan Al Qur’an Departemen Agama, shabiin itu ialah orang-orang yang mengikuti syari'at Nabi-nabi zaman dahulu atau orang-orang yang menyembah bintang atau dewa-dewa. Nabi-nabi zaman dulu itu artinya Nabi-nabi sebelum Nabi agama Yahudi dan Nasrani. Orang-orang Yahudi juga melaksanakan syariat yang di ajarkan oleh Nabi Musa. Demikian pula orang-orang Nasrani juga melaksanakan syariat yang diajarkan oleh Nabi Isa.  Nah, sekarang kembali kepada pertanyaan diatas “Mungkinkah orang Yahudi, Nasrani dan Shabiin dapat pahala dari Allah ?” Ya.. mungkin saja kenapa tidak ! Perhatikanlah QS Al Baqarah (2) ayat 62 dan Al Maidah (5) ayat 69.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh , mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [QS Al Baqarah (2) ayat 62]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sesungguhnya orang-orang mu'min, orang-orang Yahudi, Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja [431] (diantara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari Akhir dan beramal saleh, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [QS Al Maidah (5) ayat 69].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat-ayat diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa  barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir dan beramal saleh (berbuat baik), maka pasti mereka mendapatkan pahala dari Allah dan mereka tidak ada kekhawatiran dan kesedihan. Mungkin ada yang bertanya apakah mereka itu benar-benar beriman kepada Allah ? Allah itu adalah Tuhan yang maha esa. Allah itu adalah Tuhan dalam bahasa Arab. Dalam Al Qur’an juga disebutkan bahwa banyak disebut nama Allah di dalam biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid-masjid sebagaimana dalam ayat 40 Surat Al Hajj (22).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;"……… Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadat orang Yahudi dan masjid- masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah………” &lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;[QS Al Hajj (22) ayat 40]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah orang-orang Nasrani dan Yahudi di dalam ayat diatas menyebut nama Allah. Tidak, kecuali mungkin mereka yang berbahasa Arab. Orang Nasrani dan Yahudi menyebut Allah dalam bahasanya sendiri. Allah dalam bahasa lain mungkin berbeda. Seperti orang Yahudi menyebut Tuhan dalam bahasa mereka adalah Yahwe. Sedang orang Nasrani menyebut Tuhan dalam bahasa mereka pada waktu itu adalah Eli seperti Nabi Isa menyebut dalam kalimat yang terkenal “ Eli..Eli lama sabatani” yang artinya Tuhan.. Tuhan,  jangan tinggalkan aku. Selama orang Yahudi dan Nasrani beriman kepada Tuhan yang maha esa atau Tuhan yang maha tunggal dan melaksanakan syariat yang diajarkan Nabi Musa dan nabi Isa serta mereka tidak mempersekutukan Tuhan yang maha esa, percaya kepada hari Akhir dan berbuat baik, maka mereka akan menerima pahala dari Tuhan. Dalam QS Al Baqarah (2) ayat 62 dan QS Al Maidah (5) ayat 69]  tidak hanya menyebutkan orang Yahudi dan Nasrani tetapi juga menyebutkan orang Mukmin. Artinya orang mukminpun bisa jadi tidak mendapatkan pahala dari Allah, karena mereka masih mempersekutukan Tuhan.&lt;br /&gt;Mungkin ada orang  yang mempertentangkan QS Al Baqarah (2) ayat 62 dan QS Al Maidah (5) ayat 69 dengan QS Ali Imran (3) ayat 19 dan 85  atau mungkin banyak orang yang tidak setuju dengan pemikiran saya tentang QS Al Baqarah (2) ayat 62 dan Al Maidah (5) ayat 69, karena mereka mengatakan bahwa sesungguhnya agama di sisi Allah hanya Islam saja dan agama selain Islam tidak akan diterima dan diakhirat termasuk orang yang merugi. Nah, sekarang perhatikan ayat 19 dan 85 Surat Ali Imran (3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [QS Ali Imran (3) ayat 19]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak- lah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [QS Ali Imran (3) ayat 85]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa benar bahwa orang yang sudah masuk Islam,  diridhai dan mendapat pahala dari Allah serta tidak ada kekhawatiran dan kesedihan walaupun dikatakan mereka sudah “mukmin” (lebih tinggi tingkatannya dari pada muslim atau orang Islam). Perhatikan lagi dalam QS Al Baqarah (2) ayat 62 dan QS Al Maidah (5) ayat 69]  bahwa tidak hanya menyebutkan orang Yahudi dan Nasrani tetapi juga menyebutkan orang Mukmin. Barang siapa baik orang mukmin, orang Yahudi, orang Nasrani maupun Shabiin yang tidak beriman kepada Allah maka tidak mendapat pahala dari Allah. Artinya orang mukminpun bisa jadi tidak mendapatkan pahala dari Allah, karena mereka masih mempersekutukan Tuhan. Oleh karena itu pengertian Islam dalam Al Qur’an itu mempunyai makna yang yang lebih luas tidak semata-mata bermakna agama Islam yang diajarkan nabi Muhammad. Apa arti Islam sebenarnya dapat dibaca di artikel selanjutnya.&lt;br /&gt;Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-8827878219991061476?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/8827878219991061476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=8827878219991061476&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/8827878219991061476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/8827878219991061476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2009/02/mungkinkah-orang-yahudi-nasrani-dan.html' title='Mungkinkah Orang Yahudi, Nasrani Dan Shabiin Dapat Pahala dari Allah ? (1)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-5369876165275126201</id><published>2009-01-20T22:00:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T22:34:49.830-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Tuhan'/><title type='text'>Tuhan Itu Menyesatkan ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam Al Qur’an ayat 93 surat An Nahl (16), Allah berfirman :&lt;span style="font-style:italic;"&gt; &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;” Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Ayat inilah yang dijadikan dasar kritik yang disampaikan oleh agama lain. Mereka mengatakan : ” Jangan mengikuti agama Islam, karena Tuhannya orang Islam itu menyesatkan.” Sebagai orang Islam tentunya tergelitik untuk menjawab masalah ini. Mengkaji Al Qur’an tidak boleh secara harfiah atau letterleg saja, tetapi harus mengkaji seluruh firman Allah didalam Al Qur’an atau Hadits Nabi. Apakah benar Tuhan itu menyesatkan ? Banyak orang mengatakan itu ranah Allah. Allah itu kan Maha Kuasa. Kalau ndak punya hak prerogative berarti Tuhan tidak kuasa dong !  Ndak mungkinlah…karena Tuhan itu Maha Adil, Tuhan itu Maha kasih dan Penyayang. Nah, coba perhatikan dialog antara Al Asy’ari  dengan Al Jubbai (Harun Nasution, Teologi Islam, 1972).&lt;br /&gt;Al Asy’ari  : Bagaimana kedudukan ketiga orang berikut : mukmin, kafir dan anak kecil di akhirat ?&lt;br /&gt;Al Jubbai   : Yang mukmin mendapat tingkat baik dalam surge, yang kafir masuk neraka dan yang kecil terlepas dari bahaya neraka.&lt;br /&gt;Al Asy’ari  :  Kalau yang kecil ingin memperoleh tempat yang lebih tinggi di surga, mungkinkah itu ?&lt;br /&gt;Al Jubbai  :  Tidak, yang mukmin mendapat tempat yang baik itu karena kepatuhannya kepada Tuhan. Yang kecil belum mempunyai kepatuhan yang serupa itu.&lt;br /&gt;Al Asy’ari  :  Kalau anak itu mengatakan kepada Tuhan : “ Itu bukan salahku. Jika sekiranya Engkau bolehkan aku terus hidup, aku akan mengerjakan perbuatan-perbuatan baik seperti ysng dilakukann orang mukmin itu.”&lt;br /&gt;Al Jubbai  :  Allah akan menjawab : “ Aku tahu bahwa jika engkau terus hidup engkau akan berbuat dosa dan oleh karena itu akan kena hukuman. Maka untuk kepentinganmu Aku cabut nyawamu sebelum engkau sampai kepada umur tanggung jawab.”&lt;br /&gt;Al Asy’ari  : Sekiranya yang kafir mengatakan : “ Engkau ketahui masa depanku sebagaimana engkau ketahui masa depannya. Apa sebab engkau tidak jaga kepentinganku?”&lt;br /&gt;Disini Al Jubbai terpaksa diam. &lt;br /&gt;Pergulatan pemikiran tentang Takdir, Tuhan menyesatkan dan Keadilan Tuhan memang sejak dulu dan bahkan sampai sekarang. Perhatikan dalam dialog diatas. Mengapa Tuhan menyesatkan anak kecil tersebut dan kemudian Tuhan menolongnya dengan mencabut nyawanya ? Mengapa Tuhan mengijinkan lahir kalau toh si anak kecil nantinya sesat. Dan bagi yang kafir, Tuhan tentu mengetahui bahwa si anak kecil itu menjadi kafir. Kenapa tidak dicabut nyawanya pada waktu masih kecil. Kenapa kok Tuhan membiarkan anak itu menjadi kafir sampai akhir hayatnya. Apakah Tuhan itu tidak adil ? Tidak, Tuhan itu Maha Adil ? Tuhan tidak menyesatkan. Masalah ini harus bisa diselesaikan. Tentang keadilan Tuhan sudah dibahas di artikel sebelumnya “ Apakah Tuhan itu adil ? “ Kenapa anak kecil itu dilahirkan untuk menjadi sesat dan kemudian dicabut nyawanya ? Karena dosa-dosa yang diperbuat di kehidupan sebelumnya [QS Yasin (36) ayat 31 dan Al Maidah (5) ayat 5]. Ketika seorang anak dilahirkan itu suci karena tidak ada dosa di kehidupan sebelumnya, maka kemudian pada saat dewasa menjadi kafir. Apakah kejadian ini Tuhan yang menyesatkan ? Tidak mungkin Tuhan itu menyesatkan. Tuhan itu Maha Adil, Maha Kasih dan Penyayang.  Bagaimana Tuhan Maha Kasih dan Penyayang kok menyesatkan orang ? Perhatikan hadits riwayat Abu Hurairah. Rasulullah bersabda : Allah Taala berfirman : Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku selalu bersamanya ketika dia mengingat-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku pun mengingatnya dalam diri-Ku. Apabila dia mengingat-Ku dalam suatu jemaah manusia, maka Aku pun mengingatnya dalam suatu kumpulan makhluk yang lebih baik dari mereka. Apabila dia mendekati-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Apabila dia dating kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan dating kepadanya dengan berlari [ HR. Muslim]&lt;br /&gt;Kalau manusia menjauhi Tuhan (kafir), maka Tuhan juga menjauhinya. Artinya kalau manusia mempunyai keinginan kafir, maka  Tuhan akan membiarkannya kafir. Nah, siapa saja orang yang disesatkan oleh Tuhan artinya dibiarkan sesat dan tidak diberi petunjuk..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“ &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;… dan Allah tidak member petunjuk kepada orang-orang dholim”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [ QS Al Baqarah (2) ayat 258]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;… dan Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang kafir”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [QS Al Baqarah (2) ayat 264]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“… sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang pendusta dan sangat ingkar."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [QS Az Zumar (39) ayat 3]&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“… sesungguhnya Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang berlebih-lebihan lagi pendusta".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; [QS Al Mu’min (40) ayat 28]&lt;br /&gt;Ayat-ayat diatas menunjukkan bahwa ketika orang-orang menghendaki dholim, kafir, pendusta, ingkar dan orang-orang yang berlebihan, maka Allah akan membiarkan dholim, kafir, pendusta dan berlebihan serta ingkar. Saking rahman dan rahim-Nya, Allah mengabulkan permohonan atau membiarkan kafir orang-orang yang berkeinginan menjadi kafir dan demikian juga Allah meberikan hidayah kepada orang yang menghendaki hidayah. Sehingga berdasarkan ayat-ayat diatas dan hadits riwayat Abu Hurairah, maka pengertian “ Allah menyesatkan”  dalam QS An Nahl [16] ayat 93 dapat di baca sebagai berikut. “ Allah berkehendak kepada orang-orang itu menjadi kafir ketika orang-orang itu yang menghendaki kafir”. Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-5369876165275126201?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/5369876165275126201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=5369876165275126201&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/5369876165275126201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/5369876165275126201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2009/01/tuhan-itu-menyesatkan.html' title='Tuhan Itu Menyesatkan ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-8671381454789364243</id><published>2009-01-16T09:55:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T22:36:38.446-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Tuhan'/><title type='text'>Apakah Tuhan Itu Adil ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pertanyaan diatas sungguh menggelitik. Semua orang percaya bahwa Tuhan itu Maha adil. Tetapi faktanya banyak yang secara tidak sadar dalam hatinya mengatakan mengapa saya menderita dan atau cacat seperti ini. Mengapa musibah selalu menimpa saya ? Bahkan ada lagu yang berjudul “Takdir Itu Kejam”, yang dilarang beredar. Sebenarnya pencipta lagu itu terinspirasi dari masyarakat yang menanyakan mengapa seseorang itu ditakdirkan menderita. Sebenarnya pertanyaan-pertanyaan ini sudah terjawab dalam al Qur’an. Bahwa seseorang atau umat yang binasa itu disebabkan karena dosa-dosanya [QS Yasin (36) ayat 31]. Demikian juga orang cacat atau menderita akibat musibah, juga dikarenakan dosa-dosanya sebagaimana dalam ayat 49 Surat Al Maidah (5) menyatakan bahwa “……maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka…..”. Orang percaya bahwa kalau manusia cacat, hilang kaki dan tangannya dikarenakan bencana alam seperti gempa bumi, banjir dan hujan batu dan awan panas (gunung meletus), itu disebabkan karena dosa-dosanya seperti yang tersebut dalam ayat tersebut diatas. Mereka juga beralasan bahwa “…..Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri “ [QS  At Taubah (9) ayat 70]. Mereka juga percaya bahwa kalau musibah itu datang kepada mu, maka itu bukan dari Allah tetapi dari (kesalahan) mu sendiri [QS An Nisaa’ (4) ayat 79]. Dapat ditarik kesimpulan bahwa segala musibah berupa cacat tubuh akibat gempa bumi, atau jatuh miskin karena rumah dan kebunnya dihantam lava panas dan sebagainya, maka itu dikarenakan dosa-dosa dan kesalahan mereka sendiri. Cacat tubuh ini bisa terjadi pada siapa saja pada saat musibah itu datang, bisa bayi, anak kecil atau orang yang sudah dewasa. Ketika yang terkena musibah itu bayi dan anak kecil, maka timbul pertanyaan dosa atau kesalahan apa yang telah dilakukan si bayi dan anak kecil yang masih balita ini ? Sama pula pertanyaan yang dapat diajukan ketika seorang ibu muda yang melahirkan anak cacat, tiada tangan dan kaki.  Dipandang dari sudut ibu, .. benar bahwa musibah itu dikarenakan dosa dan kesalahan ibu. Tetapi bagi si bayi yang lahir cacat itu… Dia menanggung dosa dan kesalahan siapa ? Apakah dia sudah melakukan perbuatan  dosa ?  Ada yang menjawab : “ “Oh itu kehendak Tuhan… Oh itu hak prerogative Tuhan”. Seharusnya orang-orang harus konsisten menjawab pertanyaan ini. Mengapa orang dewasa yang cacat karena musibah, disebabkan oleh dosa atau kesalahannya, tetapi kalau si bayi yang cacat kok disebabkan karena kehendak Tuhan (takdir) atau hak prerogative Tuhan. Ada yang mengatakan bahwa kehidupan itu seperti mobil. Tidak mungkin mobil itu dibuat sama bentuknya misalnya, semua terdiri dari roda. Tidak mungkin jalan kalau ndak ada busi, mesin, bensin dan sebagainya. Itulah kehidupan yang beragam. Yang menjadi roda pasti tidak bertanya,.. lah wong barang mati. Kalau manusia pasti bertanya (karena punya akal) kenapa saya yang dijadikan roda atau kenapa saya yang dilahirkan cacat ? Yang benar adalah dalam menentukan apakah sesuatu itu dijadikan busi, ataukah mesin ataukah roda pasti ada pertimbangan yang tidak merugikan yang bersangkutan. Allah itu Maha Kuasa tetapi tidak sewenang-wenang. Allah itu Maha Adil. Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Allah tidak mungkin berbuat dholim (aniaya). Dholim itu adalah perbuatan buruk. Tidak mungkin Allah itu berbuat buruk dan berbuat sewenang-wenang.   Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun." [QS Al Kahfi (18) ayat 49]. Apa saja nikmat atau yang baik-baik saja itu yang diperoleh manusia pasti dari Allah [QS An Nisaa’ (4) ayat 79]. Allah itu pasti memberikan yang terbaik dan  penuh pertimbangan. Nah, sekarang apa yang menjadikan pertimbangan ? Ya, firman Allah yang ada dalam surat Al Maidah (5) ayat 5 : “……maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka…..”. Kalau manusianya baik, pasti oleh Allah tidak memberikan musibah. Allah berkehendak menimpakan musibah hanya kepada manusia yang penuh dosa dan kesalahan. Dimana Allah mencatat segala perbuatan dan jejak rekam yang telah dilakukan ? Catatan itu namanya Lauh Mahfuz. “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh)” [QS Yasin (36) ayat 12]. Nah, jikalau bayi lahir cacat atau setelah lahir kemudian tertimpa musibah sehingga menjadi cacat, ini pasti disebabkan karena dosa-dosa atau kesalahan yang telah diperbuatnya yang telah dicatat di Lauh Mahfuz. Karena itu musibah bagi dirinya. Dosa-dosa inilah yang menjadi pertimbangan oleh Allah untuk menetapkan kebaikan dan keburukan bagi manusia sebelum manusia dibangkitkan kembali. Untuk menyakinkan bahwa pada saat manusia dibangkitkan kembali dengan berbagai rupa sebanyak 12 kelompok (sumber dari sahabat Ma’adz bin Jabal yang dikutip dari www.dwi-setiawati.web.id), dua diantaranya adalah “dibangkitkan tanpa tangan dan kaki. Seraya terdengar suara dari sisi Tuhan " Mereka adalah orang-orang yang menggangu tetangganya. Maka inilah ganjarannya dan neraka tempatnya ." dan dibangkitkan dalam bentuk babi. Seraya terdengar suara dari sisi Tuhan "Mereka adalah orang-orang yang bermalas-malas melakukan shalat Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya ."&lt;br /&gt;Kalau memang nâr itu merupakan api yang menyala-nyala (riil), kenapa manusia dibangkitkan dalam keadaan cacat dan dijadikan babi. Kenapa tidak langsung dimasukkan kedalam nâr, pasti akan hancur lebur seperti orang di kremasi. Tidak perlu dicacatkan lagi dan tidak perlu dijadikan babi. Jadi nâr itu dapat di indikasikan berada di bumi ini. Sebagai referensi dapat pula dibaca artikel dalam kategori “Kebangkitan”. Orang mungkin berpendapat bahwa orang yang meninggal itu dibangkitkan lagi seperti orang yang belum meninggal, baik tubuh maupun rupanya. Ruh akan dipertemukan dengan tubuh [QS At Takwir (81) ayat 7]. Tubuh yang mana tergantung perbuatannya dulu. Kalau dulu suka mengganggu tetangganya, maka ruh-nya akan dipertemukan kepada tubuh yang yang tidak punya tangan dan kaki. Demikian juga kalau dulu suka bermalas-malasan melakukan shalat, maka ruhnya akan dipertemukan dengan seekor babi yang akan lahir. Simak surat Al Waaqi’ah (56) ayat 60-61 sebagai berikut,&lt;br /&gt;Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan,&lt;br /&gt;untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu dan menciptakan kamu kelak  dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.&lt;br /&gt;We have decreed death to you all, and We are not unable, To transfigure you and create you in (forms) that you know not. (Terjemahan dari Dr. M. Taqiud-Din &amp; Dr. M. Khan )&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat dijelaskan menurut ayat diatas bahwa suatu misal, setelah Tuan A  itu meninggal dan kemudian dibangkitkan lagi itu bentuknya tidak seperti Tn A sebelum dibangkitkan, tetapi  dibangkitkan dengan tubuh dan rupa yang tidak kamu ketahui. Jadi bentuk tubuh dan rupa kita pasti tidak sama dengan tubuh dan rupa kita di kehidupan sebelumnya. Tubuh dan rupanya bisa jadi cacat atau dijadikan babi sebagaimana yang disebut dalam hadits diatas. Ruh kita tidak mengenal tubuh dan rupa kita di kehidupan sebelumnya, tetapi dapat merasakan adzab atau musibah yang ditimpakan kepada kita. Wallahu ‘alam bish shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-8671381454789364243?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/8671381454789364243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=8671381454789364243&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/8671381454789364243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/8671381454789364243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2009/01/apakah-tuhan-itu-adil.html' title='Apakah Tuhan Itu Adil ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-4888968674601279842</id><published>2008-12-31T05:40:00.000-08:00</published><updated>2008-12-31T05:53:23.382-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musibah'/><title type='text'>Apa Arti Musibah Bagi Manusia ? (3)</title><content type='html'>&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CHahan%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa musibah itu bisa merupakan adzab atau siksa yang sangat besar, misalnya hujan batu kerikil, suara keras yang mengguntur, banjir dan gempa bumi. &lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;[QS Al Ankabut (29)_ ayat 40&lt;/span&gt;]. Tetapi musibah itu juga dapat berupa siksa atau adzab yang tidak terlalu besar misalnya keletihan, penyakit, kekhawatiran, kesusahan, gangguan, kesedihan. Orang tertusuk duri pun juga termasuk siksa atau adzab yang cukup ringan. Bala itu artinya ujian atau cobaan. Kalau ujian itu bukan merupakan siksa atau adzab tetapi merupakan sesuatu yang ditimpakan kepada manusia untuk mengetahui sampai sejauh mana kadar iman atau taqwa manusia tersebut. Yang ditimpakan itu adalah yang sifatnya hanya sedikit dan hanya merupakan sedikit kekurangan. Apakah kekurangan harta, sedikit kelaparan, sedikit ketakutan dan sebagainya. Untuk musibah dan bala dapat membacanya pada artikel “Apa arti musibah bagi manusia (1) dan (2)”. Nah, sekarang yang dibahas kali ini adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;fitnah. Arti fitnah ini juga sering diartikan dengan cobaan. Fitnah mempunyai beberapa arti yaitu godaan (trial) seperti dalam ayat berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl"  style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ ائْذَن لِّي وَلاَ تَفْتِنِّي أَلاَ فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُواْ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Waminhum man yaqoolu ithan lee wala taftinnee ala fee alfitnati saqatoo wainna jahannama lamuheetatun bialkafireena &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="rtl"  lang="AR-SA" style="color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Di antara mereka ada orang yang berkata: "Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah." Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah . Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;And among them is he who says:"Grant me leave (to be exempted from Jihad) and put me not into trial." Surely, they have fallen into trial. And verily, Hell is surrounding the disbelievers&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. [QS Taubah (9) ayat 49]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Arti yang kedua adalah penganiayaan. …..&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Berbuat fitnah itu lebih besar dosanya dari pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membunuh&lt;/span&gt;.......&lt;/i&gt; [QS Al Baqarah (2) ayat 217]. Jadi berbuat penganiayaan itu lebih besar dosanya dari pada membunuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl"  style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sedang yang ketiga fitnah mempunyai arti alasan; &lt;i style=""&gt;subterfuge&lt;/i&gt;, sebagaimana dalam Surat Al An’aam (6) ayat 23.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl"  style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;ثُمَّ لَمْ تَكُن فِتْنَتُهُمْ إِلاَّ أَن قَالُواْ وَاللّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Thumma lam takun fitnatuhum illa an qaloo waAllahi rabbina ma kunna mushrikeena &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="rtl"  lang="AR-SA" style="color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Kemudian tiadalah fitnah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mereka, kecuali mengatakan: "Demi Allah, Tuhan kami, tiadalah kami mempersekutukan Allah". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;There will then be (left) no subterfuge for them but to say: "By Allah our Lord, we were not those who joined gods with Allah." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Fitnah sering dikaburkan dengan bala (cobaan), sebagaimana dengan ayat berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl"  style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;وَاعْلَمُواْ أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;WaiAAlamoo annama amwalukum waawladukum fitnatun waanna Allaha AAindahu ajrun AAatheemun &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="rtl"  lang="AR-SA" style="color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;[QS Al An faal (8) ayat 28].&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Demikian juga fitnah dalam ayat dibawah ini juga dikaburkan dengan bala (cobaan).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl"  style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Kullu nafsin thaiqatu almawti wanablookum bialshsharri waalkhayri fitnatan wailayna turjaAAoona &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span dir="rtl"  lang="AR-SA" style="color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;[QS Al Anbiyaa’ (21) ayat 35].&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sebenarnya dalam dua ayat terakhir ini fitnah diterjemahkan dengan cobaan. Sedangkan cobaan atau ujian itu artinya adalah bala. Fitnah disini sesungguhnya mempunyai arti godaan atau hasutan. Allah menguji atau memberikan cobaan (bala) kepada manusia dengan godaan atau hasutan (fitnah) berupa kebaikan dan keburukan. Allah juga memberikan godaan atau hasutan (fitnah) tetapi tidak dalam pengertian menguji, karena pada dasarnya jiwa manusia itu dilhamkan oleh Allah jalan kefasikan dan ketaqwaan [QS Asy Syams (91) ayat 8].&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-4888968674601279842?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/4888968674601279842/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=4888968674601279842&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/4888968674601279842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/4888968674601279842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/12/apa-arti-musibah-bagi-manusia-3.html' title='Apa Arti Musibah Bagi Manusia ? (3)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-3166994879511914240</id><published>2008-12-30T23:52:00.000-08:00</published><updated>2008-12-31T04:02:05.961-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tentang Tuhan'/><title type='text'>Tuhan, Mengapa Engkau Tidak Menolong Mereka ?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada pagi hari tanggal 29 Desember 2008 terdengar berita bahwa jet-jet tempur Israel kembali menghujani dengan puluhan misil ke permukiman penduduk Palestina di seantero jalur Gaza. Akibat serangan mendadak itu 195 orang dilaporkan tewas dan 310 lainnya luka-luka. Tidak henti-hentinya warga Palestina menderita akibat ulah Israel. Bahkan penderitaan warga Palestina ini sudah dimulai sejak 60 (enam puluh ) tahun silam dan sudah ribuan warga Palestina tewas dibunuh oleh Israel sejak Israel menduduki tanah Palestina sejak tahun 1948. Mengapa warga Palestina mesti menderita begitu lama ? Enam puluh tahun itu bukanlah waktu yang pendek. Tuhan, kepada siapakah Engkau berpihak ? Mengapa do’a warga Palestina yang sangat menderita ini tidak Engkau kabulkan ? Bahkan do’a untuk kemenangan bangsa Palestina telah disampaikan dan dikumandangkan oleh umat Islam di seluruh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dunia. Mengapa do’a yang panjang ini seakan-akan tidak Engkau dengar ? Sedangkan Engkau telah berjanji dalam firman-Mu ”&lt;span class="gen"&gt; &lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.” [QS Ar Ruum (30) ayat 47]. Dan ”&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Sebagai janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janji-Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.” [QS Ar Ruum (30) ayat 6]. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apabila Allah tidak menolong bangsa Palestina, apakah ada yang yang salah, yang dilakukan oleh bangsa Palestina ? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Perlu introspeksi total secara tulus dan berani. Hanya orang-orang yang beriman yang wajib ditolong oleh Allah. Siapakah orang yang beriman itu ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.” [QS Al Anfaal (8) ayat 2-3] &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Agar kita mendapat pertolongan dari Allah disamping persyaratan iman, kita wajib menolong Allah, sebagaimana yang disampaikan Allah dalam Al Qur’an.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:blue;"&gt;”Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:blue;"&gt;.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;[QS Muhammad (47) ayat 7]. Menolong Allah dalam ayat ini menurut Departmen Agama diterjemahkan menolong agama Allah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menolong Allah itu seyogyanya diterjemahkan ”melaksanakan sunatullah” atau menerapkan ilmu Allah. Seandainya engkau di dalam kamar yang terkunci dari dalam dan engkau meminta tolong kepada Allah untuk keluar dari kamar. Walaupun engkau berdoa dalam hati dua hari dua malam, pasti engkau tidak akan keluar dari kamar. Tetapi kalau engkau melaksanakan ilmu Allah dengan berteriak minta tolong atau berjalan mendekati pintu dan membuka pintu dengan kunci, maka engkau akan keluar dari kamar. Dengan demikian menolong Allah itu berarti menggunakan segala daya upaya baik tenaga dan pikiraan untuk menyelesaikan persoalan dan Allah akan menolongnya dan meneguhkannya. Kembali kepada bangsa Palestina, berimanlah kepada Allah sebenar-benarnya dan gunakanlah segala daya upaya baik tenaga dan pikiran. Dan bagi umat Islam seluruh dunia khususnya umat Islam di Timur Tengah bantulah bangsa Palestina karena kita telah diperintahkan oleh Allah untuk saling tolong menolong dalam hal kebajikan dan ketaqwaan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.”[QS Al Maa’idah (5) ayat 2]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah segera menolong bangsa Palestina dari segala penderitaan dan kembali kepada tanah tumpah darahnya.&lt;br /&gt;Wa llahu ’alam bish shawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"   lang="SV"&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-3166994879511914240?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/3166994879511914240/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=3166994879511914240&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/3166994879511914240'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/3166994879511914240'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/12/tuhan-mengapa-engkau-tidak-menolong.html' title='Tuhan, Mengapa Engkau Tidak Menolong Mereka ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-6629057423783794444</id><published>2008-12-22T22:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-22T22:37:06.781-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ulil Albab'/><title type='text'>Ulil Albab (2) Siapakah Mereka ?</title><content type='html'>&lt;div  style="text-align: justify;font-family:times new roman;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Dalam Al Qur’an banyak ditemui ayat-ayat yang menerangkan tentang Ulil Albab. Siapakah mereka itu ? Tanda-tanda atau ciri-ciri Ulil Albab adalah: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;span style=""&gt;(1)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;Merekalah yang memikirkan penciptaan langit dan bumi (&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;seraya berkata&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="EN-GB" &gt;): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="EN-GB" &gt;” [QS Ali Imran (3) ayat 190-191]. Adakah umat Islam yang memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi ? Pasti ada ! Hanya saja mereka belum mendunia atau belum dikenal banyak orang. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kebetulan yang meneliti dan memikirkan tentang teori kosmologi, gravitasi kuantum dan lubang hitam adalah Stephen William Hawking, seorang professor di bidang fisika teoritis.&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:black;"   lang="EN-GB" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;color:black;"   &gt;Sepertinya, kehadiran Hawking di dunia sudah ditunggu-tunggu untuk meneruskan pekerjaan Newton dan Einstein dalam mengupas tabir semesta. &lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Dikatakan dalam Al Qur’an bahwa Tuhan tidak menciptakan langit dan bumi ini dengan sia-sia. Tetapi alam semesta diciptakan dengan perhitungan yang sangat luar biasa dan dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan umat manusia, sehingga muncul kata-kata dari Einstein dan Bose yang tekenal: “ Tuhan tidak melempar dadu”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;span style=""&gt;(2)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Mereka selalu memikirkan penciptaan langit dan bumi, maka mereka yang dapat mengambil pelajaran [ QS Al Baqarah (2) ayat 269]. Banyak pelajaran-pelajaran yang dapat diambil dari penciptaan alam semesta, misalnya mengambil pelajaran dari sejarah umat manusia [QS Yusuf (12) ayat 111]. Mereka yang melakukan penelitian sejarah umat manusia ini tentunya adalah para antropolog. Tokoh antropolog Islam yang terkenal di dunia adalah &lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Antropolog asal Uganda Mahmood Mamdani. Tokoh yang terkenal yang mengambil pelajaran tentang isi pokok-pokok Al Qur’an [QS Ali Imran (3) ayat 7) adalah Syekh Yusuf al-Qaradawi. Yang mengambil pelajaran di bidang ekonomi adalah Muhammad Yunus, penerima hadiah Nobel 2006, karena jasanya mengembangkan industri kecil di Bangladesh dengan memberikan pinjaman kepada pengusaha-pengusaha kecil yang miskin melalui Grameen Bank. Orhan Pamuk yang juga pemenang hadiah Nobel 2006 asal Turki, karena mengambil pelajaran di bidang sastra. Sedang peraih Nobel di bidang kedokteran tahun 2007 Mario Capecchi, Martin Evans dan Oliver Smithies&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mario_Capecchi" title="Mario Capecchi"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Martin_Evans&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Martin Evans (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Oliver_Smithies&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Oliver Smithies (belum dibuat)"&gt;&lt;span style="text-decoration: none;color:#000000;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Rasanya tidak berlebihan jika ditampilkan pula tokoh Indonesia yang mendapatkan penghargaan Habibie Award Tahun 2007. Prof. Sri Widiyantoro dari bidang ilmu dasar yang memiliki penemuan mutakhir tentang gempa dan seismologi, Prof. Elin Yulinah Sukandar dari bidang ilmu kedokteran dan bioteknologi yang menemukan beberapa formula obat, dan Dr. H. C. Rosihan Anwar dari bidang sosial dan Dr. H. C. Taufik Ismail dari bidang budaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;span style=""&gt;(3)&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Mereka itu kritis, rasional dan objektif sebagaimana yang disampaikan dalam Al Qur’an bahwa "Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk dan mereka itulah ulul-albab." (QS Az Zumar (39) ayat 18)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Apakah ulil albab itu hanya memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi secara kritis, rasional dan objektif serta hanya mengambil pelajaran dari alam semesta ini ? Tentu saja tidak ! Ulil albab itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selalu ingat kepada Allah dalam keadaan berdiri pada saat bekerja, ingat kepada Allah dalam keadaan duduk pada saat belajar , bahkan dalam keadaan berbaring pada saat istirahat tetap ingat kepada Allah [QS Ali Imran (3) ayat 191]. Mungkin banyak orang hanya memenuhi satu atau dua kriteria ulil albab. Oleh karena itu Allah memerintahkan Ulil Albab (1) "Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baiknya bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai ulul-albab." (QS Al Baqarah (2) ayat 197). Berbekal tidak hanya waktu haji saja. Dalam mengarungi kehidupan di dunia dan di hari akhir juga perlu bekal, tetapi sebaik-baiknya bekal adalah taqwa. (2) Didalam dunia banyak yang buruk yang menarik oleh karena itu, ". . . maka bertakwalah kepada  Allah hai ulul-albab, agar kamu mendapat keberuntungan." (QS Al Maa’idah ayat 100]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Jadi kesimpulan yang dapat ditarik menurut Dr. Imaduddin Abdul Rahim "Ulul Albab adalah sama dengan intelektual plus ketakwaan, intelektual plus kesalehan. Di dalam diri ulul-albab berpadu sifat-sifat ilmuwan, sifat-sifat intelektual, dan sifat orang yang dekat dengan Allah Swt." Semoga Dr (fisika) Imaduddin Abdul Rahim merupakan salah satu ulil albab sebagaimana yang difirmankan oleh Allah dalam Al Qur’an dan mendapatkan anugrah di sisi Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-6629057423783794444?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/6629057423783794444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=6629057423783794444&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6629057423783794444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6629057423783794444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/12/ulil-albab-2-siapakah-mereka.html' title='Ulil Albab (2) Siapakah Mereka ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-3486459579603357115</id><published>2008-12-14T20:11:00.000-08:00</published><updated>2008-12-15T01:36:20.926-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ulil Albab'/><title type='text'>Ulil Albab (1) : Ibadah ritual saja, mungkinkah ?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada hari Minggu, tanggal 16 Nopember 2009 aku pulang dari Jogja dengan membawa mobil sendiri bersama istri. Di Banaran Cafe aku sempat mampir makan dan minum kopi. Setelah segar kuteruskan perjalananku ke Semarang dalam hujan yang sangat lebat. Sampai di rumah kira-kira pukul 18.00. Menjelang pukul 20.00 dada sebelah kanan terasa sakit, semakin lama semakin sakit. Aku tidak tahan lagi. Ku-tilpun sopir dan pergi ke dokter spesialis rematologi. Aku pikir sakitku ini Atritis Gout. Eh..ternyata ada sesuatu sumbatan di jantung. Aku langsung dibawa ke rumah sakit Panti Wiloso Dr Cipto. Enam hari di ICU aku dipindahkan ke Rumah Sakit Dr Kariadi, langsung dari UGD di rawat inap di Pusat Pelayanan Jantung dan Pembuluh Darah. Kaki dan tanganku bengkak karena atritis gout. Setelah atritis goutku sembuh, aku juga merasa jangtungku sudah mulai sembuh dan tidak perlu tindakan medis apapun. Tetapi pada hari Selasa tanggal 2 Desember 2009, aku terasa seperti disambar petir di siang bolong. Dokter memberitahuku bahwa pada hari Jum’at, tanggal 5 Desember 2009 akan di lakukan tindakan Katerisasi. Aku mengatakan kepada dokter apakah tidak ada alternatif lain seperti CT-Scan. Dokter mengatakan, walaupun dengan CT-Scan, akan tetap direkomendasi untuk katerisasi bila terjadi sumbatan. Dari pada dua kali tindakan medis, kan lebih baik langsung Katerisasi. Gambaran katerisasi bagi aku yang awam tentang medis seperti ini. Setelah di suntik “pati-roso”, slang yang sangat kecil dimasukkan ke dalam pembuluh darah dari di pangkal paha (bhs Jawa: selangkangan) sampai ke ujung jantung kemudian diberi semprotan kontras, kemudian di foto. Dari foto ini diketahui apakah ada sumbatan atau tidak. Ternyata dalam jantungku di sebelah depan terdapat dua sumbatan yang berdekatan. Kemudian dipasang satu “ring” di dua sumbatan itu sehingga aliran darah dapat lancar kembali. Mungkin ada yang bertanya, apakah pada saat dikaterisasi ini merasa sakit. Tidak.....Tidak sakit. Dalam proses penyembuhan mulai dari ICU sampai di ruang Katerisasi, aku selalu berdzikir, berdo’a dan tidak pernah meninggalkan shalat. Sebagai penggganti air wudhu, aku tayyamum saja.&lt;br /&gt;Yang menjadi perhatianku, subhanallah...semua peralatan yang ada dalam ruang katerisasi adalah sangat moderen. Ilmu ini tentunya semua berasal dari Allah. Tanpa adanya pemikiran yang sangat intens dan hidayah dari Allah, tentunya tidak akan menghasilkan peralatan katerisasi yang sangat moderen. Nah, bagaimana dengan pemikiran Islam dewasa ini. Kalau Islam hanya menekankan pada ibadah ritual saja, sahadat, shalat, puasa, zakat dan haji serta dzikir, tentunya orang-orang muslim tidak akan menghasilkan temuan-temuan di bidang teknologi baik di bidang kedokteran maupun di bidang lainnya dan umat muslim akan menjadi terbelakang. Islam dewasa ini harus melakukan “&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;pemikiran ulang&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;” dan mengedepankan akal-pikiran sehingga dapat menelorkan Ulil-albab atau ulama yang memikirkan ayat-ayat kauniyah. Dengan demikian umat muslim akan maju dan dapat bersaing dengan negeri barat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Siapa yang yang dimaksud dengan Ulil-albab ? Terjemahan Al Qur’an yang diterbitkan Departemen Agama menterjemahkan Ulil-albab dengan “Orang-orang yang berakal” dan &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="EN-GB"&gt;Nabiel Fuad Al-Musawa menterjemahkan dengan “Ilmuwan Muslim”. Sedang Yusuf Ali dan Dr M. Taquid-Din &amp;amp; Dr M. Khan menterjemahkan dengan “men of understanding”. Nah, sekarang kita simak tanda-tanda Ulil-albab itu dalam Al Qur’an.&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:24;"&gt;إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="EN-GB"  style="font-size:24;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:24;"&gt;الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="EN-GB"  style="font-size:24;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;Inna fee khalqi alssamawati waalardi waikhtilafi allayli waalnnahari laayatin liolee alalbabi,&lt;br /&gt;Allatheena yathkuroona Allaha qiyaman waquAAoodan waAAala junoobihim wayatafakkaroona fee khalqi alssamawati waalardi rabbana ma khalaqta hatha batilan subhanaka faqina AAathaba alnnari&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;“&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:blue;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);" lang="EN-GB"&gt;mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi&lt;/span&gt;&lt;span  lang="EN-GB" style="color:blue;"&gt; (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;” [QS Ali Imran (3) ayat 190-191].&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Umat Islam dewasa ini sangat memerlukan ulil albab-ulil albab atau ilmuwan muslim atau apapun namanya yang memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi termasuk segala isinya. Memikirkan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai dengan bidangnya untuk kemaslahatan umat Islam. Sungguh tidak terpikirkan bagaimana jadinya umat Islam, kalau orang-orang muslim tidak mau memikirkan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-3486459579603357115?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/3486459579603357115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=3486459579603357115&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/3486459579603357115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/3486459579603357115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/12/ulil-albab-1-ibadah-ritual-saja.html' title='Ulil Albab (1) : Ibadah ritual saja, mungkinkah ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-6503298577818991833</id><published>2008-11-12T23:07:00.000-08:00</published><updated>2008-11-12T23:23:33.247-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musibah'/><title type='text'>Apa Arti Musibah Bagi Manusia ? (2)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Allah menimpakan musibah atas manusia dikarenakan dosa-dosa yang dilakukan manusia itu sendiri [QS Al Maidah (5) ayat 49]. Musibah itu adalah siksa yang ditimpakan kepada manusia yang telah melakukan dosa. Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu). [QS Asy Syuura (42) ayat 30].&lt;br /&gt;Musibah yang ditimpakan kepada seseorang itu dikarenakan oleh perbuatan orang itu sendiri. Perbuatan apa yang dapat menghadirkan musibah kepada kita ? Ya, tentunya perbuatan-perbuatan dosa. Perbuatan-perbuatan dosa seperti ini tidak akan dapat dihapus dengan shalat, puasa, haji dan umrah.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Sesungguhnya  diantara dosa-dosa itu ada yang tidak dapat dihapus oleh shalat, puasa, haji, dan umrah. Akan tetapi dosa-dosa itu hanya dapat dihapus dengan kesulitan (kesusahan) dalam mencari kehidupan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;"[ HR Ibnu 'Asakir]&lt;br /&gt;Seperti yang disampaikan sebelumnya bahwa musibah itu bisa merupakan adzab atau siksa yang sangat besar, misalnya hujan batu kerikil, suara keras yang mengguntur, banjir dan gempa bumi. &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;[QS Al Ankabut (29)_ ayat 40&lt;/span&gt;]. Tetapi musibah itu juga dapat berupa siksa atau adzab yang tidak terlalu besar misalnya keletihan, penyakit, kekhawatiran, kesusahan, gangguan, kesedihan. Orang tertusuk duri pun juga termasuk siksa atau adzab yang cukup ringan. Perhatikan hadits yang diriwayatkan Al Bukhary dan Muslim.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Tidaklah seorang Muslim ditimpa keletihan, penyakit, kekhawatiran, kesusahan, gangguan, kesedihan, hingga duri menusuknya melainkan Allah menghapus sebagian kesalahan-kesalahannya”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; (HR Al Bukhary dan Muslim).&lt;br /&gt;Orang biasanya mengaburkan arti &lt;strong&gt;musibah&lt;/strong&gt; dengan &lt;strong&gt;bala&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;fitnah&lt;/strong&gt;. Sedangkan pengertian fitnah akan dibahas di artikel berikutnya. Bala itu artinya ujian atau cobaan. Kalau ujian itu  bukan merupakan siksa atau adzab tetapi merupakan sesuatu yang ditimpakan kepada manusia untuk mengetahui sampai sejauh mana kadar iman atau taqwa manusia tersebut. Yang ditimpakan itu adalah yang sifatnya hanya sedikit dan hanya merupakan sedikit kekurangan. Apakah kekurangan harta, sedikit kelaparan, sedikit ketakutan. Coba perhatikan ayat berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوفْ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الأَمَوَالِ وَالأنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Walanabluwannakum bishayin mina alkhawfi waaljooAAi wanaqsin mina alamwali waalanfusi waalththamarati wabashshiri alssabireena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. [QS Al Baqarah (2) ayat 155]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi musibah terjadi karena dosa, sedangkan bala terjadi bukan karena dosa tetapi merupakan ujian atau cobaan untuk mengetahui tingkat keimanan dan ketaqwaan seseorang anak manusia. Kapan dosa itu dilakukan ? Bisa jadi sejak aqil baligh sampai dengan waktu ditimpa musibah. Nah, bagaimana kalau sejak lahir sudah ditimpa dengan musibah ? Artinya, sejak kecil sudah menderita kesusahan, penyakit, kesedihan. Bisa jadi dosa yang dilakukan adalah dosa-dosa yang dilakukan dikehidupan sebelumnya. Coba simak ayat-ayat berikut ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-size:180%;"&gt;هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ&lt;br /&gt;وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ خَاشِعَةٌ&lt;br /&gt;عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ&lt;br /&gt;تَصْلَى نَارًا حَامِيَةً&lt;br /&gt;تُسْقَى مِنْ عَيْنٍ آنِيَةٍ&lt;br /&gt;لَّيْسَ لَهُمْ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ&lt;br /&gt;لَا يُسْمِنُ وَلَا يُغْنِي مِن جُوعٍ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Sudah datangkah kepadamu berita (tentang) hari pembalasan?&lt;br /&gt;Banyak muka pada hari itu tunduk terhina,&lt;br /&gt;bekerja keras lagi kepayahan,&lt;br /&gt;memasuki api yang sangat panas (neraka),&lt;br /&gt;diberi minum (dengan air) dari sumber yang sangat panas.&lt;br /&gt;Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri,&lt;br /&gt;yg tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [QS Al Ghaasyiya (88) ayat 1-7)&lt;br /&gt;Nah, sekarang marilah kita perhatikan dan renungkan. Ghasiyah itu dari sudut bahasa artinya malapetaka (bhs. Inggris : calamity). Yusuf Ali dan Dr M. Taquid-Din dan Dr. M Khan menterjemahkan “ghasiyah” itu dengan kata “kebanjiran bencana” (bhs. Inggris : overwhelming). Jadi kalau boleh saya menterjemahkan adalah sbb : “ Sudah datangkah berita (tentang) musibah, bencana atau malapetaka ? Pada hari itu banyak muka tunduk terhina yang sedang bekerja keras lagi kepayahan ( laboring hard, weary) terbakar api yang membakar (hamiyah = burning), diberikan air yang panas, tidak diberi makan kecuali makanan “Dhari’ yang pahit (Yusuf Ali menterjemahkan “bitter Dhari’) yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar.&lt;br /&gt;Kalimat “Tasla naran hamiyatan” bukan berarti memasuki api yang sangat panas, tetapi “terbakar api yang membakar”. Kata “memasuki api” dengan “terbakar api” tentunya beda maknanya. Ayat 1-7 ini menggambarkan keadaan orang yang kena musibah. Orang dengan muka tertunduk terhina yang sedang bekerja keras lagi kepayahan dan terbakar panas dari terik matahari. Saking teriknya minumanpun menjadi panas dan makananpun terasa duri serta tidak menggemukkan dan menghilangkan lapar. Kadangkala keadaan ini juga sudah di alami atau diderita oleh seorang anak yang baru lahir dari seorang ibu yang rumahnya di bawah jembatan dan sebagainya.&lt;br /&gt;Ini terjadi tentunya di bumi. “Nar” ini bukan di alam ruh, tetapi “Nar” ini berada di bumi. Indikasi ini juga dapat dilihat dalam hadits dari Abu Hurairah. Rasul sedang menjenguk seseorang yang sedang sakit demam yang disertai Abu Hurairah. Kemudian Rasul bersabda &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Bergembiralah karena Allah Azza wa Jalla berfirman, “ Inilah nar-Ku (neraka-Ku). Aku menganjurkannya menimpa hamba-Ku yang Mukmin di DUNIA, agar dia jauh dari “Nar” (neraka) pada hari akhirat (pada akhir-nya )&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [ Ditakhrij Ahmad, Ibnu Majah dan Al Hakim dan disahihkan oleh Al Bany dalam “Silsilatul Ahaditsish Shahihah nomor 557]&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan bahwa sakit demam (panas-dingin) itu sama dengan juga terbakar api atau Allah menimpakan “Nar” kepada hamba –Nya sehingga sakit demam. Jadi “Nar” itu adalah api yang membakar dalam diri manusia. Termasuk juga “Nar” yang diterangkan juga pada surat Al Humazah ayat 6-7.&lt;br /&gt;Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-6503298577818991833?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/6503298577818991833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=6503298577818991833&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6503298577818991833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6503298577818991833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/11/apa-arti-musibah-bagi-manusia-2.html' title='Apa Arti Musibah Bagi Manusia ? (2)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-8496684041771678906</id><published>2008-11-04T18:15:00.000-08:00</published><updated>2008-11-04T18:19:33.977-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tiupan Sangkakala'/><title type='text'>Bila Tiupan Sangkakala Berbunyi ? (3)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di dalam tulisan terdahulu “Bila Tiupan Sangkakala Berbunyi (2)”, saya mengatakan bahwa ada dua jenis tiupan sangkakala pertama. Yang pertama, ketika sangkakala pertama itu ditiupkan, maka segala sesuatu yang ada dilangit dan dibumi ini binasa atau mati kecuali siapa yang dikehendaki Allah &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;[QS Az Zumar (39) ayat 68].&lt;/span&gt; Artinya pada saat pertama sangkakala ditiup, tidak semuanya binasa atau mati tetapi ada yang masih hidup. . Yang kedua, segala sesuatu yang ada di langit dan dibumi hancur ketika sangkakala ditiupkan pertama kali. &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;[QS Al Haaqqah (69) ayat 13-16].&lt;/span&gt; Artinya segala sesuatu pasti binasa kecuali wajah Allah &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;[QS Al Qashash (28) ayat 88].&lt;/span&gt; Dan pada tulisan itu, saya menyimpulkan bahwa sangkakala ditiupkan bukan berarti pada saat kehancuran alam semesta saja tetapi juga pada saat kematian seseorang atau sebagian penduduk langit dan bumi.&lt;br /&gt;Sebenarnya kesimpulan yang saya ambil ketika itu sebenarnya ada 3(tiga) tiupan sangkakala pertama. Yaitu bahwa sangkakala ditiupkan itu dapat menjadikan kehancuran semesta alam dan dapat menjadikan kematian pada sebagian penduduk langit dan bumi serta menjadikan kematian seseorang. Nah, ternyata di dalam Al Qur’an juga menunjukkan adanya tiupan sangkakala pertama yang dapat menyebabkan kematian seseorang saja.&lt;br /&gt;Cobalah simak dan perhatikan ayat-ayat Al Qur’an berikut ini. Ayat ini menunjukkan bahwa setelah terjadi sakaratul maut atau menjelang kematian seseorang, maka ditiupkanlah sangkakala sehingga seseorang itu benar-benar binasa atau mati.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;وَجَاءتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنتَ مِنْهُ تَحِيدُ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ذَلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wajaat sakratu almawti bialhaqqi thalika ma kunta minhu taheedu.&lt;br /&gt;Wanufikha fee alssoori thalika yawmu alwaAAeedi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;And the stupor of death will come in truth: "This is what you have been avoiding!" And the Trumpet will be blown, that will be the Day whereof warning (had been given) (i.e. the Day of Resurrection).&lt;span style="color:#3366ff;"&gt; [QS Qaaf (50) ayat 19-20].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat-ayat  ini sangatlah terang menjelaskan bahwa orang akan mati setelah ditiupkan sangkakala. Dan kemudian diri (nafs) tersebut datang menghadap kehadirat Ilahi dengan diiringi oleh malaikat pengiring dan penyaksi &lt;span style="color:#3366ff;"&gt;[QS Qaaf (50) ayat 21].&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-8496684041771678906?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/8496684041771678906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=8496684041771678906&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/8496684041771678906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/8496684041771678906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/11/bila-tiupan-sangkakala-berbunyi-3.html' title='Bila Tiupan Sangkakala Berbunyi ? (3)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-7858860181361517701</id><published>2008-11-03T23:01:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T23:14:54.212-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Musibah'/><title type='text'>Apa Arti Musibah Bagi Manusia ? (1)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Orang biasa mengatakan bahwa musibah itu merupakan sesuatu bencana atau bala yang menimpa manusia. Sekecil apapun yang mencelakakan, membahayakan yang menimpa manusia itu disebut dengan musibah. Apakah itu kekalahan perang [QS Ali Imran (3)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayat 165], kecelakaan dalam perjalanan sampai meninggal [QS Al Maa’idah (5) ayat 106] dan walaupun sekedar hanya lampu mati, ucapkanlah&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; kalimat istirjaa ( kembali kepada Allah )&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;" lang="AR-SA"&gt;الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُم مُّصِيبَةٌ قَالُواْ إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّـا إِلَيْهِ رَاجِعونَ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 24pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Allatheena itha asabathum museebatun qaloo inna lillahi wainna ilayhi rajiAAoona &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(79, 129, 189);" lang="EN-GB"&gt;(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;[QS Al Baqarah (2) ayat 156]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Apakah musibah ini dapat dikatakan sebagai adzab ? Sebelum menjelaskan tentang hubungan adzab dan musibah, sesungguhnya adzab itu dalam arti bahasa adalah “menghalangi seseorang dari makan dan minum” atau “ perbuatan memukul seseorang” dan juga bisa berarti “keadaan yang memberati pundak seseorang”. Dengan demikian adzab itu adalah segala sesuatu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang menimbulkan kesulitan atau menyakitkan dan memberatkan beban jiwa dan atau fisik. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, adzab itu adalah siksa Tuhan yang diganjarkan kepada manusia yang melanggar larangan agama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Musibah itu tidak akan terjadi bila tidak ada izin Allah. Kalau musibah itu terjadi, maka pasti Allah telah memberikan izin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;" lang="AR-SA"&gt;مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 24pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Ma asaba min museebatin illa biithni Allahi waman yumin biAllahi yahdi qalbahu waAllahu bikulli shayin AAaleemun &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(79, 129, 189);" lang="EN-GB"&gt;Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;. [QS At Taghaabun (64) ayat 11]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Mengapa Allah mengizinkan musibah itu terjadi dan menimpa manusia&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;?&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;. Karena manusia itu telah melakukan dan berbuat dosa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;" lang="AR-SA"&gt;وَأَنِ احْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ اللّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَن يَفْتِنُوكَ عَن بَعْضِ مَا أَنزَلَ اللّهُ إِلَيْكَ فَإِن تَوَلَّوْاْ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللّهُ أَن يُصِيبَهُم بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Waani ohkum baynahum bima anzala Allahu wala tattabiAA ahwaahum waihtharhum an yaftinooka AAan baAAdi ma anzala Allahu ilayka fain tawallaw faiAAlam annama yureedu Allahu an yuseebahum bibaAAdi thunoobihim wainna katheeran mina alnnasi lafasiqoona &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(79, 129, 189);"&gt;), MAKA KETAHUILAH BAHWA SESUNGGUHNYA ALLAH MENGHENDAKI AKAN MENIMPAKAN MUSHIBAH KEPADA MEREKA DISEBABKAN SEBAHAGIAN DOSA-DOSA MEREKA.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. [QS Al Maidah (5) ayat 49]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Nah, musibah yang ditimpakan kepada manusia itu adalah adzab atau siksa yang diganjarkan kepada manusia yang telah melakukan pe&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;r&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;buatan dosa.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Adzab itu dapat berupa hujan batu kerikil, suara keras yang mengguntur, dibenamkan ke dalam bumi dan ditenggelamkan ke dalam air dan lain sebagainya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;" lang="AR-SA"&gt;فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنبِهِ فَمِنْهُم مَّنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُم مَّنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُم مَّنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُم مَّنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 24pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black;" lang="EN-GB"&gt;Fakullan akhathna bithanbihi faminhum man arsalna AAalayhi hasiban waminhum man akhathathu alssayhatu waminhum man khasafna bihi alarda waminhum man aghraqna wama kana Allahu liyathlimahum walakin kanoo anfusahum yathlimoona &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="color: rgb(84, 141, 212);" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(84, 141, 212);" lang="EN-GB"&gt;Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;[QS Al Ankabut (29) ayt 40].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Adakalanya orang itu tidak merasa berdosa atau tidak melakukan dosa apapun di bumi ini, tetapi kemudian datang musibah yang menimpanya. Misalnya, seorang anak balita bermain-main di depan rumahnya tiba-tiba truk menyelonong masuk halaman dan menabrak anak balita itu hingga mati. &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Adapula anak beserta keluarganya tertimpa musibah banjir atau gempa bumi, dia tinggal sendiri di dunia ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bila peristiwa ini tidak dijelaskan secara memadai akan timbul persepsi yang keliru terhadap Tuhan, sehingga muncullah lagu yang dibawakan Desy Ratnasari yang mengatakan takdir itu kejam. Dan banyak &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;orang yang &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;keliru sangka kepada Tuhan. Banyak orang yang memberikan atribut atau sebutan kepada Tuhan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa Tuhan itu penyiksa dan Maha Kejam&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Apakah benar seandainya terjadi musibah misalnya, gempa bumi, angin topan, banjir bandang, tsunami itu disebabkan oleh Allah ?. Apakah Allah yang menimpakan semua musibah itu kepada manusia? Apakah Allah sekejam itu ? Tidak, kata Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 24pt;" lang="AR-SA"&gt;وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِن كَانُوا أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(84, 141, 212);" lang="EN-GB"&gt;dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;[QS Al Ankabut (29) ayt 40].&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Allah itu tidak sewenang-wenang. Allah itu adalah Tuhan yang maha pengasih dan penyayang. Allah tidak mungkin menimpakan musibah atau adzab kepada manusia yang tidak bersalah atau yang tidak berdosa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;" lang="AR-SA"&gt;وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 24pt;" lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Wama asabakum min museebatin fabima kasabat aydeekum wayaAAfoo AAan katheerin &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(84, 141, 212);" lang="EN-GB"&gt;Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; [QS Asy Syuura (42) ayat 30]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Nah, apapun musibah apakah itu kecelakaan, penderitaan, banjir, gempa bumi, tsunami maupun angin topan yang menimpa manusia itu disebabkan dosa yang diperbuat oleh manusia itu sendiri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Apakah orang yang meninggal atau menderita akibat tsunami atau gempa bumi, semuanya telah berbuat dosa ? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 24pt;" lang="AR-SA"&gt;فَإِن تَوَلَّوْاْ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللّهُ أَن يُصِيبَهُم بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: rgb(79, 129, 189);" lang="EN-GB"&gt;MAKA KETAHUILAH BAHWA SESUNGGUHNYA ALLAH MENGHENDAKI AKAN MENIMPAKAN MUSHIBAH KEPADA MEREKA DISEBABKAN SEBAHAGIAN DOSA-DOSA MEREKA.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt; [QS Al Maidah (5) ayat 49]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Apakah Anda tidak percaya ? Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-7858860181361517701?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/7858860181361517701/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=7858860181361517701&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/7858860181361517701'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/7858860181361517701'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/11/apa-arti-musibah-bagi-manusia-1.html' title='Apa Arti Musibah Bagi Manusia ? (1)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-5223892578316078875</id><published>2008-10-22T23:21:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T23:57:41.728-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Malaikat dan Jin'/><title type='text'>Mengapa Malaikat dan Iblis Harus Bersujud Kepada Manusia ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Sejak dulu sampai sekarang, sebelum menulis artikel ini, saya selalu bertanya-tanya mengapa malaikat dan iblis dari bangsa jin harus bersujud kepada manusia ? Dalam terjemahan al qur’an Departemen Agama RI, sujud itu berarti menghormati dan memuliakan Adam, bukanlah sujud berarti memperhambakan diri, karena sujud memperhambakan diri itu hanyalah semata-mata kepada Allah. Terus terang saja saya masih bertanya-tanya. Kalau sujud itu dalam arti menghormati mengapa kata yang dipakai “ &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;asjuduu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;" = sujudlah, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;bow down, prostrate, worship&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; “ ? Mengapa tidak menggunakan kata “ &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;qodaruu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; = menghormati, menghargai, &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;appreciate &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;” ? Seperti dalam surat Al An’am (6) ayat 91 &lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“…. Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya,……”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. Saya percaya bahwa dengan menggunakan kata “sujud” itu pasti Allah mempunyai maksud tertentu yang harus direnungkan. Seandainya Allah tidak meniupkan Ruh-Nya kepada manusia, apa jadinya manusia ?. Bisa jadi bayi itu tetap tumbuh dan menjadi dewasa. Bisa jadi mempunyai mata tetapi tidak bisa melihat. Punya telingan tetapi tidak bisa mendengar. Punya otak tetapi tidak bisa berfikir.Bisa jalan tetapi tidak punya kehendak. Jadi manusia hidup itu seperti tanaman dan binatang. Nah, apa yang membedakan tanaman dan binatang dengan manusia ? Rahmat Allah yang berupa Ruh-Nya. Dengan ditiupkan Ruh-Nya, Ruh milik Allah kepada manusia, maka sebagian sifat-sifat Allah dan sifat yang tercermin dari Asma (nama) Allah itu menurun kepada manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُ سَاجِدِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faitha sawwaytuhu wanafakhtu feehi min roohee faqaAAoo lahu sajideena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. [QS Al Hijr (15) ayat 29].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Hasan Asy’ari sifat Allah itu ada dua puluh sifat antara lain Qudrat = Berkuasa, Iradat = Berkehendak, Sama’ = Mendengar, Bashar = Melihat, Kalam = Berkata-kata. Dan asma Allah itu ada sembilan puluh sembilan (99) yang sangat penting. Dengan Ruh-Nya itu manusia bisa melihat, mendengar , berkuasa dan berkehendak serta mencipta. Walaupun manusia itu dapat berkuasa, berkehendak, melihat, mendengar dan berfikir, tetapi tidak dapat menyamai atau setara dengan Allah [QS Ikhlas (104) ayat 4] dan tetap berlainan dengan Penciptanya (mukhalafatuhu lil hawadits) yaitu Allah. Allah itu berkata-kata tetapi tidak seperti manusia berkata-kata. Allah itu melihat atau mendengar tetapi tidak seperti manusia melihat atau mendengar. Allah itu “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;laysa kamitslihi syai’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;” atau Allah itu tidak ada yang menyerupainya. Dalam bahasa Jawa, Allah itu “&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;tan kena kinoyo ngopo&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;” atau Allah itu tidak dapat dikatakan atau digambarkan seperti apa. Manusia dengan Ruh-Nya itulah sehingga Malaikat dan Iblis dari bangsa Jin harus bersujud kepada Manusia. Manusia bisa berkuasa, berkehendak dan berkreasi. Tetapi Malaikat dan Jin tidak, karena mereka hanya melakukan tugas sesuai dengan perintah yang telah ditentukan oleh Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُواْ لآدَمَ فَسَجَدُواْ إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waith qulna lilmalaikati osjudoo liadama fasajadoo illa ibleesa aba waistakbara wakana mina alkafireena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;. [QS Al Baqarah (2) ayat 34]&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;فَسَجَدَ الْمَلآئِكَةُ كُلُّهُمْ أَجْمَعُونَ&lt;br /&gt;ِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى أَن يَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ&lt;br /&gt;قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلاَّ تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ&lt;br /&gt;قَالَ لَمْ أَكُن لِّأَسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِن صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَإٍ مَّسْنُونٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fasajada almalaikatu kulluhum ajmaAAoona&lt;br /&gt;Illa ibleesa aba an yakoona maAAa alssajideena&lt;br /&gt;Qala ya ibleesu ma laka alla takoona maAAa alssajideena&lt;br /&gt;Qala lam akun liasjuda libasharin khalaqtahu min salsalin min hamain masnoonin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama- sama, kecuali iblis. Ia enggan ikut besama-sama (malaikat) yang sujud itu. Allah berfirman: "Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?" Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk"&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [QS Al Hijr (15) ayat 30-33]&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Iblis yang sombong itu ternyata lupa bahwa didalam diri manusia itu Ruh milik Allah. Manusia tidak perlu takut kepada Iblis dari bangsa Jin, karena sesungguhnya mereka harus bersujud kepada manusia.&lt;br /&gt;Wa llahu ‘alam bis shawab&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-5223892578316078875?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/5223892578316078875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=5223892578316078875&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/5223892578316078875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/5223892578316078875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/10/mengapa-malaikat-dan-iblis-harus.html' title='Mengapa Malaikat dan Iblis Harus Bersujud Kepada Manusia ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-1072093158961314180</id><published>2008-10-15T23:03:00.000-07:00</published><updated>2008-10-15T23:09:54.646-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sifat Dua Puluh'/><title type='text'>Seandainya Alam Semesta Tidak Diciptakan ?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dulu saya pernah berfikir atau berandai-andai. Mungkin juga ada orang yang memikirkan seperti saya. Seandainya alam semesta ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak diciptakan. Mungkin tidak ada manusia, tidak ada aku, juga tidak ada hewan dan tumbuh-tumbuhan. Suasananya suwung (bhs.jawa), tidak ada apa-apa, kosong. Bagi orang yang beragama tentunya yang ada adalah Tuhan. Dalam keadaan ini, Tuhan tidak dikenal. Lha wong yang ada hanya Tuhan, tentunya yang mengenal Tuhan ya Tuhan sendiri. Tuhan bersifat Qidam. Sifat Qidam artinya tidak ada yang mendahului Tuhan. Tuhan-lah yang pertama (prima causa), tidak ada yang mendahului. Tuhan tidak berawal (al-Awwal) dan Tuhan juga tidak berakhir (al-Akhir). Tuhan itu baqa’. Artinya Tuhan itu mempunyai sifat hidup yang tidak pernah berakhir. Tuhan adalah Dzat yang maha hidup. Kalau Dia berakhir, maka jelas bahwa Dia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak hidup. Dia tidak baqa’ artinya tidak hidup selamanya. Ini tidak sesuai dengan sifat-sifat Tuhan yang dua puluh, yangtelah dirumuskan oleh Ali ibnu Ismail Abu al-Hasan al-Asyari yang dikenal dengan al-Asyari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Sekarang saya baru tahu bahwa alam semesta , termasuk manusia, hewan dan tanaman, diciptakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar dapat mengenal Tuhan. Diciptakan alam semesta ini, agar Tuhan itu dikenal. Tidak ada alam semesta (manusia, hewan dan tanaman) yang diciptakan, maka tidak ada yang mengagungkan, memuji dan bertasbih kepada Tuhan. Alam semesta beserta isinya ternyata bertasbih kepada Tuhan. Semua yang ada di langit dan bumi apakah itu burung, gunung, tanaman dan manusia, semuanya mengagungkan, memuji dan bertasbih kepada Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Sabbaha lillahi ma fee alssamawati wama fee alardi wahuwa alAAazeezu alhakeemu &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: blue;" lang="EN-GB"&gt;Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;[QS Ash Shaff (61) ayat 1]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: blue;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;تُسَبِّحُ لَهُ السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ وَالأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ وَإِن مِّن شَيْءٍ إِلاَّ يُسَبِّحُ بِحَمْدَهِ وَلَـكِن لاَّ تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ إِنَّهُ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Tusabbihu lahu alssamawatu alssabAAu waalardu waman feehinna wain min shayin illa yusabbihu bihamdihi walakin la tafqahoona tasbeehahum innahu kana haleeman ghafooran &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: blue;" lang="EN-GB"&gt;Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;. [QS Al Israa’ (17) ayat 44]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt; &lt;/o:p&gt;أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يُسَبِّحُ لَهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالطَّيْرُ صَافَّاتٍ كُلٌّ قَدْ عَلِمَ صَلَاتَهُ وَتَسْبِيحَهُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ بِمَا يَفْعَلُونَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Alam tara anna Allaha yusabbihu lahu man fee alssamawati waalardi waalttayru saffatin kullun qad AAalima salatahu watasbeehahu waAllahu AAaleemun bima yafAAaloona &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: blue;" lang="EN-GB"&gt;Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya &lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="color: red;" lang="EN-GB"&gt;[1044]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span style="color: blue;" lang="EN-GB"&gt;, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;. [QS An Nuur (24) ayat 41]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: red;" lang="EN-GB"&gt;[1044] Masing-masing makhluk mengetahui cara shalat dan tasbih kepada Allah dengan ilham dari Allah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;Semuanya bertasbih. Artinya semua bergerak mengikuti perintah dan menuju kepada Tuhan. A&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;lam semesta ini diciptakan agar Tuhan itu dikenal&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;, s&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;ebagaimana yang disampaikan oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Nabi Muhammad dalam hadits qudsi sebagi berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Kuntu kanzan makhfiyan fa ahbabtu an u’rafa fakhalaqtu al khalqa fa bi ‘arafuni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: blue;" lang="IN"&gt;Aku harta yang tersembunyi. Dan Aku ingin dikenal, maka Aku ciptakan alam semesta sehingga dengannya mereka mengenal-Ku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="color: blue;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kalau saya simak hadits ini, maka Tuhan itu membutuhkan alam semesta agar Tuhan dapat dikenal. Nah, kalau alam semesta ini hancur seperti yang digambarkan dalam Al Qur’an Surat Al Waqi’ah, Al Haqqah, Al Qari’ah dan Al Qiyamah, maka alam semesta ini tentunya akan diciptakan lagi karena Tuhan itu baqa’. Tuhan itu hidup selamanya. Tuhan itu kekal selamanya. Sedangkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;alam semesta ini mempunyai sifat tidak kekal (fana), maka alam semesta ini pada waktu yang telah ditentukan pasti akan hancur. Jadi terjadi siklus penciptaan dan kehancuran alam semesta. Alam semesta diciptakan kemudian hancur, diciptakan lagi hancur lagi, diciptakan lagi hancur lagi, diciptakan lagi hancur lagi sampai yang dikehendaki Allah. Apakah siklus alam semesta ini terjadi selamanya ? Bisa jadi, karena berdasarkan hadits qudsi diatas, selama Tuhan itu ada (karena Tuhan tidak pernah berakhir (Al Akhir), maka siklus alam semesta akan terjadi. Karena Tuhan membutuhkan agar Tuhan dapat dikenal sehingga Tuhan dapat diagungkan, dipuji dan disucikan (tasbih).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Pada saat alam semesta (bumi dan langit) hancur, maka pada hari itu bumi diganti dengan bumi yang lain dan demikian pula langit. Dan bila bumi dan langit itu hancur, maka akan diganti lagi dan seterusnya sampai dikehendaki oleh Tuhan. Indikasi adanya pergantian atau penciptaan bumi dan langit dapat disimak pada ayat al Qur’an berikut ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;يَوْمَ تُبَدَّلُ الأَرْضُ غَيْرَ الأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ وَبَرَزُواْ للّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;Yawma tubaddalu alardu ghayra alardi waalssamawatu wabarazoo lillahi alwahidi alqahhari &lt;/span&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: blue;" lang="EN-GB"&gt;Pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-GB"&gt;On the Day when the earth will be changed to another earth and so will be the heavens, and they (all creatures) will appear before Allah, the One, the Irresistible. [QS Ibrahim (14) ayat 48]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: blue;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-1072093158961314180?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/1072093158961314180/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=1072093158961314180&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/1072093158961314180'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/1072093158961314180'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/10/seandainya-alam-semesta-tidak.html' title='Seandainya Alam Semesta Tidak Diciptakan ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-6046501960870523954</id><published>2008-10-06T17:45:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T17:56:06.132-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><title type='text'>Pembantu RT dan TKW bersabarlah !</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Di media cetak maupun elektronik sering kita dengar atau kita baca bahwa banyak pembantu rumah tangga yang dianiaya oleh majikannya. Ada yang disetrika, ada yang disiram air panas, ada pula yang sering dipukuli. Tentu bagi pembantu rumah tangga tidak dapat berbuat apa-apa, bahkan memperoleh  bulan-bulanan pukulan dan banyak pula mereka yang diperkosa, karena mereka tidak boleh keluar dari rumah majikannya. Mereka tidak bisa melarikan diri.  Demikian juga banyak kejadian sama di negara-negara lain tempat tenaga kerja wanita itu bekerja, apakah mereka berada di Hongkong, Korea, Malaysia, Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya.&lt;br /&gt;            Wahai, para pembantu rumah tangga atau tenaga kerja wanita bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar [QS Al An faal (8) ayat 46] dan jadikanlah shalat dan sabar sebagai penolongmu [QS Al Baqarah (2) ayat 45]. Kalau engkau berbuat dosa karena tidak sengaja dan karena kelaparan. Semoga Tuhan mengampunimu. Sesungguhnya Allah maha pengampun dan maha penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..............الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ فَإِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni'mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [QS Al Maidah (5) ayat 3].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Dan bagi majikan tidak takutkah kamu dengan adzab jahanam dan adzab yang menyala-nyala. Kenapa kamu menyiksa, menganiaya dan bahkan membunuh pembantu rumah tangga atau tenaga kerja wanita. Kenapa tidak kamu keluarkan mereka atau kamu kembalikan ke keluarganya bila engkau tidak cocok dengan pekerjaannya. Mengapa tidak mencari pembantu rumah tangga yang lain, yang lebih baik pekerjaannya ? Dari pada kamu diancam adzab yang membakar oleh Allah sebagaimana dalam Al Qur’an berikut ini. Bertobatlah !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ&lt;br /&gt;Inna allatheena fatanoo almumineena waalmuminati thumma lam yatooboo falahum AAathabu jahannama walahum AAathabu alhareeqi &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan&lt;span style="font-size:78%;color:#cc0000;"&gt;[1569]&lt;/span&gt; kepada orang-orang yang mu'min laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; [QS Al Buruuj (85) ayat 10] . Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;color:#cc0000;"&gt;[1569] Yang dimaksud dengan "mendatangkan cobaan" ialah, seperti menyiksa, mendatangkan bencana, membunuh dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-6046501960870523954?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/6046501960870523954/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=6046501960870523954&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6046501960870523954'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6046501960870523954'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/10/pembantu-rt-dan-tkw-bersabarlah.html' title='Pembantu RT dan TKW bersabarlah !'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-2313547289691564717</id><published>2008-09-20T04:37:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T04:39:15.095-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Dalam Al Qur&apos;an'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perspektif Islam'/><title type='text'>Manajemen Diri Dalam Perspektif Islam</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setiap orang harus mempunyai tujuan dalam hidupnya. Apakah kita sudah mempunyai tujuan dalam hidup ini ? Kenapa kita harus mempunyai tujuan (goal) ? Allah saja dalam menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar &lt;span style="color: blue;"&gt;[QS Al Jaatsiyah (45) ayat 22].&lt;/span&gt; Kita harus meniru sifat-sifat Allah. Kalau Allah saja mempunyai tujuan, maka kita harus menentukan tujuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar kita tahu arah yang harus dituju atau dicapai dalam hidup kita.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setelah menetapkan tujuan dengan benar sesuai dengan situasi dan kondisi setiap orang, maka tentunya kita &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;juga harus membuat suatu rencana hari esok dalam hidup kita. Apakah Allah juga mempunyai rencana-rencana yang lebih baik ?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Allah berfirman &lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;Dan Akupun membuat rencana&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan sebenar-benarnya” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[QS Ath Thaariq (86) ayat 16]&lt;i style=""&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt; Allah juga membuat rencana kenapa kita tidak ? Kita harus juga membuat rencana-rencana ( planning) dalam hidup kita agar dapat mencapai tujuan yang sudah kita tetapkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Rencana- rencana yang telah dibuat, perlu disiapkan segala sesuatunya untuk menyongsong hari esok. Rencana itu tidak akan berhasil tanpa ada sesuatu yang dipersiapkan. Kalau kita ingin lulus ujian misalnya, maka perlu dibuat rencana-rencana kapan harus belajar dan buku-buku dan peralatan tulis apa yang harus dibutuhkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Buku-buku yang akan dipelajari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan peralatan tulis harus dipersiapkan dengan baik. Sehingga pada saat kita &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;belajar, semua sudah tersedia dengan baik dan kelulusan ujian yang menjadi tujuan kita pasti akan tercapai. Kalau tidak tercapai bukan karena Allah tetapi karena dirimu sendiri yang belum optimal dalam melaksanakan rencana-rencan yang sudah ditetapkan. &lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri,…..”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;span style="color: blue;"&gt;[QS Asy Syuura (42) ayat 30]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Allah juga mengingatkan kita bahwa kita harus mempersiapkan diri untuk hari esok. Segala sesuatu apapun, kalau tidak disiapkan dengan baik, pasti akan terjadi kesulitan atau kesukaran pada saat melaksanakan sesuatu itu di kemudian hari. &lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[QS Al Hasyir (59) ayat 18].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Setelah rencana dan segalanya telah dipersiapkan, maka selanjutnya adalah mengatur (organizing). Langit dan bumi serta segala sesuatunya diantaranya, pasti akan terjadi kesimpang siuran, kalau tidak diatur oleh Allah.. Mestinya malam akan jadi siang. Waktunya siang bekerja, tiba-tiba jadi malam waktunya untuk tidur. Planet-planet juga akan saling bertubrukan kalau jalannya tidak datur oleh Allah. &lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“Sesungguhnya Allah kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan….”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; [QS Yunus (10) ayat 3] Rencana-rencana itu pun harus diatur. Rencana mana yang harus didahulukan dan siapa yang melaksanakannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Selanjutnya siapa yang diberikan tanggung jawab&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus menjalankan (actuating)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rencana yang telah ditetapkan. Rencana itu tidak akan ada artinya bila rencana itu dijalankan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Untuk menjalankan rencana agar mencapai tujuan yang diinginkan, maka kita hendaknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berusaha berkerja dengan optimal [QS Az Zumar (39) ayat 39]. Artinya, ketika kita mampu mengangkat 100 Kg, maka angkatlah 100 Kg. Jangan mengangkat hanya 10 Kg. Hendaklah berusaha bagi orang-orang yang bekerja [QS Ash Shaaffaat (37) ayat 61. Artinya ketika bekerja janganlah hanya sekedar bekerja tetapi berusahalah dengan penuh semangat. Kita juga harus bekerja, bekerja dan bekerja [QS Alam Nasyrah (94) ayat 7]. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Nah, sekarang ketika bekerja kita harus mengawasi diri kita sendiri apakah pekerjaan kita ini sesuai dengan rencana atau tidak agar dapat mencapai tujuan kita. Pekerjaan kita akan dilihat oleh Allah [QS At Taubah (9) ayat 105), oleh karena itu kita harus menghitung-hitung apakah pekerjaan kita ini sudah benar dan sesuai dengan rencana dan tujuan kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Suatu saat kita memang perlu menghitung-hitung (meng-hisab) apakah pekerjaan kita ini sudah sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Allah saja juga akan meng-hisab diri kita pada saat kita akan dibangkitkan&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;.” kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; [QS Al Ghaasyiyah (88) ayat 26]. Maka kita juga harus meng-hisab kita dan pekerjaan kita sebelum dihisab oleh Allah. Dengan demikian diharapkan tujuan (goal) kita dalam hidup ini dapat tercapai dengan baik. Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: blue;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-2313547289691564717?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/2313547289691564717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=2313547289691564717&amp;isPopup=true' title='40 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/2313547289691564717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/2313547289691564717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/09/manajemen-diri-dalam-perspektif-islam.html' title='Manajemen Diri Dalam Perspektif Islam'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>40</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-8433583976623108773</id><published>2008-09-20T04:34:00.000-07:00</published><updated>2008-09-20T04:37:14.071-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tiupan Sangkakala'/><title type='text'>Bila Tiupan Sangkakala Berbunyi ? (2)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tiupan sangkakala yang pertama terdapat dua jenis tiupan.Yang pertama, tiupan sangkakala, dimana segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi ini binasa atau mati kecuali siapa yang dikehendaki Allah &lt;span style="color: blue;"&gt;[QS Az Zumar (39) ayat 68]&lt;/span&gt;. Artinya pada saat pertama sangkakala ditiup, tidak semuanya binasa atau mati tetapi ada yang masih hidup. Yang kedua, tiupan sangkakala, dimana segala sesuatu yang ada di langit dan dibumi hancur &lt;span style="color: blue;"&gt;[QS Al Haaqqah (69) ayat 13-16]&lt;/span&gt;. Artinya segala sesuatu pasti binasa kecuali wajah Allah &lt;span style="color: blue;"&gt;[QS Al Qashash (28) ayat 88].&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Jadi sangkakala ditiupkan bukan berarti pada saat kehancuran alam semesta saja tetapi juga pada saat kematian seseorang atau sebagian penduduk langit dan bumi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Nah, sekarang apa yang terjadi ? Dimanakah mereka yang binasa atau mati itu berada ? Ruh mereka berada di alam barzakh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“&lt;span class="gen"&gt;Hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding (barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt; [QS Al Mu’minuun (23) ayat 99-100]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Pada saat di alam barzakh, ruh mereka diperlihatkan jannah dan nâr. Bagi ruh yang jahat atau buruk akan diperlihatkan nâr pagi dan petang [QS Al Mu’min (40) ayat 46]. Berapa lama ruh tinggal di alam barzakh ? Ruh mereka tinggal di alam barzakh sampai mereka dibangkitkan. Di alam barzakh tidak dikenal ruang dan waktu, sehingga ruh mereka dapat melihat jannah dan nâr.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Kemudian ditiup sangkakala itu ditiupkan sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu [QS Az Zumar (39) ayat 68]. ]. Kapan sangkakala itu ditiupkan yang kedua kali ?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Apakah harus menunggu hancurnya langit dan bumi (alam semesta) ?&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ternyata tidak ! Ternyata sangkakala kedua ditiupkan juga ketika kehancuran sebagian penduduk langit dan bumi. Lihat dan simak ayat dalam Surat Az Zumar (39) ayat 68.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ruh, di alam barzakh, dibawa ke hadapan Tuhan dengan berbaris (QS Al Kahfi[18] ayat 48). Ruh dan malaikat bershaf-shaf dan tidak berkata-kata(QS An Naba’[78] ayat 38). Tiap-tiap diri (ruh) didampingi oleh malaikat sebagai saksi (QS Qaf[50] ayat 21).&lt;span class="gen"&gt;Mereka dikumpulkan semua [QS Al Kahfi (18) ayat 99]. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Dan terang benderanglah bumi dengan cahaya Ilahi. Kemudian diberikanlah mereka sebuah “buku” dan didatangkanlah para Nabi dan saksi-saksi diberikan keputusan diantara mereka dengan adil ,sedang mereka tidak dirugikan [QS Az Zumar (39) ayat 69].&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Buku itu ada yang namanya “Illiyyin” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;[QS Al Muthaffifiin (83) ayat 18] yang diterima dengan tangan kanan. Mereka yang menerima buku itu (Illiyyin) termasuk golongan yang berada dalam kehidupan yang di ridhai Allah. Sedang buku yang lainnya namanya “Sijjin” [QS Al Muthaffifiin (83) ayat 7], yang diterima dengan tangan kiri. Mereka yang menerima buku “Sijjin” ini termasuk golongan yang menyesali perbuatannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dan setiap jiwa (ruh, diri) membayar atau memenuhi apa yang mereka telah kerjakan dan Dia (Allah) lebih mengetahui apa yang dikerjakan mereka. [QS Az Zumar (39) ayat 70]. Barang siapa yang berat timbangannya, mereka akan mendapat keberuntungan. Dan barang siapa yang ringan timbangannya, mereka akan mendapatkan kerugian [QS Al Mu’minuun (23) ayat 102-103]. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;Setelah di hisab, kemudian ruh (jiwa, diri) dipertemukan dengan tubuhnya (and &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;when the souls shall be joined with their bodies )&lt;span class="gen"&gt; [&lt;/span&gt;QS At Takwiiir(81) ayat 7]. Ruh itu kemudian dibangkitkan atau dihidupkan kembali dengan badan atau tubuh.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ini berarti badan atau tubuh seperti kita ini. Lha, kalau badan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seperti kita ini, maka tentunya dilahirkan kembali atau dibangkitkan di bumi seperti yang kita diami ini. Jannah dan nâr berarti juga di bumi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Di bangkitkan di bumi, karena sangkakala pertama yang ditiupkan itu tidak mengancurkan seluruh penduduk langit dan bumi (alam semesta). Jadi kebangkitan atau kelahiran kembali ini tidak menunggu kehancuran penduduk langit dan bumi (alam semesta).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bagaimana prosesnya ruh itu dipertemukan dengan tubuh atau badan. Prosesnya seperti penciptaan keturunan manusia seperti dalam Al Qur’an &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; As Sajdah (32) ayat 8-9.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“&lt;span class="gen"&gt;Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina, kemudian Dia (Allah) menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh -Nya dan Dia (Allah) menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur”. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Ruh (jiwa, diri) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;itu tidak dibangkitkan atau dilahirkan kembali dengan tubuhnya yang lama atau tubuh sebelumnya. Coba perhatikan ayat Al Qur’an berikut ini,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan, untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kembali (kelak) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.”&lt;/i&gt; [QS Al Waaqi’ah (56) ayat 60-61] &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;Dalam bahasa Inggris, dapat dibaca sebagai berikut;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;“&lt;/span&gt;We have decreed death to you all, and We are not unable, To transfigure you and create you in (forms) that you know not. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dengan demikian manusia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu diciptakan lagi atau dilahirkan kembali (dibangkitkan) dengan rupa (bentuk roman) yang tidak sama dengan sebelumnya. Jadi tidak dibangkitkan atau dilahirkan kembali dengan bentuk tubuh sebelumnya atau yang lama. Kalau ruh itu banyak dosanya, maka akan dipertemukan dengan tubuh yang cacat atau tubuh yang menderita. Dan kalau ruh itu banyak amalnya, maka akan dipertemukan dengan tubuh atau badan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Perhatikan ayat dalam Al Qur’an &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;surat&lt;/st1:City&gt;&lt;/st1:place&gt; Al Mu’minuun (23) ayat 104 dalam bahasa Inggris.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;“The Fire will burn their faces, and they will therein grin, with their lips displaced.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Artinya, Nâr (di bumi) akan membakar wajah mereka dan mereka menyeringai dengan bibir yang cacat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Nâr itu pasti berada di bumi. Kalau nâr itu sungguh merupakan api yang menyala-nyala, tidak perlu orang itu dicacatkan lagi. Dengan dimasukkan kedalam api yang menyala-nyala, pasti akan hancur lebur jadi debu seperti orang dikremasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Wa llahu alam bish shawab&lt;b style=""&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-8433583976623108773?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/8433583976623108773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=8433583976623108773&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/8433583976623108773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/8433583976623108773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/09/bila-tiupan-sangkakala-berbunyi-2.html' title='Bila Tiupan Sangkakala Berbunyi ? (2)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-6737047564603801580</id><published>2008-09-12T02:12:00.000-07:00</published><updated>2008-09-12T02:15:58.928-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tiupan Sangkakala'/><title type='text'>Bila Tiupan Sangkakala Berbunyi ? (1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada saat sangkakala ditiupkan pertama kali [QS Al Haaqqah(69) ayat 13], maka diangkatlah bumi dan gunung-gunung sehingga hancur [QS Al Haaqqah(69) ayat 14]. Pada hari ini terjadi bencana keruntuhan atau kehancuran 1) [ QS Al Haaqqah(69) ayat 15]. Langit menjadi lemah dan terbelah [QS Al Haaqqah(69) ayat 16]. Kehancuran bumi dan langit (alam semesta) pasti terjadi. Penciptaan langit dan bumi telah ditentukan periode ‘ajalnya atau waktunya [QS Al Ahqaaf (46) ayat 3]. Tiap sesuatu pasti binasa kecuali wajah Allah [QS Al Qashash (28) ayat 88]. Artinya seluruh alam semesta akan binasa atau hancur. Apakah itu manusia, hewan atau tumbuh-tumbuhan, bermilyar bintang atau planet, bermilyar Nebula atau Gucci semuanya akan hancur. Yang ada, hanya Dia yang maha besar, yaitu Allah.&lt;br /&gt;Apakah tiupan sangkakala pasti menunjukkan adanya kehancuran alam semesta dan semua binasa kecuali wajah Allah ? Mungkin tidak. Marilah kita simak dan cermati ayat-ayat al Qur’an sebagai berikut :&lt;br /&gt;Az-Zumar (39)&lt;br /&gt;-Ayat 68-&lt;br /&gt;وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَاء اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُم قِيَامٌ يَنظُرُونَ&lt;br /&gt;Wanufikha fee alssoori fasaAAiqa man fee alssamawati waman fee alardi illa man shaa Allahu thumma nufikha feehi okhra faitha hum qiyamun yanthuroona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An Naml (27)&lt;br /&gt;-Ayat 87-&lt;br /&gt;وَيَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَاء اللَّهُ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ&lt;br /&gt;Wayawma yunfakhu fee alssoori fafaziAAa man fee alssamawati waman fee alardi illa man shaa Allahu wakullun atawhu dakhireena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat 68 surat Az Zumar (39) diatas dapat dijelaskan bahwa ketika ditiup sangkkala itu ternyata masih ada yang tidak binasa atau tidak mati, baik di bumi maupun yang di langit. Ini mengindikasikan bahwa ketika sangkakala ditiup masih ada manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan yang hidup. Demikian juga bintang dan planet yang dilangit juga masih hidup, artinya belum hancur. Dari ayat 87 surat An Naml (27) juga dapat dijelaskan bahwa ketika sangkakala ditiup itu masih ada makhluk yang tidak terkejut.&lt;br /&gt;Nah, sangkkala ini ditiup tidak mesti berkaitan dengan kehancuran alam semesta, tetapi bisa jadi juga terjadi sebelum hari kehancuran alam semesta. Kalau begitu, kapan sangkkala ditiup sebelum hari kehancuran alam semesta ? Ketika sangkakala ditiup, terjadilah gempa bumi di laut dekat wilayah Aceh sehingga terjadi tsunami (sebagai contoh). Siapakah yang terkejut [QS An Naml(27) ayat 87] ? Dan siapa yang mati atau binasa ? Yang terkejut hanya orang-orang , hewan dan tumbuhan di wilayah Aceh dan sekitarnya serta wilayah di Thailand. Demikian pula yang mati dan meninggal tidak di seluruh alam semesata tetapi hanya di daerah atau wilayah tertentu saja. Artinya, terkejut adalah orang berlarian tidak tentu arah untuk menghindari tsunami, tidak tahu sanak keluarga, yang penting bisa menyelamatkan dirinya sendiri. Ia sudah merasa menggendong anaknya, ternyata yang digendong adalah guling. Sedang yang berada di sebagaian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi tidak terkejut dan tidak mati atau binasa terkena gempa atau tsunami. Ini menunjukan bahwa walaupun ditiup sangkakala, tidak semuanya yang di bumi dan di langit terkejut dan juga tidak semuanya mati atau binasa. Tiupan sangkakala yang pertama ini menunjukkan kebinasaan atau kematian secara kolosal. Apakah setiap kematian seseorang juga ditiupkan sangkakala yang pertama. Bisa jadi, karena pada saat sangkakala ditiup, maka pada saat itu bisa jadi beribu-ribu orang meninggal atau binasa. Sebagai contoh, seperti yang disampaikan Dr Robert Kim Farley bahwa berdasarkan hasil penelitian (WHO, 1998) bahwa setiap tahun lebih dari 3,5 juta orang meninggal karena merokok, atau rata-rata ada 10.000 kematian per hari. (&lt;a href="http://www.suaramerdeka.com/"&gt;http://www.suaramerdeka.com/&lt;/a&gt;). Di Indonesia menurut laporan Badan Khusus Pengendalian Tembakau Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (TCSC- IAKMI) diperkirakan 427.948 kematian pertahunnya atau dalam sehari ada sekitar 1.172 orang meninggal karena rokok. (&lt;a href="http://www.dakwatuna.com/"&gt;http://www.dakwatuna.com/&lt;/a&gt; ). Data dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), setiap hari terdapat 28.000 orang mati karena kelaparan.(&lt;a href="http://www.kabarindonesia.com/"&gt;http://www.kabarindonesia.com/&lt;/a&gt;). Dalam catatan UNFPA, diperkirakan pada setiap tahun, sekitar 500.000 perempuan di dunia meninggal karena gangguan-gangguan yang berkaitan dengan kehamilan. Jika dihitung per-hari, maka setiap hari, sebanyak 1500 perempuan meninggal karena gangguan kehamilan.(&lt;a href="http://www.rahima.or.id/"&gt;http://www.rahima.or.id/&lt;/a&gt;). Belum lagi orang yang meninggal disebabkan perang atau penyakit jantung, kangker, liver dan lain-lain. Bisa jadi yang meninggal atau binasa pada suatu saat itu beribu-ribu orang-orang, hewan dan tumbuh-tumbuhan serta bintang maupun planet yang telah menjadi meteor.&lt;br /&gt;Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;br /&gt;1)(al waaqi’ah =bencana, keruntuhan) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-6737047564603801580?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/6737047564603801580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=6737047564603801580&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6737047564603801580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6737047564603801580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/09/bila-tiupan-sangkakala-berbunyi-1.html' title='Bila Tiupan Sangkakala Berbunyi ? (1)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-559999241515286724</id><published>2008-09-07T00:39:00.000-07:00</published><updated>2008-09-07T00:43:37.569-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taqwa'/><title type='text'>Bagaimana Untuk Dapat Mencapai Derajat Taqwa ?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Banyak orang mungkin bertanya, bagaimana caranya agar dapat mencapai derajat taqwa. Sangat mudah sebenarnya, yaitu melatih diri untuk melaksanakan kriteria-kriteria orang yang bertaqwa. Secara teori memang gampang atau sangat mudah, tetapi dalam praktek sangatlah tidak mudah. Pelaksanaan kriteria taqwa ini tidak berkaitan dengan pikiran tetapi menyangkut masalah hati. Misalnya, belajar memberikan infaq. Kita sudah tahu bahkan mengerti bahwa kalau memberikan infaq, maka infaq itu akan dikembalikan lagi kepada kita berlipat ganda. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Perumpamaan infaq yang dikeluarkan oleh orang-orang yang meng-infaq-kan hartanya di jalan Allah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui [QS Al Baqarah (2) ayat 261]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:130%;"&gt;مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ وَاللّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style=""&gt;Mathalu allatheena yunfiqoona amwalahum fee sabeeli Allahi kamathali habbatin anbatat sabAAa sanabila fee kulli sunbulatin miatu habbatin waAllahu yudaAAifu liman yashao waAllahu wasiAAun AAaleemun &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Apakah hati kita tergerak untuk memberikan infaq, belum tentu kenyataannya. Mungkin hati kita akan berkata bahwa sayang kalau uang kita digunakan infaq. Lebih baik digunakan untuk membeli yang lain yang akan memuaskan keinginan kita. Nah, bagaimana untuk menggugah hati kita sehingga kita mudah memberi kepada orang lain, menahan marah, mudah memaafkan kesalahan orang lain, tepat waktu shalat dan lain sebagainya.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Ada cara yang manjur,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang disampaikan oleh Allah dalam QS Al Baqarah (2) ayat 183.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:130%;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ya ayyuha allatheena amanoo kutiba AAalaykumu alssiyamu &lt;st1:place st="on"&gt;kama&lt;/st1:place&gt; kutiba AAala allatheena min qablikum laAAallakum tattaqoona &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Puasa itu di perintahkan kepada orang-orang beriman oleh Allah agar orang-orang yang beriman itu menjadi orang-orang yang bertaqwa. Puasa dalam Islam bermacam-macam. Puasa Ramadhan (puasa dalam bulan Ramadhan), Puasa Daud (puasa sehari buka sehari), Puasa Senin-Kamis, Puasa Kifarat (puasa karena telah melakukan pelanggaran), Puasa Putih (puasa setiap bulan pada tanggal 13,14 dan 15 menurut penanggalan hijri), Puasa Syawal (puasa enam hari dalam bulan Syawal) dan lain sebagainya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Ramadhan mempunyai arti membakar atau mengasah. Artinya pada bulan Ramadhan digunakan untuk mengasah hati melalui puasa agar hati tidak menjadi keras tetapi menjadi lemah lembut. Sehingga nanti pada saat kembali kepada Tuhan, maka Tuhan memanggil kita dengan panggilan yang indah. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:130%;"&gt;يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:130%;"&gt;ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:130%;"&gt;فَادْخُلِي فِي عِبَادِي &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:130%;"&gt;وَادْخُلِي جَنَّتِي &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: times new roman;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ya ayyatuha alnnafsu almutmainnatu &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: times new roman;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;IrjiAAee ila rabbiki radiyatan mardiyyatan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: times new roman;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Faodkhulee fee AAibadee &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; font-family: times new roman;" align="right"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Waodkhulee jannatee &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Hai jiwa yang tenang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;masuklah ke dalam syurga-Ku&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Dengan puasa, orang dapat mengendalikan diri dalam kebutuhan-kebutuhan kelezatan jasmani yang mendasar (makan, minum dan seks). Puasa merupakan perang yang sangat dahsyat, perang melawan atau mengendalikan hawa nafsu. Mengendalikan nafsu amarah sehingga dapat menahan nafsu. Dengan puasa hati menjadi lembut, sehingga tergerak untuk membantu orang miskin dan anak yatim piatu. Dengan puasa, kita dapat mengendalikan diri untuk melaksanakan apa yang diperintah oleh Allah dan menjahui larangan-larangan-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-559999241515286724?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/559999241515286724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=559999241515286724&amp;isPopup=true' title='22 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/559999241515286724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/559999241515286724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/09/bagaimana-untuk-dapat-mencapai-derajat.html' title='Bagaimana Untuk Dapat Mencapai Derajat Taqwa ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>22</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-5990716438717114308</id><published>2008-09-06T21:21:00.000-07:00</published><updated>2008-09-06T21:26:16.662-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taqwa'/><title type='text'>Janji Allah Terhadap Orang Yang Bertaqwa</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Apakah ada untungnya bagi orang bertaqwa ? Kalau dilihat salah satu kriteria orang yang bertaqwa, secara logika banyak untungnya. Misalnya, kriteria orang bertaqwa itu adalah berbuat kebajikan. Bagi orang yang berbuat baik atau berbuat kebajikan, tentunya mereka melakukan sesuatu pasti dengan baik. Mereka belajar dengan baik, bekerja dengan baik, berusaha dengan baik, berdagang dengan baik, berjualan dengan baik dan lain sebagainya, pasti akan membuahkan kebaikan. Sebagai contoh, bila mereka belajar dengan baik pasti hasilnya lulus ujian dengan baik. Bila mereka bekerja dengan baik, pasti mereka akan mendapatkan posisi atau promosi jabatan yang baik. Bila mereka berusaha, berdagang dan berjualan dengan baik, pasti akan memperoleh keuntungan dengan baik. Kalau mereka berbuat baik dengan orang lain, pasti orang itu akan berbuat baik juga dengan mereka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Nah, bagaiman janji Allah dalam Al Qur’an bagi orang-orang yang bertaqwa ? Apakah Allah menepati janji-Nya ? Pasti Allah tidak akan pernah melanggar janji-Nya [QS &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ali Imran (3) ayat 194 ] “&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat&lt;/span&gt;. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Janji Allah terhadap orang yang bertaqwa dapat disimak dalam Al Qur’an adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:130%;"&gt;يِا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إَن تَتَّقُواْ اللّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَاناً وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ya ayyuha allatheena amanoo in tattaqoo Allaha yajAAal lakum furqanan wayukaffir AAankum sayyiatikum wayaghfir lakum waAllahu thoo alfadli alAAatheemi &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada ALlah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan . Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;b style=""&gt;[ QS Al Anfaal (8) ayat 29 ] &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Diberikan Furqaan artinya orang yang bertaqwa itu dapat membedakan yang baik dan yang buruk; yang haq dan yang bathil. Bila mereka dapat membedakan yang baik dan yang buruk, maka mereka dapat memilih berbuat yang baik saja. Dengan berbuat yang baik, pasti akan menghasilkan atau membuahkan kebaikan pula yang lebih baik. Melakukan penelitian (riset) dengan baik, pasti akan menghasilkan temuan (inovasi) yang baik pula, yang dapat berguna untuk dirinya sendiri (yang berupa hak paten) atau bermanfaat bagi masyarakat banyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36pt; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Orang yang beriman dan bertaqwa itu pasti tidak mengalami kekuatiran dan kesedihan, karena yang dilakukan orang bertaqwa itu selalu menghasilkan atau membuahkan kebaikan dan keuntungan. Tidak mungkinlah mereka merasa kuatir dan bersedih hati sebagaimana yang disampaikan dalam QS Yunus (10) ayat 62-63.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:130%;"&gt;أَلا إِنَّ أَوْلِيَاء اللّهِ لاَ خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:130%;"&gt;الَّذِينَ آمَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُون &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ala&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; inna awliyaa Allahi la khawfun AAalayhim wala hum yahzanoona &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Allatheena amanoo wakanoo yattaqoona &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sungguh sangat luar biasa bahwa orang-orang bertaqwa itu diberikan solusi atau jalan keluar dan diberikan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Bagaimana tidak ? Mereka berbuat kebaikan dimana-mana, memberikan infak dimana-mana, tidak pernah marah dan selalu mudah memberi maaf kepada siapapun. Alangkah sangat indahnya wajah orang yang benar-benar Islam. Mereka pasti di berikan pertolongan dimana-mana karena kebaikan mereka. &lt;b style=""&gt;Siapa menebar kebaikan pasti akan menuai kebaikan pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:130%;"&gt;وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:130%;"&gt;وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;……………………………………… waman yattaqi Allaha yajAAal lahu makhrajan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Wayarzuqhu min haythu la yahtasibu waman yatawakkal AAala Allahi fahuwa hasbuhu inna Allaha balighu amrihi qad jaAAala Allahu likulli shayin qadran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;……………………………………….Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;[QS Ath Thalaaq (65) ayat 2-3]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Dan yang paling luar biasa bagi orang yang bertaqwa adalah tempatnya adalah Jannah dan sungai-sungai yang merupakan tempat yang disenangi nanti setelah kembali di sisi Allah Tuhan yang berkuasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:130%;"&gt;إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَهَرٍ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:130%;"&gt;فِي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِندَ مَلِيكٍ مُّقْتَدِرٍ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Inna almuttaqeena fee jannatin wanaharin &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Fee maqAAadi sidqin AAinda maleekin muqtadirin &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: times new roman;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;di tempat yang disenangi &lt;sup&gt;[1442]&lt;/sup&gt; di sisi Tuhan Yang Berkuasa. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;[QS Al Qamar (54) ayat 54-55]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span  lang="IN"  style="font-size:130%;color:blue;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Sungguh, tidakkah kita berusaha untuk mencapai tingkat taqwa sehingga Allah memudahkan jalan keluar, rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka dan sehingga tidak ada kekuatiran dan kesedihan? Marilah kita bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:130%;"&gt;Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-5990716438717114308?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/5990716438717114308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=5990716438717114308&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/5990716438717114308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/5990716438717114308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/09/janji-allah-terhadap-orang-yang.html' title='Janji Allah Terhadap Orang Yang Bertaqwa'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-518984970677891036</id><published>2008-09-06T01:48:00.001-07:00</published><updated>2008-09-09T18:23:25.380-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Taqwa'/><title type='text'>Apakah kita termasuk orang yang bertaqwa ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pada suatu saat kita mungkin telah melakukan shalat dengan giat-giatnya. Apalagi pada saat bulan puasa, kita melaksanakana shalat wajib, shalat rawatib, shalat tarawih, shalat tahajud, shalat hajat, shalat dhuha dan shalat-shalat sunnah lainnya. Bahkan pergi umrah agar dapat puasa dan shalat di Mekkah dan Madinah. Bahkan telah memakai gamis dan surban untuk penutup kepala, celana yang dipakai hanya sampai diatas mata kaki. Menggunakan siwak untuk menggosok gigi. Tidak pula memakan dan menggunakan barang yang haram. Sungguh sangat luar biasa ! Apakah yang sudah kita perbuat ini sudah termasuk orang-orang yang bertaqwa ? Apakah ini sudah termasuk taqwa yang diperintahkan Allah sebagaimana dalam QS Ali Imran (3) ayat 102.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya ayyuha allatheena amanoo ittaqoo Allaha haqqa tuqatihi wala tamootunna illa waantum muslimoona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam atau orang-orang yang berserah diri kepada Tuhan“.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah bertaqwa kepada manusia dan orang yang beriman, kurang lebih sebanyak 70 (tujuh puluh) ayat di dalam Al Qur’an. Ini menunjukkan bahwa bertaqwa itu sangatlah penting dan bermanfaat dalam kehidupan di dunia ini maupun kehidupan di hari kemudian.&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengartikan bahwa taqwa itu adalah takut kepada Allah atau melaksanakan perintah Allah dan menjahui larangan-larangan-Nya. Definisi ini tentunya tidak salah tetapi kurang membumi atau tidak terlalu jelas bagi orang-orang Muslim yang awam. Sebenarnya pengertian taqwa itu mempunyai kriteria-kriteria yang sudah dijelaskan oleh Allah dengan gamblang atau secara jelas di dalam Al Qur’an. Marilah kita cermati dan kita simak apa yang disampaikan Allah tentang orang-orang yang bertaqwa sebagaimana yang telah dijelaskan dalam QS Al Baqarah (2) ayat 2-4 dan QS Ali Imran (3) ayat 133-135.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ&lt;br /&gt;الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ&lt;br /&gt;والَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalika alkitabu la rayba feehi hudan lilmuttaqeena&lt;br /&gt;Allatheena yuminoona bialghaybi wayuqeemoona alssalata wamimma razaqnahum yunfiqoona&lt;br /&gt;Waallatheena yuminoona bima onzila ilayka wama onzila min qablika wabialakhirati hum yooqinoona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab (Al Quraan) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa ,&lt;br /&gt;(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib , yang mendirikan shalat , dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.&lt;br /&gt;dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu , serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ&lt;br /&gt;الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاء وَالضَّرَّاء وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ&lt;br /&gt;وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُواْ فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُواْ أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُواْ اللّهَ فَاسْتَغْفَرُواْ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ اللّهُ وَلَمْ يُصِرُّواْ عَلَى مَا فَعَلُواْ وَهُمْ يَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WasariAAoo ila maghfiratin min rabbikum wajannatin AAarduha alssamawatu waalardu oAAiddat lilmuttaqeena&lt;br /&gt;Allatheena yunfiqoona fee alssarrai waalddarrai waalkathimeena alghaytha waalAAafeena AAani alnnasi waAllahu yuhibbu almuhsineena&lt;br /&gt;Waallatheena itha faAAaloo fahishatan aw thalamoo anfusahum thakaroo Allaha faistaghfaroo lithunoobihim waman yaghfiru alththunooba illa Allahu walam yusirroo AAala ma faAAaloo wahum yaAAlamoona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,&lt;br /&gt;(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.&lt;br /&gt;Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kedua surat Al Baqarah (2) ayat 2-4 dan Ali Imran (3) ayat 133-135 dapat ditarik kesimpulan bahwa orang yang bertaqwa itu mempunyai criteria antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. mereka yang beriman kepada yang ghaib ,&lt;br /&gt;2. yang mendirikan shalat ,&lt;br /&gt;3. dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan&lt;br /&gt;4. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telahditurunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu&lt;br /&gt;5. serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat .&lt;br /&gt;6. orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit,&lt;br /&gt;7. dan orang-orang yang menahan amarahnya&lt;br /&gt;8. dan mema'afkan (kesalahan) orang.&lt;br /&gt;9. orang-orang yang berbuat kebajikan.&lt;br /&gt;10. dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri , mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang pertanyaannya apakah kita sudah termasuk orang-orang yang bertaqwa ? Apakah kita sudah menafkahkan rezeki kita baik diwaktu lapang maupun sempit ? Apakah kita sudah dapat menahan amarah terhadap istri atau suami kita atau terhadap anak-anak kita ? Apakah mereka yang melakukan kekerasan atau menganiaya orang, itu sudah termasuk orang-orang yang bertaqwa ? Saya yaqin belum ,karena mereka belum dapat menahan amarah dan tidak berbuat kebajikan. Apakah mereka yang menyerang orang, itu sudah termasuk orang-orang yang bertaqwa ? Saya yaqin belum, karena belum dapat menahan amarah, belum berbuat kebajikan dan belum dapat memaafkan kesalahan orang lain.&lt;br /&gt;Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-518984970677891036?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/518984970677891036/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=518984970677891036&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/518984970677891036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/518984970677891036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/09/apakah-kita-termasuk-orang-yang_06.html' title='Apakah kita termasuk orang yang bertaqwa ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-5685259892616345523</id><published>2008-09-05T21:03:00.000-07:00</published><updated>2008-09-09T18:27:51.956-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perspektif Islam'/><title type='text'>Perang Dalam Perspekstif Islam</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Para orientalis pasti tidak akan dapat menunjukkan bahwa Islam disebarkan dengan kekuatan dan kekerasan, bila mereka melakukan penelitian secara jujur dan tidak tendensius atau memang ingin menjelek-jelekan Islam. Sebab tidak ada satu ayatpun dalam al Qur’an yang terjadi pada diawal sejarah Islam yang menyatakan bahwa Islam disebarkan dengan pedang. Peperangan di dalam Islam tidak dimaksudkan untuk menggiring dan memaksa manusia masuk Islam. Tidak ada paksaan dalam beragama [QS Al Baqarah (2) ayat 256]&lt;br /&gt;Pada saat Islam masih belum kuat, di Mekkah, orang Islam selalu dihalang-halangi untuk melaksanakan syariat Islam, dilempari batu, di siksa dan dibunuh [QS Ali Imran (3) ayat 195]. Sehingga akhirnya, orang Muslim hijrah ke Madinah. Di Madinah, tentunya umat Islam mempersiapkan diri apabila terdapat serangan-serangan dari pihak kaum Musrikin. Persiapan ini diabadikan dalam ayat QS Al Anfaal (8) ayat 60 sebagai berikut :&lt;br /&gt;“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”&lt;br /&gt;Dalam Al Quran, umat Islam diminta untuk siap untuk menghadapi kekuatan apapun. Tetapi tidak melakukan terror atau ancaman. Umat Islam tidak boleh menyerang, ketika musuh tidak menyerang sebagaimana dalam Surat Al Baqarah (2) ayat 194.&lt;br /&gt;“Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati, berlaku hukum qishaash. Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah, bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa”&lt;br /&gt;Setelah Islam pada posisi sudah kuat, kaum Muslim kembali ke Mekkah dengan damai. Tidak ada pembalasan dendam. Tidak ada perang. Kemudian dibuat perdamaian antara kaum Muslimin dan kaum Musrikin. Ini menunjukkan toleransi yang sangat tinggi. Artinya kaum Muslim tidak akan menyembah apa yang disembah kaum Musrikin [QS Al Kaafiruun (109) ayat 2). Dan kaum Musrikin tidak menyembah apa yang kaum Muslim sembah [QS Al Kaafiruun (109) ayat 3]. Dan untukmu agamamu dan untukkulah, agamaku [QS Al Kaafiruun (109) ayat 6].&lt;br /&gt;Pecah perang terjadi karena kaum Musrikin merasa posisi keagamaan (agama paganistik) mereka terancam dengan hadirnya agama yang dibawa Muhammad di Mekkah dan mempengaruhi arus perdagangan mereka antara Mekkah dan Syam.&lt;br /&gt;Islam mempunyai konsep perang yang sangat jelas. Tidak seperti yang dituduhkan atau yang digembar-gemborkan oleh para orientalis kepada Islam. Perang itu dimulai dengan pemutusan hubungan dengan orang-orang musrik [QS At taubah (9) ayat 1]. Pemutusan hubungan dengan orang-orang musrik (musrikin), dikarenakan&lt;br /&gt;(1) musrikin telah mengingkari perjanjian,&lt;br /&gt;(2) tidak memelihara kekerabatan dan melampau batas serta&lt;br /&gt;(3) berbuat fasik [QS At Taubah (9) ayat 8].&lt;br /&gt;Perjanjian itu dikembalikan kepada mereka dengan jujur, bila kuatir terjadi pengkhianatan (QS Al Anfaal (8) ayat 58]. Bagi musrikin yang menghalang-halangi muslimin shalat dan memusuhinya serta mengancam keselamatan jiwa orang Muslim, bunuhlah mereka (musrikin), tangkaplah mereka, kepunglah mereka dan intailah mereka [QS At Taubah (9) ayat 5], kecuali&lt;br /&gt;(1) musrikin yang telah mengadakan perjanjian dan tidak memusuhi muslimin [QS At Taubah (9) ayat 4],&lt;br /&gt;(2) orang musrik yang meminta perlindungan [QS At Taubah (9) ayat 6], dan&lt;br /&gt;(3) orang musrik yang berlaku lurus kepada orang muslim [QS At Taubah (9) ayat 7].&lt;br /&gt;Tidak sangat beralasan, bila orientalis mengatakan Islam membunuh tanpa alasan. Diizinkan perang bagi orang Muslim yang diperangi. Diizinkan perang itu karena pada hakikatnya orang Muslim yang diperangi itu telah dianiaya [QS Al Hajj (22) ayat 39]. Agar jangan mudah dianiaya, orang-orang Muslim harus bersiap siaga dan waspada.&lt;br /&gt;Apakah orang Muslim tidak boleh siap siaga ? Tidak boleh waspada ? Apakah hanya orang kafir saja yang harus siap siaga ? Muslim harus tetap waspada dan jangan terpedaya [QS Ali Imran (3) ayat 196] dan selalu bersiap siaga [ QS Ali Imran (3) ayat 200] terhadap serangan orang-orang kafir atau orang musrik.&lt;br /&gt;Orang Muslim diperintahkan perang dalam QS At Taubah (9) ayat 29, terhadap kaum Musrik yang melanggar perjanjian dan memusuhi orang Muslim. Bagi orang Musrik yang masih mengadakan perjanjian dan tidak memusuhi orang Muslimin tidak diperintahkan untuk diperangi sebagaimana telah dijelaskan diatas.&lt;br /&gt;Sehingga dalam Surat At Taubah ini tidak dimulai dengan Basmalah ( Dengan Nama Allah yang maha pengasih dan penyayang). Karena perang tidak ada kasih sayang. Kalau dalam peperangan, umat Islam boleh membunuh atau memancung batang leher orang kafir. Dan orang kafir boleh dijadikan tawanan dan sesudah itu boleh dibebaskan setelah perang berakhir dan setelah memberikan tebusan (Surat Muhammad ( 47 ) ayat 4 ). Kenapa harus memancung leher, ya memang belum ada senapan. Tatapi kalau sekarang tentunya membunuh seseorang (dalam waktu perang) harus dengan baik, tidak melakukan penganiayaan. Menganiaya itu lebih kejam dari pembunuhan (Surat Al baqarah (2) ayat 217). Dalam hadits sahih Muslim disebutkan, “Sesungguhnya Allah mewajibkan ihsan atas segala sesuatu. Apabila kamu membunuh, maka lakukanlah dengan baik dan apabila kamu menyembelih, maka sembelihlah dengan baik. Seseorang hendaklah menajamkan pisaunya agar meringankan penderitaan yang disembelihnya “.&lt;br /&gt;Untuk mengerti dan memahami Al Qur’an haruslah mempelajarinya secara menyeluruh. Jangan seperti orang buta mendefinisikan gajah. Kalau yang dipegang kakinya, gajah itu seperti pilar. Kalau yang dipegang buntutnya (ekornya), gajah itu seperti cambuk dan kalau gajah itu dipegang perutnya, maka gajah itu seperti beduk. Tidak dapat mendefinisikan atau memahami gajah secara utuh dan benar. Jangan mempelajari sepotong-potong ayat. Sebab Al Qur’an bukan Novel atau buku Cerita yang yang runtut untuk dibaca. Tetapi al Qur’an adalah kumpulan-kumpulan firman Allah. Al Qur’an itu untuk sepanjang masa, sehingga pasti sesuai dengan perkembangan zaman dan Al Qur’an itu adalah untuk dieksplorasi dan untuk dipikirkan sesuai dengan perintah Allah [QS Al Hasyr (59) ayat 21]. Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-5685259892616345523?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/5685259892616345523/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=5685259892616345523&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/5685259892616345523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/5685259892616345523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/09/perang-dalam-perspekstif-islam.html' title='Perang Dalam Perspekstif Islam'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-4534865335963520382</id><published>2008-07-31T17:44:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T21:20:33.026-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perspektif Ekonomi'/><title type='text'>Syukur Dalam Perspektif Ekonomi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbicara tentang nikmat duniawi, sungguh sangat luar biasa. Nikmat bisa hidup dengan sehat, bisa berjalan, melihat dan mendengar, bisa belajar menambah ilmu dan pengetahuan, nikmat makan dan minum dan bisa menikmati kehidupan sex yang sehat dan halal serta bisa menikmati nikmat-nikmat yang lain yang tidak dapat dihitung. Termasuk nikmat iman dan islam. Apakah kita pernah membayangkan kalau kita tidak bisa berjalan, melihat dan mendengar serta tidak bisa berfikir dengan baik ? Dan tidak bisa melakukan hubungan sex. Renungkanlah...!  Nikmat semua ini dari mana ? Ya, tentunya dari Allah yang menciptakan langit dan bumi serta segala isinya (QS An Nahl[16] ayat 18).&lt;br /&gt;وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ اللّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ&lt;br /&gt;Wain taAAuddoo niAAmata Allahi la tuhsooha inna Allaha laghafoorun raheemun&lt;br /&gt;Dan jika kamu menghitung-hitung ni'mat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala kenikmatan yang kita terima, tidak boleh kita sembunyikan tetapi kita wajib sering menyebut-nyebutnya bahwa kita mendapat kenikmatan dari Allah. Bahkan berita kegembiraan yang merupakan kenikmatan ini wajib disampaikan kepada orang lain. Kadangkala kita malu atau segan menyampaikan kenikmatan Allah kepada orang lain. Kita khawatir dikira sombong. Tidak, ini perintah Allah. Bukan berarti sombong tetapi menunjukkan bahwa Allah-lah yang memberikan kenikmatan Ini firman Allah yang disampaikan dalam QS Adh Dhuha[93] ayat 11. Ayat ini sering kita baca. Jangan-jangan kita membaca tetapi tidak tahu artinya.&lt;br /&gt;وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ&lt;br /&gt;Waamma biniAAmati rabbika fahaddith&lt;br /&gt;Dan terhadap ni'mat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.&lt;br /&gt;Disamping nikmat pemberian Allah wajib disebut dan disiarkan. Kita wajib bersyukur kepada Allah yang maha pemberi karunia. Ketika kita bersyukur kepada Allah, nikmat kita akan ditambah berlipat ganda. Allahu akbar, Tuhan yang maha besar. Marilah kita simak janji Allah kalau bersyukur akan ditambah nikmat kita berlipat ganda (QS Ibrahim[14] ayat 7).&lt;br /&gt;وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ&lt;br /&gt;Waith taaththana rabbukum lain shakartum laazeedannakum&lt;br /&gt;walain kafartum inna AAathabee lashadeedun&lt;br /&gt;Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Se- sungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah benar kalau bersukur, nikmat kita ditambah dengan berlipat ganda ?. Apakah masih tidak yakin ? Sungguh Allah itu  tidak pernah mengingkari janjinya sebagaimana do’a orang-orang yang berakal- ulil albab (QS Ali Imran [3] ayat 194). Maaf...,kalau masih ndak percaya, ya berarti termasuk orang-orang yang tidak berakal.&lt;br /&gt;رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلاَ تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيعَادَ&lt;br /&gt;Rabbana waatina ma waAAadtana AAala rusulika wala tukhzina yawma alqiyamati innaka la tukhlifu almeeAAada&lt;br /&gt;Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Caranya bersyukur itu bagaimana ? Sehingga nikmat kita ditambah berlipat ganda. Apakah hanya mengucapkan secara lisan “ Syukur Alhamdulillah” saja. Mengucapkan “ Alhamdulillah” sebanyak-banyaknya tidak salah. Memang kita diperintahkan untuk berdzikir (ingat kepada Allah) sebanyak-banyaknya (QS Al Ahzab[33] ayat 41)&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا&lt;br /&gt;Ya ayyuha allatheena amanoo othkuroo Allaha thikran katheeran&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ketika kita berdiri, duduk dan berbaring diminta untuk mengingat Allah seperti orang-orang yang berakal (ulil albab) seraya memikirkan penciptaan langit dan bumi (QS Ali Imran[3] ayat 191)&lt;br /&gt;الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىَ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ&lt;br /&gt;Allatheena yathkuroona Allaha qiyaman waquAAoodan waAAala junoobihim wayatafakkaroona fee khalqi alssamawati waalardi rabbana ma khalaqta hatha batilan subhanaka faqina AAathaba alnnari&lt;br /&gt;(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur itu harus ada perbuatannya. Tanpa ada perbuatan, berati tidak ada artinya alias omong kosong. Bekerjalah untuk bersyukur, sebagaimana yang diperintahkan Allah kepada Nabi Daud (QS Saba’ [34] ayat 13)&lt;br /&gt;يَعْمَلُونَ لَهُ مَا يَشَاء مِن مَّحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَّاسِيَاتٍ اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا وَقَلِيلٌ مِّنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ&lt;br /&gt;YaAAmaloona lahu ma yashao min mahareeba watamatheela wajifanin kaaljawabi waqudoorin rasiyatin iAAmaloo ala dawooda shukran waqaleelun min AAibadiya alshshakooru&lt;br /&gt;Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang (besarnya) seperti kolam dan periuk yang tetap (berada di atas tung- ku). Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur itu adalah menggunakan atau memanfaatkan pemberian Tuhan sesuai dengan fungsinya. Renungkanlah ! Dulu waktu kita masih belia. Kita tidak menggunakan atau memanfaatkan pemberian Allah berupa tangan dan kaki serta pancaindra termasuk otak secara optimal. Misalnya, tangan hanya untuk makan, kaki hanya dipakai ongkang-ongkang (goyang-goyang) saja, mata hanya digunakan untuk “merem-melek”, dan apalagi otak ndak pernah dipakai. Hasilnya tentu tidak seperti sekarang. Insyallah ndak punya apa-apa secara ekonomi. Tetapi ketika  tangan dan kaki dimanfaatkan untuk pergi ke sekolah, pancaindra dan otak digunakan untuk berfikir dan belajar secara optimal, maka hasilnya seperti sekarang ini. Ada yang sudah sarjana srata satu dan ada pula sudah magister atau master. Bahkan secara ekonomi telah meningkat berlipat ganda. Dari tidak punya apa-apa, sekarang sudah punya rumah dan mobil. Kita tidak pernah merasakan kalau kita sudah diberikan nikmat berlipatganda atas pemanfaatan pemberian Tuhan secara optimal.&lt;br /&gt;Demikian juga, pengertian syukur dapat dikaji dalam pespektif ekomomi. Y= C + S/I ( Y= pendapatan/penghasilan; C=konsumsi; S=tabungan; I=investasi). Kalau kita mendapatkan kenaikan penghasilan atau pendapatan. Uang atau kenaikan penghasilan itu Jangan seluruhnya digunakan untuk konsumsi. Artinya jangan melakukan konsumsi dengan boros. Sungguh orang yang boros itu saudaranya syaitan (QS Al Israa’[17] ayat 26-27)&lt;br /&gt;وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلاَ تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا&lt;br /&gt;إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُواْ إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waati tha alqurba haqqahu waalmiskeena waibna alssabeeli wala tubaththir&lt;br /&gt;tabtheeran&lt;br /&gt;Inna almubaththireena kanoo ikhwana alshshayateeni wakana alshshaytanu lirabbihi kafooran&lt;br /&gt;Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.&lt;br /&gt;Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat uang adalah sebagai alat pertukaran yang dapat digunakan untuk konsumsi dan investasi.. Manfaatkan uang sesuai fungsinya. Uang atau kenaikan penghasilan itu kalau dikonsumsi, akan menjadi habis. Tetapi kalau ditabung atau diinvestasikan, insyallah akan berlipat ganda atau memberikan efek ganda (multiplier effect) terhadap personal income (pendapatan pribadi) atau national income (pendapatan nasional).&lt;br /&gt;Kesimpulannya, syukur itu mengucapkan “alhamdulillah” dan melakukan perbuatan serta memanfaatkan pemberian Allah sesuai dengan fungsinya. Bisa jadi ayat tentang syukur ini (QS Ibrahim[4] ayat 7) merupakan ayat tentang investasi. Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-4534865335963520382?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/4534865335963520382/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=4534865335963520382&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/4534865335963520382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/4534865335963520382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/07/syukur-dalam-perspektif-ekonomi.html' title='Syukur Dalam Perspektif Ekonomi'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-3201579310260979268</id><published>2008-07-30T18:03:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T21:23:14.890-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebangkitan'/><title type='text'>Seperti Apa Orang Berfikir Tentang Kebangkitan ? (Terakhir)</title><content type='html'>Perumpamaan Kebangkitan Setelah Kehancuran Alam Semesta&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuh langit dan tujuh bumi (alam semesta) pasti akan mengalami kehancuran, karena penciptaan langit dan bumi telah ditentukan periode waktunya (‘ajal ) sebagaimana yang disebutkan dalam QS Al Ahqaaf [46] ayat 3. Kehancuran alam semesta ini digambarkan oleh Allah dalam Al Qur’an. Langit digulung seperti lembaran-lembaran kertas sebagaimana penciptaan awal langit dan bumi diciptakan pertama kali (QS Al Anbiyaa’[21] ayat 104). Langit menjadi seperti luluhan perak (QS Al Ma’aarij[70] ayat 8). Akibatnya langit terbelah, bintang-bintang jatuh berserakan, lautan meluap, kuburan dibongkar (QS Al Infithaar[82] ayat 1-4); bintang-bintang dihapus, langit telah dibelah dan gunung-gunung hancur jadi debu (QS Al Mursalaat[77] ayat 8-10). Kemudian langit kembali menjadi asap seperti awal kejadiannya (QS Al Fushshilat [41] ayat 11) dan tujuh langit dan tujuh bumi kembali menjadi suatu yang  padu (QS Al An biyaa’[21]ayat 30).&lt;br /&gt;Ruh, di alam barzakh, dibawa ke hadapan Tuhan dengan berbaris (QS Al Kahfi[18] ayat 48). Ruh dan malaikat bershaf-shaf dan tidak berkata-kata(QS An Naba’[78] ayat 38). Tiap-tiap diri (ruh) didampingi oleh malaikat sebagai saksi (QS Qaf[50] ayat 21). Kemudian ruh dihisab dan siap dipertemukan dengan tubuh (Dr. M. Taqiud-Din &amp;amp; Dr. M. Khan: And when the souls shall be joined with their bodies; QS At Takwiiir[81] ayat 7 ).&lt;br /&gt;وَإِذَا النُّفُوسُ زُوِّجَتْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ruh (nafs,diri) akan dipertemukan badan (tubuh) seperti badan kita sekarang, pastilah dibangkitkan di bumi, di alam semesta ini. Bagaimana prosesnya ? [baca : Seperti Apa Orang Berfikir Tentang Kebangkitan (3)]. Nah, apakah alam semesta (tujuh langit dan bumi) akan diciptakan kembali sehingga terjadi siklus. Indikasi ini nampaknya bisa saja terjadi sebagaimana dalam QS Ibrahim[14] ayat 48.&lt;br /&gt;يَوْمَ تُبَدَّلُ الأَرْضُ غَيْرَ الأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ وَبَرَزُواْ للّهِ الْوَاحِدِ الْقَهَّارِ&lt;br /&gt;Yawma tubaddalu alardu ghayra alardi waalssamawatu wabarazoo lillahi alwahidi alqahhari&lt;br /&gt;(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan meraka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa.&lt;br /&gt;Dan memang alam semesta (langit dn bumi) ini mesti diciptakan kembali karena untuk memberikan pembalasan kepada manusia sebagaimana dalam QS Al Jaatsiyah[45] ayat 22.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَخَلَقَ اللَّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِالْحَقِّ وَلِتُجْزَى كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ&lt;br /&gt;Wakhalaqa Allahu alssamawati waalarda bialhaqqi walitujza kullu nafsin bima kasabat wahum la yuthlamoona&lt;br /&gt;Dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.&lt;br /&gt;(Dr. M. Taqiud-Din &amp;amp; Dr. M. Khan:&lt;br /&gt;And Allah has created the heavens and the earth with truth, in order that each person may be recompensed what he has earned, and they will not be wronged . )&lt;br /&gt;Apakah semua ruh (nafs,diri) dikembalikan atau dibangkitkan di bumi, di alam semesta ini ? Bisa saja tidak ? Coba simak ayat dalam QS Al Fajr[89] ayat 27.&lt;br /&gt;يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ&lt;br /&gt;ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً&lt;br /&gt;فَادْخُلِي فِي عِبَادِي&lt;br /&gt;وَادْخُلِي جَنَّتِي&lt;br /&gt;Ya ayyatuha alnnafsu almutmainnatu&lt;br /&gt;IrjiAAee ila rabbiki radiyatan mardiyyatan&lt;br /&gt;Faodkhulee fee AAibadee&lt;br /&gt;Waodkhulee jannatee&lt;br /&gt;Hai jiwa yang tenang.&lt;br /&gt;Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.&lt;br /&gt;Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,&lt;br /&gt;masuklah ke dalam syurga-Ku.&lt;br /&gt;Jiwa-jiwa yang tenang (muthma’inah) kan langsung kembali kepada Allah tanpa dihisab bersama-sama hamba-hamba Allah di jannah. Jannah yang mana ?, Tentunya jannah di alam ruh atau alam arwah.&lt;br /&gt;Banyak ayat dengan penafsiran-penafsiran  berbeda, serta ada pula riwayat-riwayat dari berbagai sumber dan  kualitas. Dari ayat-ayat inilah yang perlu diambil pelajaran. Menurut M Quraish Shihab, ”Penafsiran-penafsiran yang dikemukakan belum mencapai tingkat kepastian yang dapat dijadikan akidah”. Selanjutnnya beliau mengatakan,  ”Adapun keterangan tentang hakikat kebangkitan,  bentuk,  waktu dan  tempatnya,  maka  kesemua hal ini berada di luar tuntunan agama. Karena itu, sangat boleh jadi pembahasan  para  filosof dan  ulama  tentang  soal  tersebut lebih banyak didorong oleh kepentingan  kepuasan   penalaran   akal   daripada   dorongan kehangatan iman”. Menurut pendapat saya boleh jadi penafsiran ini memang hanya untuk memuaskan akal pikiran, tetapi asal tidak keluar koridor iman yaitu beriman terhadap hari kebangkitan dan  untuk dorongan meningkatkan iman. Wa llahu ’alam bish shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-3201579310260979268?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/3201579310260979268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=3201579310260979268&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/3201579310260979268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/3201579310260979268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/07/seperti-apa-orang-berfikir-tentang_30.html' title='Seperti Apa Orang Berfikir Tentang Kebangkitan ? (Terakhir)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-6582855857373166174</id><published>2008-07-27T18:13:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T21:28:14.215-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebangkitan'/><title type='text'>Seperti Apa Orang Berfikir Tentang Kebangkitan ? (3)</title><content type='html'>Perumpamaan Kebangkitan Setelah Kehancuran Bumi&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kehancuran bumi lokal (lingkungan) biasa kita lihat, misalnya gempa bumi yang dapat mengakibatkan tzunami, banjir besar dan longsor disebabkan hutan-hutan yang telah dibabat habis. Gunung meletus, sehingga hujan abu dan kerikil serta hawa panas dan lava. Pada hari ketika bergoncang-goncangan yang dahsyat, diikuti oleh yang mengiring(nya).(Banyak) hati  ketika itu sangat gentar , pandangannya tertunduk-tunduk (QS An Nazia’at( 79) ayat 6-9). Apa yang dibanyangkan ayat-ayat diatas, bisa jadi merupakan gempa yang dahsyat yang diikuti lindu (gempa yang ukurannya lebih kecil)..&lt;br /&gt;Ar rajifah dari kata rajafa artinya bergoncang-goncang. Kalau goyang-goyang tidak terlalu kencang. Tapi bergoncang-goncang itu bergoyang dengan sangat kerasnya.. Dan goncangan-goncangan ini biasanya diikuti (radifah) goncangan-goncangan yang lebih kecil.  Ar radifah berasal dari kata radifa berarti mengikuti atau berada dibelakang atau menyusul. Goncangan dahyat itu itu diikuti gempa-gempa susulan.&lt;br /&gt;Hatinya sangat gentar karena takut sedang pandangan tertunduk untuk menghindari keadaan yang mumet karena goncangan. Gempa-gempa ini juga bisa disebabkan gempa vulkanik akibat gunung meletus. Seperti kaum Luth yang diadzab, yang digambarkan dalam Al Qur’an. “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kaum Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi” (QS Huud[11]ayat 82).&lt;br /&gt;Dalam QS ‘Abasa[80]ayat 33-37, menurut tafsir al Misbah (M Quraish Shihab) konteks ayat ini adalah lari dari bencana yang di hadapi. Menurut pendapat saya bencana yang menimbulkan suara yang memekakkan bisa jadi  suara gunung meletus. Orang-orang berlarian, menghindari untuk mengungsi. Dalam pengungsian, orang pada ketakutan sehingga lupa akan anak atau keluarga yang lain. Dia merasa sudah membawa bayinya, ternyata yang terbawa adalah guling kecil. Ada yang berlari tetapi tidak bisa menghindari dan akhirnya tergulung oleh lahar panas atau hawa yang sangat panas.&lt;br /&gt;Di bumi ini, kalau  datang suara yang memekakkan, bisa jadi itu berasal dari halilintar atau suara gunung meletus. Kalau suara itu halilintar yang menyambar-nyambar, biasanya tidak lari dari ibu bapaknya tetapi malah mendekati dengan ibu bapaknya. Tetapi banyak pula terjadi di tempat terbuka orang mati disambar halilintar ( geledek). Ini juga terjadi pada jamannya nabi Shaleh. Pada saat kaum Tsamud  bersenang-senang (QS adz Dzaariyat [51]ayat 43). Didalam rumah pun bisa disambar petir yang dahsyat. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya (QS Huud[11] ayat 67).Tragedi kehancuran sebagian bumi atau kaum, banyak dicontohkan  dalam Al Qur’an. Kaum Nuh yang mendustakan ayat-ayat Allah ditenggelamkan dalam banjir yang melanda seluruh negeri(QS Al A’raf[7]ayat 64).  Apakah engkau tidak melihat bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum ‘Ad ( pada zaman Nabi Huud) ?  Mereka mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah diciptakan seperti di negeri-negeri (lain) ? (QS Al Fajr[89] ayat 6-8). Bangunan-bangunan itu diterjang angin yang membinasakan sehingga menjadi debu (QSAdz Dzaariyat[51]ayat 41-42).&lt;br /&gt;Kehancuran-kehancuran itu yang merupakan musibah karena azab yang diberikan Allah kepada manusia yang berdosa sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya :&lt;br /&gt;“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri” (QS Al ‘Ankabuut [29]ayat 40).&lt;br /&gt;Musibah ini diberikan supaya dirasakan bagi manusia yang melakukan dosa-dosa didalam kehidupan ini atau kehidupan sebelumnya. “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).(QS Ar Rum [31] ayat 41).&lt;br /&gt;Kehancuran atau kerusakan yang dijelakan diatas adalah kerusakan atau kehancuran sebagian dari bumi yang kita diami ini. Apakah mungkin kehancuran atau kerusakan total pada bumi dapat terjadi ?&lt;br /&gt;Pada dasarnya Tuhan menciptakan langit sebagai atap (yang terpelihara, terlindungi) untuk melindungi bumi (QS Al An biyaa’ [21] ayat 32). Kebanyakan manusia yang memandang ke arah langit tidak pernah berpikir tentang fungsi atmosfir sebagai pelindung. Hampir tak pernah terlintas dalam benak mereka tentang apa jadinya bumi ini jika atmosfir tidak ada. Atmosfir ini dapat  menghancurkan sejumlah meteor besar dan kecil yang mendekati bumi. Sebelum mendekati bumi, meteor-meteor itu terbakar habis digesek oleh atmosfir. Sehingga meteor itu tidak sampai jatuh ke bumi. Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, - seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi. Bila lapisan ozon ini berlubang, akan memberi akibat buruk utk kehidupan dibumi. Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol. Selain atmosfir, ada suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Radiasi ini, yang terus- menerus dipancarkan oleh matahari dan bintang-bintang lainnya, sangat mematikan bagi makhuk hidup. Suatu lapisan yang tercipta akibat keberadaan medan magnet bumi, juga berperan sebagai perisai melawan radiasi berbahaya yang mengancam planet kita. Lapisan ini disebut dengan sabuk Van Allen.  Jika saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan energi raksasa yang disebut jilatan api matahari yang terjadi berkali-berkali pada matahari akan menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi. Jilatan api matahari ini setara dengan ledakan 100 milyar bom atom. Dan panasnya diatas atmosfir hingga mencapai 2.500 derajat celcius (Harun Yahya). Allahu akbar, Tuhan yang maha besar.&lt;br /&gt;Bila langit terbelah dan patuh kepada Tuhannya. Mengapa bisa terbelah ? Langit kita ini ada sesuatu yang namanya lubang Ozon. Konon menurut ilmuwan, lubang ini semakin lebar. Dan atmosfir semakin tipis. Bisa jadi lubang yang semakin besar ini akan membelah langit. Sinar ultraviolet dan radiasi yang sangat kuat yang dipancarkan matahari tidak dapat ditahan lagi. Benturan bumi dan meteor tidak dapat dihindari lagi. Akibatnya seluruh kehidupan diatas bumi akan musnah. Dan bumi dibentangkan. Ini berarti bumi ini diratakan. Kalau bumi diratakan, maka gunung-gunung akan diletuskan (mungkin akibat benturan meteor) sehingga semua ada didalam bumi dikeluarkan sehingga kosong tidak ada isinya. Seperti yang disampaikan QS Al Insyiqaq[84] ayat 1-5. Dan pada akhirnya bumi mati. Bumipun  mengalami kematian (QS Al Haaqqah [69] Ayat  13-16 ) dan QS Al Mursalaat [77] ayat 9-10). Kapan bumi ini akan mati ? Umur alam semesta menurut perkiraan para ilmuwan kurang lebih 25 biliun tahun (25 x 10 12). Allah yang maha tahu. Bisa jadi bumi hancur seperti meteor. Meteor adalah bintang atau planet yang sudah mati. Dan manusia ditempatkan bumi yang lain. Atau berlaku siklus sesuai kehendak Allah (”Min al adam ila al mawjud tsuma al adam ba’da al mawjud”. artinya dari ketiadaan menjadi wujud, kemudian menjadi ketiadaan setelah wujud ). Bumi dihidupkan lagi melalui proses yang sangat panjang. Seperti yang digambarkan oleh Allah, bahwa ”Katakanlah :” Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam 2 (dua) masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya ? Demikian itu adalah Rabb semesta alam” (QS Fushshilat [41] ayat 9). Bahkan untuk mempersiapkan bumi agar menjadi kokoh (dengan adanya gunung-gunung) dan mempersiapkan makanan (termasuk tumbuh-tumbuhan dan hewan) bagi penghuninya ditambah lagi 2(dua) masa sehingga menjadi 4(empat)masa.(QS Fushshilat [41] ayat 10). Nah, bagaimana menghidupkan lagi atau membangkitkan lagi penghuninya. Penghuninya siapa ? Ya, manusia. Manusia dibangkitkan atau dihidupkan lagi itu mudah bagi Allah. ”Ia hanyalah dengan sekali bentakan, maka tiba-tiba mereka di permukaan bumi” (QS An Nazi’at[79] ayat 13-14). Apakah dibenak kita membayangkan bahwa kebangkitan ini secara tiba-tiba ”jemegler” (bhs.jawa) muncul manusia diatas bumi ? Saya kira tidak. Pasti memerlukan proses. Bagaimana perumpamaan-perumpamaan tentang kebangkitkan itu digambarkan oleh Allah dalam QS Qaf [50] ayat 9-11.dengan sangat indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاء مَاء مُّبَارَكًا فَأَنبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ&lt;br /&gt;وَالنَّخْلَ بَاسِقَاتٍ لَّهَا طَلْعٌ نَّضِيدٌ&lt;br /&gt;رِزْقًا لِّلْعِبَادِ وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتًا كَذَلِكَ الْخُرُوجُ&lt;br /&gt;Wanazzalna mina alssamai maan mubarakan faanbatna bihi jannatin wahabba alhaseedi. Waalnnakhla basiqatin laha talAAun nadeedun. Rizqan lilAAibadi waahyayna bihi baldatan maytan kathalika alkhurooju .&lt;br /&gt;Dan Kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun- susun, untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَاللَّهُ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَسُقْنَاهُ إِلَى بَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَحْيَيْنَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا كَذَلِكَ النُّشُورُ&lt;br /&gt;WaAllahu allathee arsala alrriyaha fatutheeru sahaban fasuqnahu ila baladin mayyitin faahyayna bihi alarda baAAda mawtiha kathalika alnnushooru.&lt;br /&gt;“Dan Allah, Dialah Yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerak- kan awan, maka Kami halau awan itu kesuatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu”. (QS Faathir [35] ayat 9). Dan banyak lagi ayat-ayat yang menggambarkan tentang kebangkitan QS Ar Rum [30] ayat 19 dan 50; QS Al Ar’af ayat 57; QS An Nahl ayat 65dan Al Ankabut ayat 63.&lt;br /&gt;Lalu apa tujuan sejumlah perumpamaan kebangkitan yang dibuat Allah diatas. Apa hubungannya badan wadag manusia dengan tanah. Tentu untuk dipikirkan dan diksplorasi bagamana kebangkitan itu bisa terjadi. Semua orang muslim pasti percaya tentang kebangkitan. Tapi persoalannya bagaimana kemudian memaknai dan memikirkan bagaimana itu bisa terjadi.&lt;br /&gt;Banyak orang yang menggambarkan kebangkitan itu seperti tumbuhnya sayuran yang dimulai dari tumbuhnya kecambah. Ada juga kebangkitan itu, manusia keluar dari kubur seperti Zombie keluar dari kuburan. Masuk diakalkah ? Tidak masuk diakal. Jadi, kalau kita melihat gambaran kelahiran diatas, tentu kebangkitan itu melalui proses dari sel tunggal, kemudian berevolusi sehingga menjadi seorang yang disebut manusia. Dan yang pasti manusia itu dibentuk melalui beberapa proses tingkatan kejadian (QS Nuh [71] ayat 14). Hanya Allah yang maha tahu.&lt;br /&gt;وَقَدْ خَلَقَكُمْ أَطْوَارًا&lt;br /&gt;Waqad khalaqakum atwaran&lt;br /&gt;“Padahal Dia sesungguhnya telah menciptakan kamu dalam beberapa tingkatan kejadian”.&lt;br /&gt;“…Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” (QS Al ‘Araf [7] ayat 57)&lt;br /&gt;Lahirnya kehidupan di bumi yang dimulai dari makhluk bersel tunggal dan tumbuh-tumbuhan merupakan masa ke enam dalam proses penciptaan alam. Hadirnya tumbuhan dan proses fotosintesis sekitar 2 milyar tahun lalu menyebabkan atmosfer mulai terisi dengan oksigen bebas. Pada masa ke enam itu pula proses geologis yang menyebabkan pergeseran lempeng tektonik dan lahirnya rantai pegunungan di bumi terus berlanjut (T. Djamaluddin dari LAPPAN). Kehidupan purba bisa jadi dimulai dari laut sebagaimana di firmankan Allah bahwa  “dari air dijadikan segala sesuatu yang hidup” (QS Al Anbiyaa’[21] ayat 30. Laut dimana ? Dasar laut yang merupakan tanah berlumpur yang subur. Dari satu sel kemudian berkembang biak melalui pembelahan sel. Turabin berarti tanah berlumpur (dirt) atau tanah yang subur (soil).&lt;br /&gt;وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ إِذَا أَنتُم بَشَرٌ تَنتَشِرُونَ&lt;br /&gt;Wamin ayatihi an khalaqakum min turabin thumma itha antum basharun tantashiroona&lt;br /&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah (turabin), kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak “.(QS Ar Ruum[30] ayat 20)&lt;br /&gt;Berkembang biak ( pembelahan sel) kemudian ditumbuhkan secara bertahap seperti yang disampaikan Allah dalam QS Nuh [71] ayat 17 (وَاللَّهُ أَنبَتَكُم مِّنَ الْأَرْضِ نَبَاتًا). Diartikan oleh Yusuf Ali : "'And Allah has produced you from the earth growing (gradually)”. Dalam fase (masa) ini, belum disebut sebagai manusia (QS Al Insaan[76] ayat 1).&lt;br /&gt;هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنسَانِ حِينٌ مِّنَ الدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْئًا مَّذْكُورًا&lt;br /&gt;Hal ata AAala alinsani heenun mina alddahri lam yakun shayan mathkooran&lt;br /&gt;“Bukankah telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?”&lt;br /&gt;Kemudian “sesuatu yang belum disebut” ini ditumbuh kembangkan dan disempurnakan sehingga menjadi proporsional (seimbang) seperti manusia sekarang ini.&lt;br /&gt;الَّذِي خَلَقَكَ فَسَوَّاكَ فَعَدَلَكَ&lt;br /&gt;فِي أَيِّ صُورَةٍ مَّا شَاء رَكَّبَكَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allathee khalaqaka fasawwaka faAAadalaka,&lt;br /&gt;Fee ayyi sooratin ma shaa rakkabaka&lt;br /&gt;“Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.(QS Al Infithaar [82] ayat 7-8).&lt;br /&gt;Tidaklah heran bahwa tumbuhan, hewan dan manusia itu adalah makhluk atau umat (nation, people) Allah sebagaimana yang telah difirmankan dalam QS An’aam[6] ayat 38. “Dan tiadalah hewan-hewan yang ada di Bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayap nya melainkan umat-umat seperti kamu “’ Punya kekerabatan-kah mereka ? Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-6582855857373166174?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/6582855857373166174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=6582855857373166174&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6582855857373166174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6582855857373166174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/07/seperti-apa-orang-berfikir-tentang_27.html' title='Seperti Apa Orang Berfikir Tentang Kebangkitan ? (3)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-8942295444847466680</id><published>2008-07-21T17:46:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T22:27:47.581-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebangkitan'/><title type='text'>Seperti Apa Orang Berfikir Tentang Kebangkitan ? (2)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Perumpamaan Kebangkitan Setelah Kematian Manusia&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kematian manusia ini, ada yang mengatakan kiamat kecil. Ini mungkin salah kaprah. Tetapi yang dimaksud sebenarnya adalah kehancuran kecil. Sedang kiamat sebenarnya menunjuk pada kebangkitan.&lt;br /&gt;Istilah kebangkitan (بَعْثُكُمْ) disandingkan atau dipadankan dengan kata (خَلْقُكُم ) seperti dalam QS Luqman [31] ayat 28. Coba perhatikan ayat 28 dalam surat Luqman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right"&gt;مَّا خَلْقُكُمْ وَلَا بَعْثُكُمْ إِلَّا كَنَفْسٍ وَاحِدَةٍ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ma khalqukum wala baAAthukum illa kanafsin wahidatin inna Allaha sameeAAun baseerun&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja &lt;span style="font-size:78%;"&gt;[1185]&lt;/span&gt;. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;[1185] Maksudnya: menciptakan manusia dan membangkitkan mereka lagi pada hari kiamat adalah amat mudah bagi Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dr. M. Taqiud-Din &amp;amp; Dr. M. Khan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;The creation of you all and the resurrection of you all are only as (the creation and resurrection of) a single person. Verily, Allah is AllHearer, AllSeer&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Yusuf Ali:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;And your creation or your resurrection is in no wise but as an individual soul: for Allah is He Who hears and sees (all things).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Berdasarkan analisis morphologi, tidakkah dapat diterjemahkan seperti dibawah ini secara bahasa ? ”Tidaklah menciptakan kamu dan membangkitkan kamu kecuali seperti embusan/tiupan/jiwa/ruh/diri yang satu atau seperti satu tiupan/embusan/diri/jiwa/ruh”&lt;br /&gt;(كَنَفْسٍ) terdiri :&lt;br /&gt;كَ = like/such as = seperti/sama&lt;br /&gt;نَفْس = self (diri), soul (jiwa/ruh), puff(tiupan/embusan), breath (nafas)&lt;br /&gt;وَاحِدَةٍ = satu atau yang satu (kata sifat)&lt;br /&gt;Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penciptaan dan kebangkitan itu tidak ada bedanya. Kalau dilihat dari ruh atau diri (self), maka antara penciptaan dan kebangkitan itu ruhnya satu. Bila dilihat dari prosesnya, maka penciptaan dan kebangkitan itu prosesnya melalui tiupan/embusan roh dari Allah.&lt;br /&gt;Menurut al Qur’an Digital 21, proses kejadian manusia dan tumbuh-tumbuhan, adalah bukti yang nyata tentang kebenaran hari berbangkit. Seperti yang digambarkan dalam QS Al Hajj [22] ayat 5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِن كُنتُمْ فِي رَيْبٍ مِّنَ الْبَعْثِ فَإِنَّا خَلَقْنَاكُم مِّن تُرَابٍ ثُمَّ مِن نُّطْفَةٍ ثُمَّ مِنْ عَلَقَةٍ ثُمَّ مِن مُّضْغَةٍ مُّخَلَّقَةٍ وَغَيْرِ مُخَلَّقَةٍ لِّنُبَيِّنَ لَكُمْ وَنُقِرُّ فِي الْأَرْحَامِ مَا نَشَاء إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى ثُمَّ نُخْرِجُكُمْ طِفْلًا ثُمَّ لِتَبْلُغُوا أَشُدَّكُمْ وَمِنكُم مَّن يُتَوَفَّى وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَى أَرْذَلِ الْعُمُرِ لِكَيْلَا يَعْلَمَ مِن بَعْدِ عِلْمٍ شَيْئًا وَتَرَى الْأَرْضَ هَامِدَةً فَإِذَا أَنزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاء اهْتَزَّتْ وَرَبَتْ وَأَنبَتَتْ مِن كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ&lt;br /&gt;Ya ayyuha alnnasu in kuntum fee raybin mina albaAAthi fainna khalaqnakum min turabin thumma min nutfatin thumma min AAalaqatin thumma min mudghatin mukhallaqatin waghayri mukhallaqatin linubayyina lakum wanuqirru fee alarhami ma nashao ila ajalin musamman thumma nukhrijukum tiflan thumma litablughoo ashuddakum waminkum man yutawaffa waminkum man yuraddu ila arthali alAAumuri likayla yaAAlama min baAAdi AAilmin shayan watara alarda hamidatan faitha anzalna AAalayha almaa ihtazzat warabat waanbatat min kulli zawjin baheejin&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan, maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dr. M. Taqiud-Din &amp;amp; Dr. M. Khan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;O mankind! If you are in doubt about the Resurrection, then verily! We have created you (i.e. Adam) from dust, then from a Nutfah (mixed drops of male and female sexual discharge i.e. offspring of Adam), then from a clot (a piece of thick coagulated blood) then from a little lump of flesh, some formed and some unformed (miscarriage), that We may make (it) clear to you (i.e. to show you Our Power and Ability to do what We will). And We cause whom We will to remain in the wombs for an appointed term, then We bring you out as infants, then (give you growth) that you may reach your age of full strength. And among you there is he who dies (young), and among you there is he who is brought back to the miserable old age, so that he knows nothing after having known. And you see the earth barren, but when We send down water (rain) on it, it is stirred (to life), it swells and puts forth every lovely kind (of growth).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Yusuf Ali:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;O mankind! if ye have a doubt about the Resurrection, (consider) that We created you out of dust, then out of sperm, then out of a leech-like clot, then out of a morsel of flesh, partly formed and partly unformed, in order that We may manifest (our power) to you; and We cause whom We will to rest in the wombs for an appointed term, then do We bring you out as babes, then (foster you) that ye may reach your age of full strength; and some of you are called to die, and some are sent back to the feeblest old age, so that they know nothing after having known (much), and (further), thou seest the earth barren and lifeless, but when We pour down rain on it, it is stirred (to life), it swells, and it puts forth every kind of beautiful growth (in pairs).&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;ابٍ ثُمَّ=emission;awakening and delegation.&lt;br /&gt;Ayat ini jelas-jelas mengaitkan kebangkitan dengan kelahiran. Ayat ini mendukung ayat 28 Surat Luqman. Kalau begitu seperti apa kita seharusnya memikirkan kebangkitan ini ? Setelah manusia dimatikan, kemudian ruhnya berada di alam barzakh (lihat artikel “Adakah Adzab Kubur ?). Kemudian ruh dikirim kedalam jasad atau badan wadag. Menurut Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shufi dalam bukunnya “Al Ba’ats Wan Nusyur, “Setiap ruh akan masuk kedalam jasadnya masing-masing.” Pernyataan ini tidak ada hujjahnya. Melihat dan mencermati QS Al Hajj [22] ayat 5. Ruh itu dikirim kedalam jasad atau badan wadag yang akan lahir melalui seorang ibu. Di dalam Al Waqiah[56] ayat 60-61 dikatakan bahwa manusia dimatikan untuk merubah rupa atau roman( To transfigure) , merubah atau memodifikasi (To modify) atau mengganti (To change, substitute, replace) dan menciptakan dalam bentuk yang tidak kamu kenal.&lt;br /&gt;نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ&lt;br /&gt;عَلَى أَن نُّبَدِّلَ أَمْثَالَكُمْ وَنُنشِئَكُمْ فِي مَا لَا تَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;Nahnu qaddarna baynakumu almawta wama nahnu bimasbooqeena&lt;br /&gt;AAala an nubaddila amthalakum wanunshiakum fee ma la taAAlamoona&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan,&lt;br /&gt;untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dr. M. Taqiud-Din &amp;amp; Dr. M. Khan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;We have decreed death to you all, and We are not unable,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Yusuf Ali:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;We have decreed Death to be your common lot, and We are not to be frustrated&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dr. M. Taqiud-Din &amp;amp; Dr. M. Khan:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;To transfigure you and create you in (forms) that you know not&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Yusuf Ali:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;from changing your Forms and creating you (again) in (forms) that ye know not&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;Kesimpulan bahwa diri manusia dibangkitkan melalui kelahiran melalui bayi dengan rupa yang berbeda dengan sebelumnya di dunia. (sebagai referensi baca juga artikel ”Kelahiran Kembali”). Untuk meyakinkan marilah kita menyimak hadits yang saya ambil dari blog www.dwi-setiawati.web.id. Sahabat Ma’adz bin Jabal bertanya kepada Rasulullah : " Ya Rasul …Terangkan kepadaku tentang makna firman Allah :Yaitu hari ketika ditiup sangkakala, lalu kamu datang berkelompok-kelompok .”Maka menangislah Rasulullah. Cucuran air matanya membasahi bajunya Engkau telah bertanya sesuatu yang dahsyat. Umatku akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam kelompok-kelompok 12 (dua belas) tabiat :&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kelompok pertama&lt;/span&gt; : Dibangkitkan tanpa tangan dan kaki. Seraya terdengar suara dari sisi Tuhan " Mereka adalah orang-orang yang menggangu tetangganya. Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya ."&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kelompok kedua&lt;/span&gt; : Dibangkitkan dalam bentuk babi. Seraya terdengar suara dari sisi Tuhan "Mereka adalah orang-orang yang bermalas-malas melakukan shalat Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya ."&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kelompok ketiga&lt;/span&gt; : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan perut besar menggunung, dipenuhi ular dan kalajengking Seraya terdengar suara dari sisi Tuhan "Mereka adalah orang-orang yang menahan-nahan zakat Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya."&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kelompok keempat&lt;/span&gt; : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan darah mengalir dari mulut. Seraya terdengar suara dari sisi Tuhan " Mereka adalah orang-orang yang berdusta dalam jual-beli Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya."&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kelompok kelima&lt;/span&gt; : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan berbau busuk. Lebih busuk dari bau bangkai Seraya terdengar suara dari sisi Tuhan " Mereka adalah orang-orang yang melakukan maksiat tersembunyi karena merasa takut dilihat orang tetapi tidak takut dari pengawasan Allah Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya."&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kelompok keenam&lt;/span&gt; : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan terputus lehernya Seraya terdengar suara dari sisi Tuhan " Mereka adalah orang-orang yang memberi kesaksian palsu Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya."&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kelompok ketujuh&lt;/span&gt; : Dibangkitkan dari kuburnya tanpa memiliki lidah. Dari mulutnya mengalir nanah dan darah. Seraya terdengar suara dari sisi Tuhan " Mereka adalah orang-orang yang menolak memberi kesaksian Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya."&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kelompok kedelapan&lt;/span&gt; : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan tertunduk. Kedua kaki di atas kepala Seraya terdengar suara dari sisi Tuhan " Mereka adalah orang-orang yang gemar melakukan zina dan keburu mati sebelum bertobat Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya."&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kelompok kesembilan&lt;/span&gt; : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan berwajah hitam. Matanya biru perutnya penuh api Seraya terdengar suara dari sisi Tuhan " Mereka adalah orang-orang yang memakan harta, dan merampas hak anak-anak yatim secara zalim Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya."&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kelompok kesepuluh&lt;/span&gt; : Dibangkitkan dari kuburnya Dalam keadaan sakit kusta dan sopak Seraya terdengar suara dari sisi Tuhan " Mereka adalah orang-orang yang mendurhakai kedua orangtua Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya."&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kelompok kesebelas&lt;/span&gt; : Dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan buta-hati buta-mata. Giginya seperti tanduk kerbau. Bibir dan lidahnya bergelantungan mencapai dada, perut, dan paha. Sedang dari perutnya keluar kotoran. Seraya terdengar suara dari sisi Tuhan " Mereka adalah orang-orang yang gemar meminum khamr Maka inilah ganjarannya dan nerakalah tempatnya."&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Kelompok kedua belas&lt;/span&gt; : Dibangkitkan dari kuburnya dengan wajah bercahaya, seperti sinar bulan purnama. Melewati sirath al-Mustaqim. Secepat kilat menyambar angin Seraya terdengar suara dari sisi Tuhan " Mereka adalah orang-orang yang melakukan amal kebajikan. Menjauhi segala kemaksiatan. Rajin memenuhi panggilan shalat, dan mati sesudah bertobat Maka ganjaran mereka adalah: Pengampunan, rahmat, dan ridha, Serta surga dari Allah Ta’ala." &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalau memang nâr itu merupakan api yang menyala-nyala (riil), kenapa manusia dibangkitkan dalam keadaan cacat dan dijadikan babi. Kenapa tidak langsung dimasukkan kedalam nâr, pasti akan hancur lebur seperti orang di kremasi. Tidak perlu dicacatkan lagi dan tidak perlu dijadikan babi. Jadi nâr itu dapat di indikasikan berada dalam dunia ini.Wa llahu alam bish shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-8942295444847466680?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/8942295444847466680/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=8942295444847466680&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/8942295444847466680'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/8942295444847466680'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/07/seperti-apa-orang-berfikir-tentang_21.html' title='Seperti Apa Orang Berfikir Tentang Kebangkitan ? (2)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-5658742978239108372</id><published>2008-07-20T13:57:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T22:23:47.312-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebangkitan'/><title type='text'>Seperti Apa Orang Berfikir Tentang Kebangkitan ? (1)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebelum membahas tentang kebangkitan. Pertanyaan yang perlu diajukan adalah kenapa kita harus memikirkan tentang kebangkitan, yang merupakan sesuatu yang ghaib. Kalau kita tidak mau memikirkan tentang perumpamaan-perumpamaan yang didalam Al Qur’an termasuk didalamnya perumpamaan tentang kebangkitan, apakah kita termasuk orang yang tidak mengamalkan Al Qur’an .Karena &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kita diperintah oleh Allah untuk memikirkan tentang perumpamaan-perumpamaan dalam Al Qur’an.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:26;"&gt;لَوْ أَنزَلْنَا هَذَا الْقُرْآنَ عَلَى جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" lang="IN"  style="font-size:26;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Law anzalna hatha alqurana AAala jabalin laraaytahu khashiAAan mutasaddiAAan min khashyati Allahi watilka alamthalu nadribuha lilnnasi laAAallahum yatafakkaroona &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quraan ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfiki&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;r. &lt;/span&gt;(QS Al Hasyr[59] ayat 21.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Semoga kita ini termasuk kaum yang memikirkan.tanda-tanda di langit dan bumi sebagaimana digambarkan oleh Allah dalam QS&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Al Baqarah [2] ayat 164.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:26;"&gt;إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنزَلَ اللّهُ مِنَ السَّمَاء مِن مَّاء فَأَحْيَا بِهِ الأرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِن كُلِّ دَآبَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخِّرِ بَيْنَ السَّمَاء وَالأَرْضِ لآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:26;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Inna fee khalqi alssamawati waalardi waikhtilafi allayli waalnnahari waalfulki allatee tajree fee albahri bima yanfaAAu alnnasa wama anzala Allahu mina alssamai min main faahya bihi alarda baAAda mawtiha wabaththa feeha min kulli dabbatin watasreefi alrriyahi waalssahabi almusakhkhari bayna alssamai waalardi laayatin liqawmin yaAAqiloona &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Melalui para ilmuwan kita mengetahui dan berfikir bagaimana penciptaan langit dan bumi. Air terbentuk dari unsur hydrogen dan oksigen. Dan bagaimana Allah menyebarkan segala jenis hewan serta kisaran angin dan awan. Jangan menggambarkan dibenak kita bahwa menyebarkan hewan itu seperti menyebarkan benih di sawah. Demikian pula proses penciptaan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kelahiran yang diungkapkan oleh Allah dengan kalimat yang begitu indah dalam QS An Najm[53] ayat 45-47. &lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:26;"&gt;وَأَنَّهُ خَلَقَ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالْأُنثَى &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:26;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:26;"&gt;مِن نُّطْفَةٍ إِذَا تُمْنَى &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:26;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:26;"&gt;وَأَنَّ عَلَيْهِ النَّشْأَةَ الْأُخْرَى &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:26;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;" align="right"&gt;Waannahu khalaqa alzzawjayni alththakara waalontha&lt;br /&gt;Min nutfatin itha tumna&lt;br /&gt;Waanna AAalayhi alnnashata alokhra &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;Artinya,&lt;br /&gt;dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita.&lt;br /&gt;dari air mani, apabila dipancarkan.&lt;br /&gt;Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati).&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dipandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari sudut morphologis “alnnashata alokhra” itu mempunyai arti :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"  style="font-size:26;"&gt;النَّشْأَةَ&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:26;"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;=&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;growth, development and evolution (pertumbuhan,perkembangan dan evolusi.)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"  style="font-size:26;"&gt;الْأُخْرَى&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;= other or annother (yang lain)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kalau ayat 47 ini diterjemahkan bahwa “Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain”, dapatlah dibenarkan. Nutfah berkembang menjadi bayi dan tumbuh menjadi dewasa. Itu dapat dikatakan kejadian yang lain. Memang, kalau dibandingkan Nutfah dengan bayi tentu sudah mengalami kejadian yang berbeda (lain). Kemudian kalau diberi keterangan didalam kurung “ kebangkitan sesudah mati” akan mempunyai arti bahwa kebangkitan sesudah mati itu prosesnya seperti kelahiran seorang bayi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setelah bayi lahir, tumbuh menjadi dewasa dan akhirnya mati (QS Al Ankabut[29] ayat 57)&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:26;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:26;"&gt;كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:26;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Kullu nafsin thaiqatu almawti thumma ilayna turjaAAoona &lt;span dir="rtl" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan&lt;/span&gt;. &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Seperti yang sudah dijelaskan bahwa setelah kematian, diri manusia (nafs) itu berada di alam barzakh&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;( Lihat artikel &lt;a href="http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/07/adakah-adzab-kubur.html"&gt;Adakah adzab kubur ?&lt;/a&gt; ). Apakah alam barzakh itu berada di dalam kubur artinya di dalam tanah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersama-sama tulang belulangnya atau entah dimana ?, hanya Allah yang Maha Tahu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mereka menunggu untuk dibangkitkan. Bagaimana perumpamaan-perumpamaan tentang kebangkitkan itu digambarkan oleh Allah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;?&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;1. Perumpamaan kebangkitan setelah kematian manusia&lt;br /&gt;2. Perumpamaan kebangkitan setelah kehancuran bumi&lt;br /&gt;3. Perumpamaan kebangkitan setelah kehancuran alam semesta&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-5658742978239108372?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/5658742978239108372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=5658742978239108372&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/5658742978239108372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/5658742978239108372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/07/seperti-apa-orang-berfikir-tentang.html' title='Seperti Apa Orang Berfikir Tentang Kebangkitan ? (1)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-5969723028909313140</id><published>2008-07-19T15:51:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T22:42:22.586-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wajah Islam'/><title type='text'>Kesalehan Lisan</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tuhan menyampaikan firmannya melalui wujud bahasa. Ini adalah suatu realitas. Kita mengetahui firman Tuhan dari Al Qur’an dalam bahasa aslinya, yaitu bahasa Arab dan ditranslasi ke berbagai bahasa-bahasa di dunia, termasuk bahasa &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;. Bahkan Tuhan menciptakan manusia yang berkemampuan berbahasa. Inilah yang membedakan manusia dan hewan serta tumbuh-tumbuhan. Bahasa dalam arti kata-kata ini, kadangkala lebih tajam daripada pedang. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Words are sharper than swords.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Kata-kata yang tajam, yang sering digunakan adalah kata-kata yang mempunyai makna kekerasan seperti “penggal kepalanya....., bunuh saja…, bakar semua….,cincang…, tendang, tempeleng dan serang. Di media cetak, media internet melalui forumnya atau poster yang diperlihatkan pada saat melakukan unjuk rasa sering menggunakan kata-kata anarkis. Bermula dari hasutan atau bujukan kata-kata, terbakarlah emosi dan amarah, akhirnya korban manusia tidak bersalah berjatuhan. Ini bahayanya lisan. Kita sering dipertontonkan melalui televisi ulah saudara-saudara kita melakukan unjuk rasa dengan wajah yang garang dan ungkapan-ungkapan lisan dengan kata-kata yang tidak baik, tidak beradab dan mengobarkan kengerian dan ego-sektarian. &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Baku&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt; pukul juga diperlihatkan oleh orang-orang terhormat di legislatif, baik di luar negeri maupun di dalam negeri. . Apakah memang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kebencian dan kemarahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang ditumpahkan dalam lisan dan perbuatan itu menafikan tuntunan dan firman Tuhan dengan berlindung karena godaan syaitan..? Saya yaqin tidak !&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi mungkinkah mereka belum memahami firman Allah yang terkandung dalam Al Qur’an atau apakah mereka belum dapat memaknai apa yang tersurat maupun yang tersirat dalam hadits, yang merupakan kumpulan sunnah Rasulullah yang diriwayatkan oleh para cendikia jaman dulu. Boleh jadi tidak melakukan ? Mengapa tidak mengamalkan perintah Allah dan Rasul-nya ? Ataukah mereka bukan orang yang beragama Islam ? Marilah kita kembali kepada apa yang terkandung dalam Al Qur’an dan As Sunnah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:28;"&gt;وَقُل لِّعِبَادِي &lt;span style="color:blue;"&gt;يَقُولُواْ الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ&lt;/span&gt; إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلإِنْسَانِ عَدُوًّا مُّبِينًا &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:28;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Waqul liAAibadee yaqooloo allatee hiya ahsanu inna alshshaytana yanzaghu baynahum inna alshshaytana kana lilinsani AAaduwwan mubeenan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: &lt;span style="color:blue;"&gt;"Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar)&lt;/span&gt;. Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (QS Al Israa’[17] ayat 53)&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Zar رضي الله عنه, katanya: "Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda kepada saya:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;"Janganlah engkau menghinakan sesuatupun dari amal kebaikan -yakni sekalipun tampaknya kecil, janganlah tidak dilakukan, meskipun &lt;span style="color:blue;"&gt;andaikata engkau bertemu saudaramu dengan menunjukkan wajah yang manis," - atau berseri-seri tanda bersuka cita ketika bertemu itu.&lt;/span&gt; (Riwayat Muslim) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah رضي الله عنه bahwasanya Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda: &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;"Dan mengucapkan perkataan yang baik itu adalah merupakan sedekah."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (Muttafaq 'alaih). &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"  style="font-size:24;"&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ &lt;span style="color:blue;"&gt;فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ&lt;/span&gt;، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ . [رواه البخاري ومسلم] &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:24;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dari Abu Hurairah"&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat&lt;span style="color:blue;"&gt;, maka hendaklah ia berkata baik atau diam&lt;/span&gt;, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya".&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; HR. Bukhari dan Muslim. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Maha Suci Allah. Islam itu sangat indah. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Islam is Beautiful&lt;/span&gt;. Bagaimana tidak indah ? Al Quran dan As Sunnah tidak mengerdilkan akal budi, tetapi justru mengedepankan akal budi yang baik dan tinggi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(akhlaqul karimah)&lt;/span&gt;. Berbicara yang baik dan menunjukkan wajah yang manis ketika bertemu. Tersenyum dan berdialog dengan perkataan baik, cantik dan indah,….sungguh indah dan elok orang muslim itu. Kalau tidak lebih baik diam. Silent is Golden. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Memuliakan tetangganya dan memuliakan tamunya dengan baik. Bahaya lisan itu sangat banyak. Rasulullah صلی الله عليه وسلم juga bersabda:&lt;br /&gt;"Bukankah manusia terjerumus ke dalam nâr karena tidak dapat mengendalikan lidahnya"(Imam Nawawi). Kesalehan itu tidak hanya syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji. Kesalehan itu mencakup semuanya. Itu yang dinamakan Islam kaffah atau Berserah diri secara total kepada Allah. Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-5969723028909313140?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/5969723028909313140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=5969723028909313140&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/5969723028909313140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/5969723028909313140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/07/kesalehan-lisan.html' title='Kesalehan Lisan'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-6083361283179535906</id><published>2008-07-19T12:19:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T21:11:53.282-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Dalam Al Qur&apos;an'/><title type='text'>Semangat.......Semangat.......Semangat.......!</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Di zaman Rasulullah, 1500 tahun yang lalu, kaum mukmin bergemuruh. Ada yang berlari. Ada yang berkuda. Adapula yang menunggang unta. Kita pasti dapat membayangkan pada waktu Rasulullah memberi semangat dan mengacung-ngacungkan telunjuk, memberikan perintah dengan gagahnya diantara kaum mukminin. Beliau berada diatas punggung kuda diantara debu berterbangan dan suara tapal kuda yang menyentuh bebatuhan. Pada waktu itu kaum mukminin berperang dengan orang kafir. Kaum mukminin menyerang dengan gegap gempita itu bukan tidak beralasan tetapi karena kaum mukminin diserang, diserbu dan dimusuhi &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;oleh orang-orang kafir. Suasana perang dan penyerbuhan ketengah-tengah orang kafir pada pagi hari itu digambarkan dengan kata-kata yang indah dan puitis dalam QS Al ‘Aadiyaat[100] ayat 1-5&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;" lang="AR-SA"&gt;وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 24pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;" lang="AR-SA"&gt;فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 24pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;" lang="AR-SA"&gt;فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 24pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;" lang="AR-SA"&gt;فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 24pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;" lang="AR-SA"&gt;فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا&lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 24pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan ,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;maka ia menerbangkan debu,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Nah, kenapa kita tidak meneladani Rasul dan kaum mukminin. Mereka bersemangat dan gegap gempita mengikuti perintah Allah dan Rasul-nya. Meskipun perintah Allah dalam QS An Nisaa’[4] ayat 84 tentang “……Kobarkanlah semangat orang-orang mukmin…”, &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 24pt;" lang="AR-SA"&gt;وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ &lt;/span&gt;&lt;span dir="ltr" style="font-size: 24pt;" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: right; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="ltr" style="" lang="IN"&gt;(Incite and raise the believers)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengobarkan semangat untuk berperang. Tetapi perintah ini masih relevan dengan keadaan zaman “tanpa perang” sekarang ini, khususnya di negara kita yang tercinta ini. Ayat ini dapat menyemangati kita dan anda sebagai orang mukmin untuk mengobarkan semangat di segala bidang. Di bidang kita bekerja dan di bidang kita belajar… Janganlah pernah tidak bersemangat. Janganlah berpangku tangan saja. Janganlah malas belajar. Janganlah malas bekerja. Selesai urusan yang satu. Selesaikan urusan yang lainnya. Anda memperoleh sesuatu dari apa yang anda telah perbuat. Sukses mulai dari tangan Anda. Bersemangatlah ! Wa llahu ‘alam bish shawab. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-6083361283179535906?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/6083361283179535906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=6083361283179535906&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6083361283179535906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6083361283179535906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/07/semangatsemangatsemangat.html' title='Semangat.......Semangat.......Semangat.......!'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-3736467417634912067</id><published>2008-07-18T20:40:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T22:42:52.477-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Wajah Islam'/><title type='text'>Kenapa Orang Murtad Harus Dibunuh ?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hukuman membunuh orang murtad tidak ditemukan dalam Al Quran setelah membolak-balik halaman demi halaman Al Quran. Yang diatur dalam Alquran adalah balasan orang murtad di hari kemudian (akhirat).”&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya” &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(QS Al Baqarah[2]ayat 217).Bahkan Hukum Pidana (Jinayah) dalam AlQuran Digital 21-pun telah diteliti, namun tidak ditemukan hukum membunuh orang murtad. Ternyata yang mengatur pembunuhan atau pemenggalan orang murtad itu adalah Hadits-Hadits sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dari Ibnu Abbas ra bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Orang yang menyalahi agamanya dengan agama Islam (murtad), maka penggallah lehernya”. (HR At-Thabarani).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;HR Buhari Muslim,dari Ibnu Mas'ud ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidak halal darah seorang muslim yang mengucap tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa aku Rasulullah, kecuali dengan satu dari tiga sebab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;[1] tsayyib (orang yang sudah pernah menikah) bila berzina, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;[2] pembunuhan nyawa manusia, dan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;[3] orang yang meninggalkan agamanya dan meninggalkan jamaah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Walaupun Hadits tersebut sahih, tetapi nampaknya dibutuhkan kajian lebih lanjut apakah hadits ini dipandang perlu dimansukh-kan mengingat tidak selaras dengan kandungan Al Quran. Hadits ini tidak cukup bersesuai dengan prinsip tidak ada paksaan dalam hal agama (al-Dien), yang terdapat dalam surah al-Baqarah [2] ayat 256: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial Unicode MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan jalan yang benar dari pada jalan yang sesat..............”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; Terjemahan dalam bahasa Inggris-nya adalah &lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;There is no compulsion in religion” (Dr. M. Taqiud-Din &amp;amp; Dr. M. Khan maupun Yusuf Ali ). Tidak ada kata “memasuki” dan “Islam”. Ini artinya apa ? Pernyataan ini merupakan statemen kebebasan yang bersifat universal. Bahwa memasuki agamapun diperkenankan menurut akal dan pikirannya sendiri dan boleh keluar dari agama itu bila tidak sesuai menurut akal dan pikirannya. Dengan demikian ayat ini &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;harus dibaca masuk Islam atas kesadaran sendiri demikian pula keluar dari Islampun boleh dengan kesadaran sendiri.Tidak ada paksaan maupun ancaman terhadap jiwa mereka. Meskipun, sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam (QS. Ali-Imran [3]ayat19) dan tidak diterima dan merugi bagi mereka yang tidak masuk agama Islam (QS Ali-Imran[3]ayat 85). Mereka, orang-orang kafir masuk Islam haruslah atas kesadaraan sendiri, dan bukan karena ada paksaan dari kita (misalnya dengan ancaman terhadap jiwa mereka jika tidak mau masuk Islam). Apalagi dalam QS Al Kaafiruun[109] ayat 6, jelas dikatakan &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. “ Tidak perlulah kita mengurusi orang. Urusilah diri kita sendiri, apakah sudah sebenar-benarnya taqwa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Didalam QS An Nisaa[4] ayat 137 diceritakan bahwa ada orang beriman menjadi kafir, kemudian beriman dan kafir lagi. Allah tidak memberikan perintah untuk membunuh tapi Allah tidak akan memberi ampunan diakhirat sebagaimana juga dijelaskan dalam QS Al Baqarah 217 diatas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;"&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya[362], maka sekali-kali Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(QSAn Nisaa’[4] ayat 137)"&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bahkan Allah mengajarkan suatu kebebasan untuk memilih mau beriman boleh mau kafir juga boleh.Sebagaimana difirmankan dalam QS Al Kahfi [18] ayat 29 sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;”Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Artinya bahwa orang boleh kafir kemudian beriman lalu kafir lagi. Tuhan memberikan kebebasan sebagaimana QS An Nisaa'[4]ayat 137, tetapi diancam oleh Allah tidak akan dapat ampunan diakhirat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Allah berfirman dalam QS Al Isra’[17] ayat 107. &lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;”Katakanlah, Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah)”&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Allah memberikan kebebasan orang beriman atau tidak beriman. Bagi Allah tidak masalah atau bagi Allah sama saja. Oleh karena itu, mengapa mereka harus marah atau ingin membunuh bila ada yang murtad alias ”dari beriman kemudian tidak beriman”, bahkan masih dalam perdebatan atau wacana sudah dikatakan murtad. Bagaimana kalau orang itu masih masih mengucapkan dua kalimat syahadat. Berarti dia masih seorang mukmin. Lha, bagaimana kalau terlanjur dibunuh. Mahasuci Allah, balasannya jahannam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dan barangsiapa yang &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;membunuh&lt;/span&gt; seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; (QS An Nisaa’ [4] ayat 93). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kesimpulannya hadits tadi sangat tidak cukup bersesuaian sekali dengan Al Quran. Firman Allah dalam Al Quran selalu mengharuskan umat Islam berbuat baik, berakhlaq mulia dan penuh keramahan dan bukan menunjuk wajah dan perilaku yang penuh keberingasan.Wa llahu ’alam bish shawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-3736467417634912067?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/3736467417634912067/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=3736467417634912067&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/3736467417634912067'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/3736467417634912067'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/07/kenapa-orang-murtad-harus-dibunuh.html' title='Kenapa Orang Murtad Harus Dibunuh ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-5402745624397115884</id><published>2008-07-17T15:50:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T22:20:54.165-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebangkitan'/><title type='text'>Adakah adzab kubur ?</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:14;"&gt;Sebelum menerangkan ada dan tidaknya adzab kubur. Marilah kita sejenak kembali berusaha untuk menemukan arti adzab yang sebenarnya. &lt;i&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Adzab sebenarnya mempunyai arti segala sesuatu yang mendatangkan kesulitan, atau menyakitkan dan memberatkan beban atau tanggungan jiwa dan atau fisik&lt;/span&gt;.&lt;/i&gt; Nah sekarang kita bicarakan tentang kubur. Kubur secara kasat mata, kubur itu merupakan tanah yang digali sehingga berlubang untuk memasukkan orang meninggal didalamnya. Orang yang meninggal didalam kubur, dikatakan dia berada di alam kubur. Secara fisik jasadnya di dalam kubur. Tetapi rohnya dimana ? Berada dimana dialam barzakh (QS Al Mu’minuun[23]ayat 100)&lt;?xml:namespace prefix = o /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="DIRECTION: rtl; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِن وَرَائِهِم بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;LaAAallee aAAmalu salihan feema taraktu kalla innaha kalimatun huwa qailuha wamin waraihim barzakhun ila yawmi yubAAathoona &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;“agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. &lt;i&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;[1023]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;”.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:9;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;[1023] Maksudnya: mereka sekarang telah menghadapi suatu kehidupan baru, yaitu kehidupan dalam kubur, yang membatasi antara dunia dan akhirat.&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Kehidupan dalam kubur itu bukan kubur dalam arti fisik. Kata “barzakh” dalam al Qur’an hanya disebut sebanyak tiga kali, yaitu pada QS Al Mu’minuun[23]ayat100; QS Ar Rahman[55]ayat 20 dan QS Al Furqaan[25]ayat 53.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Kedua ayat terakhir tidak berkaitan dengan hari kebangkitan tetapi berhubungan dengan kelautan. Simak ayatnya berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ar Rahmaan (55) &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;-Verse 19- &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="DIRECTION: rtl; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Maraja albahrayni yaltaqiyani &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Al Furqaan (25) &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;-Verse 53- &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="DIRECTION: rtl; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَّحْجُورًا &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Wahuwa allathee maraja albahrayni hatha AAathbun furatun wahatha milhun ojajun wajaAAala baynahuma barzakhan wahijran mahjooran &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; &lt;i&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Jadi barzakh, yang kita bicarakan adalah yang berkaitan dengan hari kebangkitan. Dari ayat QS Al Mu’minuun[23]ayat100 dijelaskan bahwa orang meninggal itu rohnya itu berada di suatu tempat dimana ada dinding yang menghalanginya bahwa roh itu tidak bisa kembali ke jasadnya di bumi dan tidak bisa menuju kehidupan berikutnya sampai hari mereka dibangkitkan. Dalam bahasa, roh itu bisa berarti nafs, jiwa, diri dan diri Tuhan (QS Al An’am[6] ayat 12 “kataba ‘ala nafsihir rahma”,yang artinya Allah menetapkan atas dirinya menganugerahkan rahmat). Apakah sama diri manusia (nafs) dengan diri Tuhan (nafs). Wa llahu ‘alam bish shawab. Dengan demikian diri manusia itu berada di alam barzakh atau orang menyebutkan di alam kubur. Tetapi bukan kubur dalam arti sebenarnya secara fisik. Kalau dibongkar kuburan itu tidak ditemukan diri manusia tetapi hanya tulang belulang saja. Tulang belulang itu kalau dibakar akan mejadi abu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Seperti yang sudah dijelaskan bahwa diri manusia itu berada di alam barzakh. Mereka menunggu untuk dibangkitkan. Apa kata diri manusia itu setelah dibangkitkan (walaupun mungkin tidak berkata-kata seperti manusia sekarang). Sebagaimana yang dijelaskan dalam QS Yaasiin[36] ayat 51 dan 52.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="DIRECTION: rtl; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Wanufikha fee alssoori faitha hum mina alajdathi ila rabbihim yansiloona &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Dan ditiuplah sangkalala &lt;sup&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;[1271]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. &lt;/p&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: center" align="center"&gt;&lt;hr align="center" width="100%" size="2"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:9;"&gt;[1271] Tiupan ini adalah tiupan sangkalala yang kedua yang sesudah nya bangkitlah orang-orang dalam kubur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Setelah sangkakala ditiupkan maka mereka keluar dari kubur. Kubur ini bukan kubur secara fisik di dunia ini. Kubur ini berarti alam barzakh. Nah, apa yang disampaikan diri manusia. Renungkanlah di ayat 52 berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="DIRECTION: rtl; unicode-bidi: embed; TEXT-ALIGN: right"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَن بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا هَذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Qaloo ya waylana man baAAathana min marqadina hatha ma waAAada alrrahmanu wasadaqa almursaloona &lt;span lang="AR-SA" dir="rtl"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;Mereka berkata: "Aduhai celakalah kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?". Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul- rasul(Nya). &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Diri manusia (roh, jiwa, nafs) menunggu di alam barzakh itu dirasakan seperti tidur-tiduran ditempat tidur. Mereka berkata: “Aduhai celaka siapa yang membangunkan kami!” Berarti diri manusia itu tidak merasakan siksa atau adzab. Kalau ada adzab di alam barzakh, tentunya mereka mungkin akan mengatakan:” Aduhai, untung ada yang menghindarkan kami dari adzab!” Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Nah, dimana ada berita adzab kubur. Bisa jadi cerita adzab kubur hanyalah dongengan orang-orang zaman dahulu untuk membujuk orang-orang agar melaksanakan perintah Allah dengan benar. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Kalau kita meneliti hadits, memang ada dari Zaid bin Tsabit. Rasul bersabda&lt;i&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;:”Sesungguhnya mereka tengah diadzab dalam kuburnya.Kalau saja kalian tidak akan lari, pasti aku akan meminta Allah agar memperdengarkan adzab kubur yang tengah aku dengarkan ini&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; (HR Muslim-Sahih).&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;Ayat-ayat al Qur’an yang telah dijelaskan diatas, niscaya atau barangkali&lt;span style="font-size:+0;"&gt; &lt;/span&gt;menafikan hadits riwayat Muslim ini. Bisa jadi Rasul menyampaikan berita ini merupakan usaha untuk meyakinkan umat pada waktu itu tentang kebangkitan kembali. Wa llahu ‘alam bish shawab. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="TEXT-ALIGN: justify"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-5402745624397115884?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/5402745624397115884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=5402745624397115884&amp;isPopup=true' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/5402745624397115884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/5402745624397115884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/07/adakah-adzab-kubur.html' title='Adakah adzab kubur ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-1706824191217155756</id><published>2008-07-10T14:16:00.000-07:00</published><updated>2008-09-05T21:02:19.528-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perspektif Islam'/><title type='text'>Poligami Dalam Perspektif Islam</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Dahulu dalam sejarah umat manusia, seorang laki-laki dapat kawin dengan lebih dari satu perempuan. Apakah laki-laki itu raja, kepala suku atau orang biasa dapat kawin dengan banyak wanita. Konon ada yang lebih dari 100 wanita. Di negeri Cina, Raja mempunyai satu permaisuri dan selir-selir yang jumlahnya bisa ratusan. Sampai ada yang tidak mengenal anaknya. Termasuk juga di jaman kerajaan-kerajaan Mataram Hindu atau Islam. Di jaman pra Islam, para kepala suku sudah terbiasa memelihara gundik, selir, simpanan dan harem di negeri-negeri Arab. Bahkan di dalam Hadits diterangkan bahwa Ghaylan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bin Salmah memiliki 10(sepuluh) istri (Al-Muwattha-Imam Malik). Abu dawud meriwayatkan dalam Haditsnya bahwa Harits bin Qaya mempunyai 8(delapan) Istri. Bagaimana dalam Islam, marilah kita simak ayat-ayat dalam Al Qur’an. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Sebagai orang Islam itu ada kewajiban untuk mengawinkan seorang yang yang sendirian apakah itu anak sendiri, saudara dan budak-budak(kalau jaman dahulu) dan pembantu-pembantu rumah tangga (kalau jaman sekarang) baik laki-laki maupun perempuan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;“Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian &lt;sup&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;[1036]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt; diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;.”(QS An Nuur[24] ayat 32)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;[1036] Maksudnya: hendaklah ladi-laki yang belum kawin atau wanita- wanita yang tidak bersuami, dibantu agar mereka dapat kawin&lt;/span&gt;. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Budak atau hamba sahaya ( slaves) dan pembantu rumah tangga itu jelas berbeda. Jangan samakan budak dengan pembantu rumah tangga. Dulu budak itu adalah harta&lt;/span&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Georgia;"&gt; dan boleh dikawini dan dimiliki&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;. Semakin banyak memiliki budak dapat dikatakan semakin kaya. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Georgia;"&gt;Dan yang terpenting adalah harus kawin dengan species yang sama. Artinya kawin dengan sesama manusia dan jangan kawin dengan hewan (sapi) he..he. Dan jangan pula kawin dengan sesama laki-laki atau sesama perempuan. Cobak simak ayat berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;…....................................(QS Ar Rum [30] ayat 21)&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt;Dengan demikian kalau di lingkungan kita terdapat seorang laki-laki dan seorang perempuan yang belum nikah, yang sudah waktunya menikah. Kita wajib mencarikan jodoh. Kalau tidak, kita&lt;/span&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Georgia;"&gt; tidak memenuhi&lt;/span&gt;&lt;span  lang="IN" style="font-family:Georgia;"&gt; perintah AlQur’an.&lt;/span&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Georgia;"&gt; Tetapi kalau yang akan dikawinkan itu adalah perempuan, maka yang laki-laki harus mempunyai kesanggupan atau mempunyai kemampuan. Dan kalau yang laki-laki itu tidak mempunyai kemampuan maka perempuan itu agar dicarikan laki-laki lain yang mempunyai kesanggupan dan kemampuan. Demikian juga kalau yang akan dikawinkan itu adalah laki-laki, maka yang laki-laki tersebut harus sudah mempunyai kesanggupan dan kemampuan. Kemampuan ini adalah bersifat psikologis (rohani) maupun yang bersifat material yang berarti sanggup menghidupi calon istrinya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi was sallam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;"Artinya : Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kamu yang mempunyai kesanggupan, maka menikahlah, karena menikah itu lebih menundukkan pandangan mata dan lebih memelihara kesucian farji ; dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah berpuasa, karena puasa dapat menjadi benteng baginya&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;" [Muttafaq 'Alaih]&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Georgia;"&gt;Jangan mengawinkan anak perempuan dengan pemuda yang belum mempunyai kesanggupan dan kemampuan. Demikian pula jangan mengawinkan anak laki-laki yang belum memiliki kemampuan dan kesanggupan untuk menikahi seorang perempuan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Georgia;"&gt;Nah, kalau sudah mampu dan sanggup menikah, maka diharuskan untuk dinikahkan (&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;QS An Nuur[24] ayat 32)&lt;/b&gt;.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Georgia;"&gt;Permasalahannya sekarang bolehkah menikah atau kawin dengan lebih dari satu wanita. Sebenarnya Islam membolehkan kawin lebih dari satu, tetapi harus memenuhi syarat-syarat tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Georgia;"&gt;Yang pertama,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span  lang="EN-US" style="font-family:Georgia;"&gt; harus dapat berlaku adil. Adil disini mempunyai arti adil dalam segala hal, yaitu pakaian, tempat tinggal, giliran menggauli dan lain-lain yang bersifat lahiriyah dan bathiniyah. Dan yang paling banyak 4(empat) perempuan yang boleh dinikahi. Kalau tidak bisa adil, ya satu perempuan saja yang dinikahi. Sebab kalau tidak bisa adil akan terjerumus kedalam perbuatan aniaya (dhalim). Seperti yang termaktub dalam ayat berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil &lt;sup&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;[265]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;, maka (kawinilah) seorang saja &lt;sup&gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;[266]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;(QS An Nisaa’ (4) ayat 3)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10;"&gt;[265] Berlaku adil ialah perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah.&lt;br /&gt;[266] Islam memperbolehkan poligami dengan syarat-syarat tertentu. Sebelum turun ayat ini poligami sudah ada, dan pernah pula dijalankan oleh para Nabi sebelum Nabi Muhammad r Ayat ini membatasi poligami sampai empat orang saja&lt;/span&gt;. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Arti ayat suci di atas adalah bahwasanya jika seorang anak perempuan yatim berada di bawah asuhan seseorang dan ia merasa takut kalau tidak bisa memberikan mahar sepadan kepadanya, maka hendaklah mencari perempuan lain, sebab perempuan itu banyak dan Allah tidak mempersulit hal itu terhadapnya&lt;/span&gt;. &lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Boleh kawin lebih dari 1(satu).Namun dengan syarat adil dan mampu untuk itu. Maka barangsiapa yang takut tidak dapat berlaku adil hendaknya cukup menikahi satu istri saja dengan boleh mempergauli budak-budak perempuan yang dimilikinya. Hal ini ditegaskan oleh praktek yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam dimana saat beliau wafat meninggalkan sembilan orang istri. Dan Allah telah berfirman (Syaikh Abdul Aziz bin Baz), &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;"Artinya : Sesungguhnya telah ada bagi kamu pada Rasulullah suri teladan yang baik" &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;[Al-Ahzab(33) : 21]&lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Kalau ingin meneladani Rasulullah, seharusnya meneladani secara total. Jangan setengah-setengah. Artinya pada keadaan normal, sebelum Muhammad diangkat menjadi nabi dan rasul. Bahkan sesudah diangkat menjadi rasul. Nabi Muhammad hanya kawin seorang perempuan saja, yaitu Khadijah. Nabi tidak sampai hati melihat istrinya dimadu. Bahkan setelah Khadijah meninggal, Nabi Muhammad sering mengingat-ingat istrinya yang sudah meninggal, sehingga Aisyiah cemburu. Nah, baru setelah terjadi peperangan dengan orang kafir, karena orang Muslimin diserang. Banyak sahabat Rasul banyak yang meninggal dan tentunya banyak janda. Rasul baru menikah lebih dari 1(satu) setelah istrinya meninggal. Dengan demikian Rasul mempunyai 9 (sembilan)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;istri adalah untuk memecahkan masalah. Poligami merupakan solusi, bukan merupakan suatu keinginan atau hasrat untuk memuaskan hawa nafsu. Keingingan laki-laki untuk kawin dengan banyak perempuan adalah fitrah. Sehingga Islam perlu mengatur jumlah perempuan yang akan dikawini. Kalau tidak, seperti yang terjadi pada sebelum Islam. Dan kalau ingin meneladani Rasul secara kaffah, berarti boleh kawin setelah istri pertama meninggal dan untuk memecahkan masalah atau problem. Sesuai dengan Al Qur’an , laki-laki tidak boleh menikah lebih dari 4 (empat). Menikah lebih dari 4(empat) merupakan hukum khusus untuk Rasul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Sebenarnya Allah sudah memperingatkan bahwa laki-laki itu tidak pernah sekalipun adil terhadap istri-istrinya, walaupun laki-laki sangat ingin berbuat adil. Jadi hanya ingin saja tetapi tidak dapat berbuat adil. Ya, ini berarti dan boleh dibilang “omong kosong” belaka, kalau ada laki-laki ingin  poligami dan dia mengatakan akan berbuat adil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt; (QS An Nisaa’[2] ayat 129)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Yang kedua,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt; terciptanya rasa kasih sayang. Mawaddah wa rahmah. Simak ayat Al Qur’an berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;(QS Ar Rum [30] ayat 21)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Bahkan Rasul telah menyampaikan kepada umatnya bahwa kawinlah dengan perempuan yang subur dengan penuh kasih sayang. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Ibnu Hibban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;“Artinya : Kawinilah wanita-wanita yang penuh kasih sayang lagi subur (banyak anak), karena sesungguhnya aku akan menyaingi umat-umat yang lain dengan bilangan kalian pada hari kiamat kelak"&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; &lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;[Riwayat Ahmad dan Ibnu Hibban]&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Ayat dan Hadits ini harus ditafsirkan bahwa kalau laki-laki ingin kawin lagi dan menyebabkan hilangnya rasa kasih sayang, karena istri pertamanya tidak mau dimadu dan tidak ridha, maka kawin lagi lebih dari 1(satu) itu bertentangan dengan ayat Al Qur’an dan Hadits diatas.  Jadi harus ada ridha istri pertama.  Mana  ada  perempuan yang mau dimadu  kecuali karena  ketidakberdayaan atau  keterpaksaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Jadi pada dasarnya bahwa Islam menganut “Monogami”. Boleh melakukan poligami dengan syarat adil dan ridha istri pertama. Tanpa adil dan ridha istri, maka mawaddah wa rahmah tidak akan terjadi. Kunci perkawinan adalah terciptanya suatu keadaan yang penuh kasih sayang. Pologami boleh dilakukan bila mempunyai alasan yang kuat, adil dan ridha istri. Dalam tafsir Al-Maragy, jilid IV dijelaskan bahwa alasan untuk dapat kawin lebih dari 1(satu) atau poligami adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Tidak mempunyai keturunan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Istri menderita penyakit kronis, sehingga tidak bisa menunaikan tugasnya sebagai istri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Istri tidak sanggung lagi melayani suaminya yang hypersex.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Jumlah wanita lebih banyak daripada laki-laki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Dari penjelasan tafsir Al-Maragy tersebut jelas bahwa perkawinan Islam menganut “Monogami". Islam mengijinkan pologami dengan syarat-syarat tertentu seperti yang telah dijelaskan diatas.. Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-1706824191217155756?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/1706824191217155756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=1706824191217155756&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/1706824191217155756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/1706824191217155756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/07/poligami-dalam-perspektif-islam.html' title='Poligami Dalam Perspektif Islam'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-8413849026043575370</id><published>2008-07-08T07:16:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T22:36:31.086-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kembali Kepada Allah'/><title type='text'>Kepada Allah semua kembali (2)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;Bertemu dengan Allah (liqa’Allah). Bertemu dengan Tuhan (liqa’I rabbihim). Liqa mempunyai arti perjumpaan denganya secara bersamaan, pertemuan sesuatu atau pertemuan dua hal. Pertemuan dengan Allah dan Rabb digambarkan dalam Al Qur’an seperti dalam &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;“Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; (QS Al’Ankabuut [29] ayat 5)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;“Kemudian Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan mereka”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; (QS Al An’am [6] ayat 154)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Pertemuan dengan Allah pasti akan terjadi bila manusia mengharap bertemu dengan Allah. Kalau tidak berharap, tentunya tidak akan bertemu dengan Allah. Manusia yang tidak berharap pertemuan dengan Allah dilukiskan dalam (QS Yunus [10] ayat 7)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;i style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;"&gt;Kapan pertemuan dengan Allah? Bisa jadi di dunia seperti yang sudah dijelaskan dalam artikel Kepada Allah Semua Kembali (1). Pertemuan dengan Allah itu pada suatu hari dimana orang-orang dikumpulkan sebagaimana yang digambarkan pada ayat berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) hanya sesaat di siang hari, (di waktu itu) mereka saling berkenalan. Sesungguhnya rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt; (QS Yunus [10] ayat 45) &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;Orang-orang itu dikumpulkan bersaf-saf. Apakah yang dikumpulkan itu badan wadagnya? Bukan ! Yang berkumpul itu adalah Ruhnya. Jadi bertemu dengan Allah itu berada di alam Ruh. Simak ayat berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style=""&gt;“Pada hari&lt;span style="color: red;"&gt;, ketika ruh&lt;/span&gt;&lt;sup&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[1550]&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt; dan para malaikat berdiri bershaf- shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=""&gt;.” (QS An-Naba’ [78] ayat 38)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;hr align="center" size="2" width="100%"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 9pt;"&gt;[1550] &lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; ahli tafsir mempunyai pendapat yang berlainan tentang maksud "ruh" dalam ayat ini. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:City&gt; yang mengatakan "Jibril", ada yang mengatakan "tentara Allah", ada pula yang mengatakan "ruh manusia". &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;Setelah ruh-ruh tadi dihisab dan setiap ruh (jiwa) akan mengetahui apa yang telah dikerjakannya (QS At Takwir [81] ayat 14) , maka akan dipertemukan ruh-ruh itu dengan badan wadagnya. &lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="color: red;" lang="EN-US"&gt;dan apabila &lt;span style="background: rgb(49, 106, 197) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;ruh&lt;/span&gt;-&lt;span style="background: rgb(49, 106, 197) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;ruh&lt;/span&gt; dipertemukan (dengan tubuh)”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt; (QS At TAkwir [81] ayat 7&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;). Bagaimana Allah mempertemukan ruh-ruh itu dengan badan wadagnya? Pertemuan ruh dengan badan wadagnya ini tentu melalui proses. Proses ini digambarkan oleh dalam QS As Sajdah [32] ayat 9) dengan cara meniupkan ruh-Nya kedalam badan wadag.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;“Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;Setelah manusia mengalami siklus kematian dan kehidupan -pertemuan roh dan badan wadagnya – ( baca artikel sebelumnya), pada akhirnya kembali kepada Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;i style=""&gt;“M&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;engapa kamu kafir kepada &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt;, padahal kamu tadinya &lt;span style="background: silver none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;mati,&lt;/span&gt; lalu &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?&lt;/span&gt; &lt;span style="color: red;"&gt;”&lt;/span&gt;(&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;QS Al Baqarah (2) ayat 28).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;Tsumma Ilaiihi Turja’uun (kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan). Turja’uun berasal dari kata raja’a-yarji’u-raj’an. Artinya menurut Al-Ashfahani adalah kembali kepada keadaan semula atau ukuran semula. Kalau dulu asalnya roh itu ditiupkan oleh Tuhan, pada saat kembali tentunya menunju kepada Tuhan atau menurut kamus Al-Munawwir berarti kembali kepada Tuhan melalui jalan semula (jalan yang telah dilewati). Bagaimana prosesnya ? Hanya Tuhan yang mengetahuinya. Allah Maha Mengetahui.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Referensi :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran&lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;,&lt;/span&gt; membenarkan apa yang sebelumnya&lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;,&lt;/span&gt; yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; menghendaki&lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;,&lt;/span&gt; niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu&lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;,&lt;/span&gt; maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. &lt;span style="color: red;"&gt;Hanya kepada &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt;-lah &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt; kamu semuanya&lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;,&lt;/span&gt; lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu &lt;/span&gt;(QS. Al Maidah (5) ayat 48)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka: "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah,&lt;/span&gt; kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya&lt;b&gt;&lt;sup&gt;[1470]&lt;/sup&gt;&lt;/b&gt;: "Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt;." (Ibrahim berkata): "&lt;span style="color: red;"&gt;Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;" (QSAl Mumtahana (60) ayat 4).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; dan kekasih-kekasih-Nya." Katakanlah: "Maka mengapa &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (Kamu bukanlah anak-anak &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt;-lah kerajaan antara keduanya&lt;span style="color: red;"&gt;. Dan kepada &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt;-lah &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt; (segala sesuatu)&lt;/span&gt;.(QS Al Maidah (5) ayat 18)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian&lt;b&gt;&lt;sup&gt;[421]&lt;/sup&gt;&lt;/b&gt; terhadap kitab-kitab yang lain itu; maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu&lt;b&gt;&lt;sup&gt;[422]&lt;/sup&gt;&lt;/b&gt;, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. &lt;span style="color: red;"&gt;Hanya kepada &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt;-lah &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt; kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu,&lt;/span&gt; (QS Al Maidah(5) ayat 48).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah&lt;b&gt;&lt;sup&gt;[1343]&lt;/sup&gt;&lt;/b&gt; sebagai mana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: "Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt;-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; mengumpulkan antara kita&lt;span style="color: red;"&gt; dan kepada-Nyalah &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt; (kita).&lt;/span&gt;" (QS As Syuura (42) ayat 15)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="color: red;" lang="SV"&gt;Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt;; sebagai janji yang benar daripada &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; sesungguhnya &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkannya) &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt; (sesudah berbangkit), agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka. (QS Yunus (10) ayat 4).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan mereka telah memotong-motong urusan (agama) mereka di antara mereka. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: red;" lang="EN-US"&gt;Kepada Kamilah masing-masing golongan itu akan kembali&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;.(QS Al Anbiyaa’ (21) ayat 93)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: &lt;span style="color: red;"&gt;"Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun" &lt;/span&gt;(&lt;span style=""&gt;QS Al Baqarah (2) ayat 156).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt;, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. &lt;span style="color: red;"&gt;Dan hanya kepada &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah kembali&lt;/span&gt; (mu).&lt;/span&gt;(QS Ali Imran (3) ayat 28).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt;. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; Tuhanku. Kepada-Nya lah aku bertawakkal &lt;span style="color: red;"&gt;dan kepada-Nyalah aku &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. (QS Asy Syuura (42) ayat10).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;11.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="color: red;" lang="SV"&gt;Maka segeralah kembali kepada &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu. (QS Adz Dzaariya (51) ayat 50)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;12.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mengapa kamu kafir kepada &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt;, padahal kamu tadinya mati, lalu &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt;, &lt;span style="color: red;"&gt;kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?&lt;/span&gt; (QS Al Baqarah (2) ayat 28).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;13.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Syu'aib berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt;. Hanya kepada &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; aku bertawakkal &lt;span style="color: red;"&gt;dan hanya kepada-Nya-lah aku &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.(QS Huud (11) ayat 88).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;14.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Katakanlah: "Apakah aku akan mencari Tuhan selain &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt;, padahal Dia adalah Tuhan bagi segala sesuatu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt; kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. &lt;span style="color: red;"&gt;Kemudian kepada Tuhanmulah kamu &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt; dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan." (QS Al An’am (6) ayat 164).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;15.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian dari (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka, (tentulah kamu akan melihatnya) atau (jika) Kami wafatkan kamu (sebelum itu), &lt;span style="color: red;"&gt;maka kepada Kami jualah mereka &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan.(QS Yunus (100 ayat 46).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;16.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt;, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami &lt;span style="color: red;"&gt;dan kepada Engkaulah tempat &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt;."&lt;/span&gt; (QS Al Baqarah (2) ayat 285).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;17.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari dan Dia mengetahui apa yang kamu kerjakan di siang hari, kemudian Dia membangunkan kamu pada siang hari untuk disempurnakan umur(mu) yang telah ditentukan&lt;span style="color: red;"&gt;, kemudian kepada &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt;-lah kamu &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt; lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan (QS Al An’am (6) ayat 60).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;18.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Allah menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali&lt;span style="color: red;"&gt;; kemudian kepadaNyalah kamu dikembalikan&lt;/span&gt; (QS Ar Ruum (30) ayat 11).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;19.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. &lt;span style="color: red;"&gt;Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya&lt;/span&gt;, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.(QS Al Maidah (5) ayat 105).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;20.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq. Dia membentuk rupamu dan dibaguskanNya rupamu itu &lt;span style="color: red;"&gt;dan hanya kepada Allah-lah kembali(mu&lt;/span&gt;).(QS At Taghaabun (64) ayat 3).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;21.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu, dan di antara golongan-golongan (Yahudi dan Nasrani) yang bersekutu, ada yang mengingkari sebahagiannya. Katakanlah "Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) &lt;span style="color: red;"&gt;dan hanya kepada-Nya aku &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt;."&lt;/span&gt; (QS Ar Ra’d (13) ayat 36).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;22.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Sudah pasti bahwa apa yang kamu seru supaya aku (beriman) kepadanya tidak dapat memperkenankan seruan apapun baik di dunia maupun di akhirat&lt;span style="color: red;"&gt;. Dan sesungguhnya kita kembali kepada Allah &lt;/span&gt;dan sesungguhnya orang-orang yang melampaui batas, mereka itulah penghuni neraka.(QS Al Mu’min (40) ayat 43).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;23.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Dan barangsiapa kafir maka kekafirannya itu janganlah menyedihkanmu&lt;span style="color: red;"&gt;. Hanya kepada Kami-lah mereka &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;kembali&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, lalu Kami beritakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Sesungguhnya &lt;span style="background: rgb(178, 180, 191) none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;"&gt;Allah&lt;/span&gt; Maha Mengetahui segala isi hati. (QS Luqman (31) ayat 23).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;24.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Itulah kesenangan hidup di dunia, dan &lt;span style="color: red;"&gt;di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik&lt;/span&gt;. (QS Ali Imran (3) ayat 14).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-8413849026043575370?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/8413849026043575370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=8413849026043575370&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/8413849026043575370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/8413849026043575370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/07/kepada-allah-semua-kembali-2.html' title='Kepada Allah semua kembali (2)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-118770825059960170</id><published>2008-06-25T21:10:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T22:35:49.013-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kembali Kepada Allah'/><title type='text'>Kepada Allah semua kembali (1)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apa tujuan kita hidup di dunia yang fana ini. Apakah kita hanya bersenang-senang saja atau kita tidak mempunyai tujuan sama sekali. Apakah kita sekedar bersenda gurau saja. Banyak manusia yang tertipu. Di dunia ini mereka hanya main-main dan senda gurau seperti yang diperingatkan oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;“Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia....(QS Al An’aam(6) ayat 70)&lt;br /&gt;“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung hari kemudian itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS Al An’aam (6) ayat 32).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;Kenapa kampung di hari kemudian itu lebih baik bagi orang bertaqwa, karena Allah menciptakan mati dan hidup ini adalah untuk diuji. Siapa yang paling bertaqwa akan beruntung di kampung hari kemudian.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;“Yang menjadikan mati dan hidup, &lt;span style="color:#ff6600;"&gt;supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya&lt;/span&gt;. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,( QS Al Mulk (67) ayat 2).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Bagi orang yang beragama Islam, tentunya mencari petunjuk melalui kitab suci Al Qur’an.Tujuan hidup manusia adalah beribadah atau mengabdi kepada Allah, sebagaimana yang dijelaskan dalam Al Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;em&gt;“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” (QS Adz Dzaariyaat (51) ayat 56).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;Ini tujuan hidup di dunia. Apakah ada tujuan setelah ini. Ya tujuan manusia adalah kembali kepada Allah. Saya mencatat ada 24 ayat yang menyatakan pada intinya bahwa kita akan kembali kepada Allah (lihat referensi). Apakah gampang kita kembali kepada Allah untuk memandang wajah Allah. Bukan hanya bertemu tetapi kembali kepada Allah. Apakah mudah kita menuju Allah ? Perlu ada upaya atau bekerja sungguh-sungguh. Kalau tidak bekerja atau berbuat dengan sungguh, mana bisa manusia menuju Tuhan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya “(QS Al Insysiqaaq (84) ayat 6).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Tuhan telah menggambarkan dan memperingatkan bahwa menuju Tuhan itu tidak mudah dan jalan menuju Tuhan merupakan jalan yang mendaki lagi sukar sebagaimana yang di firmankan dalam QS Al Balad(90) ayat 10-16).&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan. Tetapi dia tiada menempuh jalan yang mendaki lagi sukar. Tahukah kamu apakah jalan yang mendaki lagi sukar itu? yaitu) melepaskan budak dari perbudakan, atau memberi makan pada hari kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau kepada orang miskin yang sangat fakir.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Sesungguhnya manusia dapat bertemu Allah dan dapat dilakukan di dunia ini. Apakah bisa ? Ya, tergantung kepada orangnya apakah orang itu dapat bertemu Allah di dunia ini. Bahkan dapat memandang wajah Allah di bumi ini. Kok bisa..? Coba simak firman Allah berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS Al Baqarah (2) ayat 115).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Yang bisa bertemu dengan Allah dan memandang Allah adalah seorang hamba Allah. Kalau bukan hamba Allah ya, pasti tidak dapat bertemu dengan Allah. Lha wong, sudah jelas kok firman Allah dalam surat Al Baqarah (2) ayat 186 dan Qaf (50) ayat 16.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;“Dan &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku&lt;/span&gt;, maka (jawablah), &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;bahwasanya Aku adalah dekat&lt;/span&gt;. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”.(QS Al Baqarah (2) ayat 186)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya&lt;/span&gt;”, (QS  Qaf(50) ayat 16).&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;Manusia memang tidak bisa merasa yakin kalau tidak melihat dengan mata dan kepala (‘Ainul yaqin). Manusia tidak bisa melihat Allah dengan mata. Tetapi Allah dapat dilihat dengan ilmu, artinya orang bisa yakin dapat melihat Allah atau eksistensi-Nya melalui ilmu yang disebut dengan Ilmul yaqin. Orang yakin dan percaya Allah itu ada dan dapat dilihat eksistensinya melalui ilmu. Kalau hanya melihat Allah, hanya dengan ilmu, maka mereka pasti sholatnya tidak khusuk, masih berani melanggar apa-apa yang dilarang oleh Allah yang disampaikan dalam Al Qur’an. Orang masih berani melakukan kekerasan kepada orang lain. Orang masih berani melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme Orang masih berani mengumbar kemarahannya dan hawa nafsunya. Mereka tidak sabar. Mengapa orang masih berani melakukan kemungkaran? Cobalah disimak ayat berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu', (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS Al Baqarah(2) ayat 45-46).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Mereka tidak khusuk. Mereka masih berani melanggar hukum-hukum Allah. Karena mereka belum yakin dengan haq (haqqul yaqin) atau belum haqqul yaqin bahwa mereka akan ketemu dengan Tuhanya. Tetapi kalau mereka benar-benar percaya dan yakin menurut kalbunya atau haqqul yakin bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya, pasti mereka khusuk sholatnya, mereka pasti takut dan tidak berani melanggar apa-apa yang dilarang Allah, mereka pasti tidak berani KKN, mereka pasti tidak berani mengumbar kemarahan dan hawa nafsunya. Pasti mereka sangat sabar, santun dan berakhlaq yang baik (ahlaqul karimah).&lt;br /&gt;Wa llahu ‘alam bish shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-118770825059960170?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/118770825059960170/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=118770825059960170&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/118770825059960170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/118770825059960170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/06/kepada-allah-semua-kembali-1.html' title='Kepada Allah semua kembali (1)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-4868049747934911590</id><published>2008-06-24T23:11:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T21:06:55.752-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Motivasi Dalam Al Qur&apos;an'/><title type='text'>Bagaimana menjadi sukses ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Apa kata Andrie Wongso, seorang motivator nomor wahid di Indonesia. Sukses bukan milik orang-orang tertentu. Sukses milik anda, milik saya. Dan milik siapa saja yang menyadari, menginginkan dan memperjuangkan dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt;Kalau orang tidak berjuang, tidak sungguh-sungguh dan tidak berjihad dalam meraih kesuksesan, mana mungkin akan menjadi orang sukses. Seharus umat Islam tidak perlu mencari motivator yang paling ulung. Mestinya kita jadikan Alquran itu sebagai petunjuk, hidayah dan motivator bagi hidup kita. Apa kata firman Tuhan dalam Alquran.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati untuk mengajari kebenaran dan nasehat menasehati untuk  mengajari kesabaran”. (QS.Al ‘Ashr)&lt;br /&gt;            Untuk menjadi sukses (beruntung) adalah orang-orang :&lt;br /&gt;1.     Yang beriman&lt;br /&gt;2.    Yang melakukan perbuatan yang baik ( amal saleh)&lt;br /&gt;3.    Yang saling menasehati tentang kebaikan dan kebenaran&lt;br /&gt;4.    Yang saling menasehati untuk menjadi tetap sabar&lt;br /&gt;Pengertian sukses atau beruntung ini adalah sukses sekarang di dunia dan sukses di hari kemudian ( yaumil akhir )&lt;br /&gt;Untuk syarat yang pertama yaitu, beriman tidak perlu dibahas lebih lanjut, karena merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi.&lt;br /&gt;Nah, marilah kita bahas syarat ke dua dan ketiga. Pengertian berbuat baik (amal saleh) itu tidak terbatas kepada amal saleh dalam pengertian ibadah mahdhoh tetapi berbuat baik dalam pengertian ghoiru mahdhoh. Di bidang manajemen misalnya, merencanakan, mengorganisir, mengkoordinasi, memotivasi dan mengawasi adalah suatu perbuatan. Jadi agar dapat sukses dalam manajemen, ya harus merencanakan dengan baik, mengorganisir dengan baik dan mengawasi dengan baik. Ini juga termasuk perbuatan yang baik (amal saleh).&lt;br /&gt;Demikian bila sukses dalam bidang marketing, orang harus menjual dengan baik dan benar. Artinya orang harus belajar bagaimana cara menjual dengan baik dan benar. Belajar dari pakar-pakar marketing misalnya Philips Kotler, Hermawan Kertajaya, Gabriel Steinhardt dan &lt;a title="E. Jerome McCarthy" href="http://en.wikipedia.org/wiki/E._Jerome_McCarthy"&gt;E. Jerome McCarthy&lt;/a&gt;. Dalam Surat Al ‘ashr (103) ayat 3, ini para pakar ini memberikan nasihat bagaimana menjual dengan baik dan benar. Nah kalau kita berhasil dalam usaha, maka kita wajib memberikan nasihat kepada orang lain (sharing) bagaimana usaha kita bisa berhasil. Ini yang dinamakan saling memberi nasihat tentang kebaikan dan kebenaran dalam persepektif manajemen. Jadi menasihati itu tidak terbatas pada kebenaran dan kebaikan tentang agama.&lt;br /&gt;Yang berikutnya dalam hal kita masih belum berhasil dalam usahanya, maka kita harus sabar dan konsisten. Kita bisa minta nasihat kepada ahlinya mengapa usaha kita tidak berhasil. Kita harus sabar dan kosisten dalam mempelajari kekurangan-kekurangan untuk menuju keberhasilan. Para pakar psikologi dapat memberikan nasihat kepada kita bagaimana kita harus bangkit dari kegagalan, kita harus sabar dan konsisten. Kesimpulannya bahwa orang-orang yang mau belajar (minta nasihat) kepada pakarnya dan melaksanakan dengan penuh kesabaran dan konsistensi serta dilaksanakan atau dilakukan semuanya dengan baik dan benar. InsyaAllah, akan menjadi orang yang beruntung dan sukses. Tuhan akan meneguhkan langkah kita dan meneguhkan kedudukan kita.&lt;br /&gt;“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS Muhammad (47) ayat 7.&lt;br /&gt;Menolong Allah dapat diartikan melaksanakan Sunnatullah atau meng-aplikasikan sebagian dari ilmu Allah untuk meraih kesuksesan di dunia dan di hari kemudian.&lt;br /&gt;Al Quran telah menyemangati atau memotivasi kita untuk selalu belajar (minta nasihat) dan belajar dari orang lain yang berhasil. Dan kalau belum berhasil kita harus sabar dan salat serta konsisten, tidak boleh berputus asa dan selalu bermohon kepada Allah agar kita berhasil atau sukses sekarang di dunia ini dan di hari kemudian.&lt;br /&gt;Wa llahu ‘alam bi shawab.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-4868049747934911590?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/4868049747934911590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=4868049747934911590&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/4868049747934911590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/4868049747934911590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/06/bagaimana-menjadi-sukses.html' title='Bagaimana menjadi sukses ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-3213029639750089342</id><published>2008-06-24T06:43:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T22:52:07.929-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebangkitan'/><title type='text'>Berbedakah Surga dan Jannah, Dar dan Maqam ?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Kata jannah artinya kebun atau taman yang terlindungi oleh pandangan manusia. Dan biasanya diartikan surga. Sedang surga sendiri berasal dari agama Hindu “Svarga atau Swarga. Kemudian diserap menjadi Surga. Pengertian surga dalam agama Hindu mungkin berbeda dengan jannah dalam agama Islam. Untuk memperjelas arti jannah, perlu kiranya mencermati ayat-ayat yang berkaitan dalam Al Quran. Nama-nama jannah dalam Al Quran ada beberapa sebutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Yang pertama, jannatu ‘adn. ‘Adn dari kata kerja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;‘adana artinya merabuk. Kalau mengacu pada kata ini mungkin artinya suatu tempat/tanah yang subur (tanah yang telah dirabuk). Jannatu ‘adn bisa berarti taman yang subur. Dalam Al Qur’an, surat Ar Ra’d (13) ayat 23 menggambarkan bahwa orang yang melaksanakan shalat, menginfaqkan sebagian rezekinya dan menolak kejahatan dengan kebaikan, mereka disediakan jannatu ‘adn. Suatu taman dimana mereka berkumpul dengan orang-orang saleh dari bapak-bapaknya, istri/suami dan anak cucunya. Dalam QS Fathir (35) ayat 33 menjelaskan bahwa mereka juga dimasukkan kedalam suatu taman dimana mereka diberi perhiasan berupa gelang-gelang dari emas, mutiara dan pakaian-pakaian dari sutera. Dalam QS Al Bayyinah (98) ayat 8 menggambarkan bahwa jannatu ‘adn suatu taman yang dibawahnya ada sungai-sungai mengalir. Didalam jannatu ‘adn ini ada emas dan air. Air ini terdiri dari unsur hidrogen dan oksigen. Sedang emas rumus kimianya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;Aurum (Au).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt; Kalau ada hidrogen, oksigen dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;emas (Aurum)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt; , berati tempat itu sama dengan kondisi yang ada di bumi. Tidak diketahui &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;apakah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt; bumi itu seperti yang kita pijak ini atau bumi lain yang ada di galaxy atau entah dimana, yang penting keadaan itu seperti di bumi yang kita tinggali ini. Mereka awet dan bermasa-masa di Jannatu ‘adn ini. Kholid ini artinya kekal sementara atau awet dan abadu artinya masa. Abada artinya berdiam atau tinggal. Berdiam atau tinggal itu berarti membutuhkan masa atau waktu. Tidak ada yang kekal kecuali Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Yang kedua, jannatu na’im. Jannatu na’im ini tersebut dalam QS Al Waaqi’ah (56) ayat 12. Na’im berasal dari kata na’ima artinya kelapangan ,kehidupan yang baik dan hidup senang dan mewah serta kehidupan yang penuh kenikmatan dan kesejahteraan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;Jannatu na’im berarti taman yang penuh kenikmatan dan kesejahteraan. Jannah ini diperuntukkan kepada orang-orang yang beriman paling dahulu dan orang–orang yang dekat dengan Allah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;Yang ketiga, Jannatul ma’wa. Jannatul ma’wa ini tersebut dalam QS As Sajdah (32) ayat 19. Pengertiaan ma’wa menurut Yusuf Ali adalah hospitable home atau tempat tinggal yang penuh dengan keramahan dan hiburan (entertainment menurut Dr M Taquid-Din dan Dr M.Khan). Jannatul ma’wa ini merupakan taman sebagai tempat tinggal penuh keramahan, kenyamanan dan penuh hiburan. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh disediakan jannatul ma’wa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;Yang keempat, Jannatul firdaus. Firdaus ini berarti keluasan, kelapangan, kebun, taman, nama burung dan yang menopang (pohon anggur). Dalam QS Al Kahfi (18) ayat 107 menggambarkan bahwa orang-orang yang beriman dan beramal saleh disediakan Jannatul Firdaus. Kalimat ini mungkin berarti taman atau kebun luas dan tedapat burung-burung dan penuh dengan pohon anggur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;Kata Dâr artinya rumah, tempat tinggal, kampung, atau negeri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="IN"&gt;Untuk memperjelas arti Dâr, perlu kiranya mencermati ayat-ayat yang berkaitan dalam Al Quran. Nama-nama dâr dalam Al Quran ada beberapa sebutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;Yang pertama, Dârussalam. Dalam QS Al An’am (6) ayat 1`27 menerangkan bahwa orang-orang yang melakukan amal saleh&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;(perbuatan baik) disediakan Darussalam. Pengertian Darussalam adalah rumah yang penuh kedamaian dan keselamatan (menurut Yusuf Ali diartikan sebagai home of peace)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;Yang kedua, Dâral muqomah. Kalimat ini berarti suatu tempat tinggal dimana didalamnya orang-orang tidak merasa lelah dan tidak merasa lesu. Tempat ini diperuntukkan kepada orang-orang yang bersyukur sebagaimana QS Faathir (35) ayat 35.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;Yang ketiga, Dârul Akhirat. Kalimat ini berarti tempat tinggal ,kampung atau rumah dikemudian hari (akhirat). Akhirat ini mempunyai pengertian hari kemudian seperti dalam QS Adh Dhuhaa (93) ayat 4.Dalam QS Al An’am (6) ayat 32 menjelaskan bahwaa orang-orang bertaqwa itu lebih baik berada di rumah atau kampung dikemudian hari (menurut Yusuf Ali kampung akhirat diterjemahkan home in the hereafter)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;Maqamin Amiin. Dalam QS Ad Dukhaan (44) ayat 51 menerangkan bahwa orang-orang yang bertaqwa berada di tempat yang aman. (place of security menurut Dr M Taquid-Din dan Dr.M Khan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 13pt; font-family: Georgia;" lang="EN-US"&gt;Wa llohu ‘alam bi shawab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Georgia;font-size:13;"  lang="EN-US" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-3213029639750089342?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/3213029639750089342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=3213029639750089342&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/3213029639750089342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/3213029639750089342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/06/jannah-dar-dan-maqam.html' title='Berbedakah Surga dan Jannah, Dar dan Maqam ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-6736113587596793557</id><published>2008-06-18T22:18:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T22:47:34.900-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kebangkitan'/><title type='text'>Neraka dan Nâr (Api) berbeda ?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Kata “Nâr” dalam Al Quran diterjemahkan menjadi “Neraka”. Kata neraka ini berasal dari Agama Hindu “ Naraka” yang kemudian diserap menjadi neraka. Di dalam agama Islam tidak ada neraka yang ada adalah kata “Nâr”. Pengertian neraka dalam agama Hindu mungkin berbeda dengan nâr di agama Islam. Untuk mengetahui pengertian Nâr yang sesungguhnya, perlu dikaji melalui kajian kosa-kata. Menurut Ar Raghib Al Ashfahani  mengatakan bahwa kata Naar dipakai menunjukkan “rasa panas”, baik panasnya perasaan, panas api atau panasnya (berekecamuknya) perang. Nâr ini dalam Al Quran ada beberapa sebutan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Yang pertama, huthamah. Menurut Yusuf Ali huthamah itu artinya ”to Breaks to Pieces” atau pecah atau hancur berkeping-keping. Huthamah ini berasal dari kata  hathama yang artinya menghancurkan atau memecahkan. Kata Huthamah ini ditemukan dalam QS Al Humazah. Humazah berasal dari kata hamaza yang artinya memeras, menekan dan mencela. Dalam QS Al Humazah (104) menjelaskan bahwa orang yang memeras, menekan, mencela, mengumpulkan harta dan suka menghitung-hitung hartanya serta kikir tidak mau infak, akan dihancurkan hidupnya melalui panas yang menyala sampai ke hatinya. Hati yang sangat panas bergelora laksana api yang menyala disebut fu’ad dan jamaknya af ’idah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kedua, Hawiyah. Kata hawiyah ini berada di dalam QS Al Qaari’ah. Qaariah ini berarti bencana atau malapetaka. Bencana ini digambarkan, dalam surat ini , manusia bertebaran seperti anai-anai dan gunung-gunung seperti bulu berhamburan. Sedang hawiyah dapat berarti jurang yang dalam, sumur yang dalam dan hawa atau udara (atmosphere).  Tahukah kamu “hawiyah” ? Api yang sangat panas. Pengertian hawiyah yang sesuai dengan api yang panas tentunya adalah hawa atau udara. Bagi orang yang mempunyai berat timbangannya berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan sebaliknya, bagi orang yang ringan timbangannya berada dalam kehidupan yang hawanya sangat panas atau situasinya sangat panas atau paling tidak dalam kehidupan yang tidak memuaskan. Kebalikan dari kehidupan yang memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga, Jahim. Kata jahim ini berasal dari kata jahama artinya menyalakan. Al jahiimu artinya api yang menyala-nyala atau tempat yang sangat panas. Dalam QS Infithaar digambarkan bahwa bila langit terbelah dan bintang jatuh berserakan , lautan menjadi meluap dan kuburan menjadi terbongkar atau terbalik, maka orang-orang alim dan berbudi akan berada dalam kebahagiaan (Inggris :bliss). Sedangkan orang-orang yang  jahat dan durhaka akan berada dalam api atau tempat yang sangat panas yang sangat tidak membahagiakan alias sengsara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keempat, Saqar. Kata saqar ini berasal dari kata saqara artinya menyengat. Panas yang menyengat. Termasuk panas hati karena saking sakitnya hati. Dalam QS Al Muddatstsir bahwa bagi yang menentang ayat-ayat Allah, akan diberikan oleh Allah beban pendakian yang sangat memayahkan. Dan bagi orang yang berpaling dari kebenaran dan sombong, akan di masukkan kedalam panas yang menyengat (saqara). Tahukah kamu apakah “saqar” itu ? Saqar itu adalah tidak meninggalkan dan tidak membiarkan, yang membakar kulit manusia. Sesungguhnya saqar itu adalah salah satu bencana dan ancaman bagi manusia. Bagi orang yang  mendustakan Hari Pembalasan, membicarakan yang bathil, tidak mengerjakan salat dan tidak memberi makan orang miskin, maka akan dimasukkan kedalam saqar atau panas nya hati yang penuh kesengsaraan dan penuh kesedihan. Sedang golongan kanan dimasukkan ke dalam taman-taman yang penuh kesenangan dan kegembiraan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang kelima, Sa’iir. Kata sa’iir ini ini dari kata sa’ara yang artinya menyalakan. Sa’iir  artinya nyala api atau api yang menyala. Dalam QS Al Mulk menggambarkan bahwa orang yang tidak percaya bahwa Allah yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji manusia, dan orang yang tidak percaya bahwa Allah menciptakan 7(tujuh) langit yang berlapis-lapis dan seimbang. Orang-orang tersebut akan di adzab yang panas menyala-nyala. Adzab ini berarti segala sesuatu yang menimbulkan kesulitan atau menyakitkan dan memberatkan beban jiwa dan atau fisik. Adzab ini diberikan karena merupakan sanksi yang dijatuhkan kepada manusia. Sa’iir bisa juga diartikan beban jiwa yang sangat berat atau jiwa yang panas menyala-nyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang keenam, lazha. Kata lazha ini berarti menyala-nyala. “Talazha wal tazha rrojulu “ artinya menyala-nyala kemarahannya. Dalam QS Al Lail (90) menggambarkan bahwa orang-orang yang menafkahkan harta dan membersihkan dengan penuh ridha terhadap Allah, akan mendapatkan kepuasan (Inggris: satisfaction) dan kesenangan (Inggris: pleasure). Sebaliknya bagi mereka yang bakhil dan merasa dirinya cukup tidak perlu pertolongan. Mereka berarti menyiapkan jalan yang penuh kesulitan dan kesengsaraan.. Bahkan orang-orang yang mendustakan kebenaran dan berpaling dari iman, maka mereka diberikan peringatan dengan api yang menyala-nyala atau dimasukkan kedalam kesengsaraan hati yang panas menyala-nyala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketujuh, Jahannam. Kata ini berasal dari bahasa Parsi, yang berarti sumur yang dalam atau sesuatu yang sangat dalam. Kata “Naru jahannama” berarti api yang berada disuatu yang sangat dalam. Dalam QS At Taubah (9) ayat 34 dan 35 menggambarkan bahwa orang-orang yang memakan harta orang dengan jalan bathil dan menghalang-halangi orang di jalan Allah serta orang-orang menyimpan kekayaan ( emas dan perak ) dan tidak meng-infaqkan pada jalan Allah, maka akan mendapat adzab (beban kesulitan atau kesengsaraan) yang sangat pedih pada hari ketika harta kekayaan menimbulkan panas di dalam api yang berada di sesuatu yang dalam. Panas itu akan ditempelkan (atau dirasakan ) pada dahi, lambung dan punggung agar orang-orang merasakan akibat harta yang mereka simpan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Dari penjelasan-penjelasan yang disampaikan diatas, bahwa nâr itu lebih berarti panasnya api yang berkecamuk dalam fu’ad, hati dan jiwa manusia, mengingat pengertian adzab itu merupakan antara lain beban berat dalam jiwa.&lt;br /&gt;Wa llahu ‘alam bi shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-6736113587596793557?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/6736113587596793557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=6736113587596793557&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6736113587596793557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6736113587596793557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/06/nr-api.html' title='Neraka dan Nâr (Api) berbeda ?'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-6675816680121226376</id><published>2008-06-17T17:47:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T22:01:38.578-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Takdir'/><title type='text'>Takdir, Kehendak Allah dan Kehendak Manusia (Terakhir)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;3. &lt;strong&gt;Berakhirnya alam semesta&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah itu Dzat yang eksistensinya tidak berawal (Al-'Awwal). Atas kehendak-Nya, terciptalah alam semesta dengan sesempurnanya, yang memberlakukan qadar atau kadar, ukuran dan rumusan-rumusan-Nya secara pasti dan sempurna. Di dalam alam semesta ini berlaku qadha Allah, dimana alam dan manusia tunduk kepada hukum-hukum atau kaidah-kaidah antara lain hukum sebab akibat (tasalsul), daur (siklus) dan hukum al imkan (probabilitas). Contoh, Allah telah menetapkan rumusan atau formula air adalah H2O. Inilah qadar Allah. Sedang qadha Allah dapat digambarkan bahwa hydrogen tidak bisa jadi air tanpa ada Oksigen (hukum sebab akibat). Hukum ini akan berakhir pada dzat yang wajib ada. Hukum kausalitas dan daur (siklus) merupakan ilmu Allah. Karena alam (termasuk mati dan hidup) ini ciptaan Allah maka juga berlaku daur (siklus) dan tasalsul (sebab akibat) sampai Allah menghendaki berakhir. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;”Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali). Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS Al ‘Ankabuut (29) ayat 19). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Yang menjadikan (menciptakan) mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,.(QS Mulk (67) ayat 2). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;”Mengapa kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya-lah kamu dikembalikan?( QS Al Baqarah (2) ayat 28). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikitpun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu. (QS Huud (11) ayat 57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian dan kehidupan juga berulang. Bahkan kaum atau ataupun bangsa pun bisa berulang. Ini mengindikasikan adanya suatu daur atau siklus ( Baca tulisan Siklus Kehidupan dan Kelahiran Kembali ). Allah menciptakan makhluk dan mngulanginya lagi. Ini menunjukkan siklus atau daur. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;”Hanya kepadaNyalah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar daripada Allah, sesungguhnya Allah menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;mengulanginya kembali&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;, agar Dia memberi pembalasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal saleh dengan adil. Dan untuk orang-orang kafir disediakan minuman air yang panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka. QS (10) 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To Him will be your return- of all of you. The promise of Allah is true and sure. It is He Who beginneth the process of creation, and &lt;strong&gt;repeateth it&lt;/strong&gt;, that He may reward with justice those who believe and work righteousness; but those who reject Him will have draughts of boiling fluids, and a penalty grievous, because they did reject Him. (Yusuf Ali) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Alam semesta juga berulang (siklus). Ini digambarkan oleh Allah dengan bergulung-gulungnya langit seperti awal penciptaan alam semesta. Begitulah Allah mengulanginya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;”Pada hari itu (Kami) gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;begitulah Kami akan mengulanginya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya (QS Al Anbiyaa(21) ayat 104) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini menunjukkan siklus (daur) atau pengulangan. Pengulangan sampai kapan ? Ya, tentunya sampai yang dikehendaki oleh Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui. Yang pada akhirnya semuanya kembali kepada Allah. Yang digambarkan oleh Allah bahwa pada dasarnya semua binasa kecuali Wajah-Nya, kemudian semuanya kembali kepada Allah.&lt;br /&gt;”Allah menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengulangi kembali; kemudian kepadaNyalah kamu dikembalikan ”(QS Ar Ruum (30) ayat 11).&lt;br /&gt;Yusuf Ali:&lt;br /&gt;It is Allah Who begins (the process of) creation; &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;then repeats it&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;; then shall ye be brought back to Him.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. &lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah.&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;Bagi-Nyalah segala penentuan, dan &lt;strong&gt;hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan&lt;/strong&gt;” ( Al qashash(28) ayat 88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali kepada Allah artinya kembali kepada Dzat yang eksistensinya tidak berakhir (Al-'Akhir). Kalau boleh digambarkan, maka dapat dilihat Gambar dibawah ini., agar lebih mudah dimengerti. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wa llahu ‘alam bi shawab.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-6675816680121226376?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/6675816680121226376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=6675816680121226376&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6675816680121226376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/6675816680121226376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/06/takdir-kehendak-allah-dan-kehendak_3577.html' title='Takdir, Kehendak Allah dan Kehendak Manusia (Terakhir)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-1086036216058468697</id><published>2008-06-17T02:09:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T21:57:17.462-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Takdir'/><title type='text'>Takdir, Kehendak Allah dan Kehendak Manusia (3)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;2. &lt;strong&gt;Setelah penciptaan alam semesta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Atas kehendak Allah, terciptalah manusia untuk dijadikan khalifah di bumi. Khalifah secara bahasa berarti “pengganti” (berasal dari kata khalf yang berarti “dibelakang”). Tugas manusia tinggal di bumi adalah melaksanakan perintah Allah untuk menguasai dan memakmurkan bumi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.(QS Al Baqarah (2) ayat 30)". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan &lt;strong&gt;menjadikan kamu pemakmurnya&lt;/strong&gt;, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya). (QS Huud (11) ayat 61.)”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Manusia sebagai khalifah, di bumi ini, tentunya diberikan akal dan pikiran untuk dapat menguasai dan memakmurkan bumi. “(Al Quran) ini adalah penjelasan yang sempurna bagi manusia, dan supaya mereka diberi peringatan dengan-Nya, dan supaya mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran” (QS Ibrahim (14) ayat 52) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hai Ahli Kitab, mengapa kamu bantah membantah tentang hal Ibrahim, padahal Taurat dan Injil tidak diturunkan melainkan sesudah Ibrahim. Apakah kamu tidak berpikir (QS Ali ‘Imran (3) ayat 65). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah memberikan akal dan pikiran, agar manusia dapat menggunakan pikiran dan akalnya untuk memilih jalan kebenaran dan jalan menuju ketaqwaan. “maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya .” ( QS Asy Syams (91) ayat 8). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Bahkan Allah memberikan 7 (tujuh) jalan ( thariqa atau track). Tujuh jalan ini menunjukkan banyak jalan menuju Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan di atas kamu tujuh buah jalan ; dan Kami tidaklah lengah terhadap ciptaan (Kami).(QS Al Mu’minuun (23) ayat 17) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Syaitan itu dapat membisikkan pikiran jahat kepada manusia menuju jalan kefasikan, sehingga manusia dapat terpeleset mengikuti pikiran jahat yang dibisikkan oleh syaitan, yang dapat berupa jin dan manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." (QS Al A’raaf (7) ayat 20). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kalau manusia tidak mempunyai pilihan maka tidak perlu ada ada azab dan pahala, tidak perlu ada ujian dan tidak perlu disediakan jannah dan naar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia[236] dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan (QS Ali ‘Imran (3) ayat 148).”&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong (QS Ali ‘Imran(3) ayat 56)” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun,.(QS Mulk (67) ayat 2). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan (QS As Sajdah (32) ayat 19 ).&lt;br /&gt;“(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke naar(api) atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): "Rasakanlah sentuhan api (naar)!" (QS Al Qamar (54) ayat 48). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dengan disediakan jannah dan naar, adzab dan pahala dan ujian, maka manusia diberikan pilihan untuk memilih jalan menuju Allah. Bahkan Allah telah memberikan hidayah atau petunjuk secara “built-in”. Sehingga manusia tidak bisa menghindari atau beralasan karena tidak diberikan petunjuk atau hidayah. Petunjuk itu dapat berupa Al Quran dan ayat-ayat yang ada di alam semesta. Kalau manusia tidak mempunyai pilihan, maka tidak perlu adanya hidayah yang berupa Al Quran sebagai pertunjuk bagi manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Musa berkata: "Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk (QS Thaahaa(20) ayat 50). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman. (QS Al Baqarah (2) ayat 97).&lt;br /&gt;Nah, Ayat Al Quran yang menyatakan bahwa Allah itu melakukan sesuai dengan kehendak-Nya. Ayat itu sangat banyak yang difirmankan atau diterangkan dalam Al Quran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“.......Demikianlah Allah membiarkan sesat orang-orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya.......(QS Al Muddatstsir (74) ayat 31) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“.......Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu .(QS Al Baqarah (2) ayat 284). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“.......Sesungguhnya Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezki itu)........(QS Ar Ruum (30) ayat 37). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak dipungkiri lagi, bahwa Allah itu Maha Mengetahui dan Maha Kuasa. Allah itu Maha Mengetahui apa yang diperbuat manusia. Didalam kekuasaan Allah itu tidak ada sedikitpun unsur aniaya atau dholim kepada manusia. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar. (QS An Nisaa’ (4) ayat 40) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“...........Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri (QS Ali ‘Imran (3) ayat 117). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kelihatannya ayat-ayat tersebut bertolak belakang. Kehendak Allah seyogyanya dibaca atau harus dinterprestasikan beberbeda dengan teks-nya. Sebenarnya seharusnya dibaca demikian “ Demikan Allah berkehendak membiarkan orang- hambanya. orang yang menhendaki sesat”. Allah mengetahui isi hati manusia. Allah selalu mengabulkan permohonan Kalau manusia menghendaki sesat. Allah akan menyesatkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir.........(QS Al Kahfi (18) ayat 29) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jadi, terserah manusia apa yang dikehendaki. Allah berkehendak terhadap apa yang dikehendaki manusia. Kalau manusia menghendaki rezeki, Allah memberikan rezeki kepada manusia yang menghendaki.&lt;br /&gt;Kenapa Allah selalu menghendaki apa yang dikehendaki hambanya. Karena Allah selalu mengabulkan permohonan atau do’a hambanya. Apakah tidak percaya ? Kalau tidak percaya, ya berarti tidak percaya Al Quran. Sekarang marilah kita menyimak firman Allah sbb : &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu..........( QS Al Mu’min (40) ayat 60). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS Al Baqarah (2) ayat 186).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al Quran sering menggambarkan bahwa manusia memiliki kemerdekaan atau kebebasan untuk melakukan berbagai hal yang sesuai keinginannya asal tidak melebihi apa yang telah dirumuskan oleh Allah. Seperti manusia ingin terbang. Tidak mungkin karena ukuran yang dikehendaki Tuhan memang manusia tidak bisa terbang. Manusia mendapatkan dari apa yang ia kerjakan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“.......Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.....(QS Ar Ra’d (13) ayat 11) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula (QS Al Zalzalah (99) ayat 7-8) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, (QS An Njam (53) ayat 39)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-1086036216058468697?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/1086036216058468697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=1086036216058468697&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/1086036216058468697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/1086036216058468697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/06/takdir-kehendak-allah-dan-kehendak_17.html' title='Takdir, Kehendak Allah dan Kehendak Manusia (3)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-1589729290620758723</id><published>2008-06-16T17:40:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T21:56:30.649-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Takdir'/><title type='text'>Takdir, Kehendak Allah dan Kehendak Manusia (2)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dalam membahas Takdir, Kehendak Allah dan Kehendak Manusia dapat dibagi menjadi beberapa tahapan. Yang pertama, penciptaan awal alam semesta. Yang kedua, setelah penciptaan alam semesta dan yang ketiga, berakhirnya alam semesta. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;1. Penciptaan alam semesta&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang menciptakan alam semesta adalah Allah yang tidak berawal. Penciptaan ini disampaikan Allah melalui Alquran Surat Al Baqarah (2) ayat 117 “Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.”&lt;br /&gt;Dalam penciptaan alam semesta tidak langsung “jemegler”, tetapi melalui proses waktu. Proses ini memerlu waktu 6(enam) hari. Waktu enam hari atau enam masa ini menunjukkan bahwa proses penciptaan membutuhkan waktu.“Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya[711], dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): "Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati", niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: "Ini[712] tidak lain hanyalah sihir yang nyata." (QS Huud (11) ayat 7.)Allah tidak menciptakan langit dan bumi hanya satu, tetapi banyak langit dan bumi. Menurut ilmu pengetahuan langit dan bumi kita disebut dengan solar system. Dalam satu galaxy (gugusan bintang) teridiri bermilyar-milyar langit dan bumi (solar system). Belum lagi dalam Nebula, Himpunan Nebula, Group Nebula dan Guci (Harun Yahya dalam Matematika Alquran). Maha Suci Allah Yang Maha Menggerakkan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;” Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya Allah ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.(QS Ath Thalaaq(65) ayat 12) “ .&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allah menciptakan 7 (tujuh) langit dan bumi ini menunjukkan sangat banyak. Allah menciptakan alam semesta ini dengan penuh perhitungan, ukuran, kadar, formula (rumusan) yang sangat cermat dan sempurna. "Dia (Allah) Yang menciptakan segala sesuatu, lalu Dia menetapkan atasnya qadar (ketetapan) dengan sesempurna-sempurnanya" (QS Al-Furqan [25]: 2). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Dan tidak ada sesuatu pun kecuali pada sisi Kamilah khazanah (sumber)nya; dan Kami tidak menurunkannya kecuali dengan ukuran tertentu" (QS Al-Hijr [15]: 21)”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita mungkin belum bisa membayangkan bahwa bumi dan planet-planet lainnya beredar mengitari matahari. Dan matahari dan planet-planetnya (termasuk bumi) yang bermilyar-milyar jumlahnya juga mengitari pusat Galaxy. Dan galaxy mengitari pusat Nebula dan seterusnya sampai Guci dan seluruhnya bersama-sama mengitari pusat Alam Semesta (’Alamiin) dengan kecepatan yang sangat tinggi (Ada yang mempunyai kecepatan 250 km per detik sampai 100.000 km per jam dan ada yang satu putaran membutuhkan waktu 250 juta tahun). Betapa cepat gerakan ini. hanya kemurahan Allah manusia bisa menempel di permukaan bumi dan alangkah jauhnya bila dibanding umur manusia. Maha Besar Allah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Dan matahari beredar di tempat peredarannya Demikian itulah takdir yang ditentukan oleh (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui" (QS Ya Sin [36]: 38.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah alam semesta tercipta dan semua fasilitas kehidupan tersedia, Allah menciptakan manusia dan hewan. Allah menciptakan dari tanah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (QS Al Hijr(15) ayat 26)”.Dan hewan diciptakan dari air. “Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(QS An Nuur (24) ayat 45)”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penciptaan manusia dilakukan, tidak dengan “jemegler”, tetapi tentunya dilakukan dengan suatu proses dan penyempurnaan.&lt;br /&gt;“Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian mengulanginya (kembali). Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (QS Al 'Ankabuut (29) Ayat 19”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi, yang menciptakan, dan menyempurnakan (penciptaan-Nya) (QS Al ‘A’la (87) ayat 1 dan 2)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam semesta dan isinya ( termasuk manusia dan hewan ) diciptakan oleh Allah berdasarkan ukuran, kadar, perhitungan, formula (rumusan), hukum-hukum dan teori-teori secara sempurna dan sangat cermat. Sesungguhnya inilah yang disebut dengan takdir dan kehendak Allah. Semua yang tercipta atas kehendak Allah. Dalam bahasa agama, Allah sudah menentukan Qadar dan Qadhanya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Qadar berarti ukuran (miqdar), dan taqdir (takdir) yaitu ukuran sesuatu dan menjadikannya pada ukuran tertentu, atau menciptakan sesuatu dengan ukurannya (kadar, perhitungan dan rumusan) yang ditentukan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sedang Qadha adalah menyampaikan sesuatu kepada tahap kepastian wujudnya, setelah terpenuhinya sebab-sebab dan syarat-syarat sesuatu itu. Qadha ini meliputi antara lain hukum-hukum, (siklus) atau tasalsul (kausalitas) dan teori al imkan (teori probabilitas) yang mengatakan alam itu bersifat mungkin, yaitu mungkin terjadi mungkin tidak. Segala sesuatu yang mungkin membutuhkan ‘illat-illat yang menyebabkan adanya sesuatu itu dan ‘illat-illat tersebut harus berakhir pada zat yang wajib ada, wajib al wujud (Halimi Zuhdy). Ini semua adalah ilmu Allah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; "Apakah kamu tidak mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa saja yang ada di langit dan di bumi?; bahwasanya yang demikian itu terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu amat mudah bagi Allah.(QS Al Hajj (22) ayat 70).” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Allah adalah pasti. Hidrogen pasti tidak terjadi air tanpa adanya Oksigen. Orang jatuh dari ketinggian pasti jatuh kebawah. Ini kepastian menurut Hukum Grafitasi. Pada waktu tertentu daun pasti layu dan berguguran.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9044548702031334092-1589729290620758723?l=hidup-sesudah-mati.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/feeds/1589729290620758723/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=9044548702031334092&amp;postID=1589729290620758723&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/1589729290620758723'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9044548702031334092/posts/default/1589729290620758723'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com/2008/06/takdir-kehendak-allah-dan-kehendak_16.html' title='Takdir, Kehendak Allah dan Kehendak Manusia (2)'/><author><name>Islam Moderen</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07393652270881097806</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_UBss7dgO2Pw/SOm9-a7rnTI/AAAAAAAAACg/plw0el4504A/S220/Orang+Pakai+Tutup+Kepala.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9044548702031334092.post-6666999385303089478</id><published>2008-06-12T05:31:00.000-07:00</published><updated>2008-07-27T21:53:28.247-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Takdir'/><title type='text'>Takdir, Kehendak Tuhan dan Kehendak Manusia (1)</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Sebelum membaca tulisan ini, diharapkan membaca terlebih dahulu artikel saya tentang, Ketetapan Allah, Siklus Kehidupan dan Kelahiran Kembali. Masalah takdir, kehendak Allah dan kehendak manusia sejak abad ke tujuh, sudah lama diberbincangkan dan diperdebatkan. Secara garis besar dapat digolongnkan menjadi 3(tiga) kelompok besar pemikiran.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Yaitu, kelompok Jabariyah yang dipelopori oleh Jahim bin Shafwan dan kelompok Qodariyah yang dikenal dengan Mu’tajilah dan tokohnya Qodhi Abdul Jabbar serta yang terakhir adalah kelompok Asya’ariyah atau dikenal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan Ahli Sunnah Waljamaah yang ditokohi oleh Abu al Hasan Ali al Asya’ari (873-935 M) dari &lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Basrah&lt;/st1:city&gt;, &lt;st1:country-region st="on"&gt;Iraq&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/st1:place&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Yang pertama, kelompok Jabariah mengatakan bahwa takdir adalah keputusan Allah dimana baik dan buruk manusia ditentukan sepenuhnya oleh Allah tanpa manusia berupaya atau berkehendak dan mengganti keadaan tersebut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Yang kedua, kelompok Qodariyah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengatakan bahwa takdir manusia ditentukan oleh seberapa besar usaha dan kehendak manusia tanpa intervensi atau pengaruh dan keikutsertaan Allah terhadap perjalanan hidup seorang manusia. Manusia bebas berkendak penuh terhadap perjalanan hidupnya. Kelompok ini &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;memahami konsep pembalasan amal perbuatan manusia dengan keadilan yang sangat literal dan kaku, yaitu orang yang baik mesti ke surga dan yang jahat mesti ke neraka, dan tidak menerima konsep rahmat Allah yang tak terbatas, dalam artian, Allah dengan rahmat-Nya dapat saja memaafkan dan mengampuni kesalahan manusia dan menempatkannya di surga. Tanpa wahyu manusia dengan akalnya dapat mengetahui Tuhan, demikian juga baik dan buruk. Baik dan buruk itu bersifat objektif, maka akal dapat mengetahuinya. Fungsi wahyu berperan sebagai konfirmasi dan informasi. Karena sifat baik dan buruk itu adalah objektif maka setiap pelaku kebaikan mendapat imbalan yang baik, dan pelaku keburukan mendapat hukumannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Dan yang ketiga, kelompok Asya’ariah mengatakan bahwa Allah telah menetapkan takdir manusia ,tetapi manusia tetap dituntut untuk berupaya seoptimal mungkin. Manusia diberi kesempatan untuk berkendak atau berusaha untuk merubah keadaan dan kondisinya. Perubahan dapat berubah atas kuasa dan ridha Ilahi, walaupun takdir telah ditulis di Lauh Mahfuzh. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Bagi Asy’ariyah tidak ada hukum produk akal. Akal tidak dapat mewajibkan atau mengharamkan, yang ada hanya hukum syariat, karena itu, tidak ada hukuman bagi orang yang belum sampai kepadanya syariat. Baik adalah apa yang diperintahkan syara’ dan buruk adalah apa yang dilarangnya. Tugas akal hanya sebagai alat untuk memahami ajaran-ajaran &lt;i&gt;syara’&lt;/i&gt;. Asy’ariyah tidak ada kebenaran di luar agama Islam, karena yang menentukan benar dan salah, baik dan buruk sesuatu adalah agama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Kaum Asy’ariyah dalam memahami konsep kekuasaan absolut Tuhan, bahwa Tuhan dengan wewenang-Nya yang absolut dapat saja memasukkan orang-orang saleh dan para nabi ke neraka dan para penjahat ke dalam surga. Tentu saja memasukkan manusia-manusia baik ke dalam neraka adalah paham kekuasaan yang kering dari rahmat dan kasih sayang Tuhan yang mengatasi segala sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kritik terhadap kelompok Jabariyah. Pemikiran ini mempunyai dampak buruk. Pemikiran ini menampik tanggung jawab dan menafikan adanya usaha manusia. Usaha manusia untuk mencari pendidikan dan mempelajari hukum dan moral tidak bermanfaat. Bila pemikiran ini mencabut kehendak bebas manusia maka tidak perlu lagi tanggung jawab, tugas, larangan, pahala dan siksa dalam syariat agama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kritik terhadap kelompok Qodariyah. Pemikiran ini hanya menekankan akal secara ekstrem sehingga cenderung menafikan peranan Tuhan dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menuhankan akal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Kritik terhadap kelompok Asy ariyah. Logika idealektik yang berusaha dibangun oleh Asy’ariyah masih mengadung nilai- nilai empirik, tapi argumen-argumennya tetap saja membingungkan. Bagaimana mungkin Asy’ariyah membuktikan bahwa alam itu hadits (baru, tidak qadim), sementara gerakan dan siklus yang merupakan sifat tetap alam telah berlangsung tanpa permulaan. Pada hakikatnya alam adalah qadim, dalam pengertian bahwa Tuhan menciptakan alam tanpa permulaan dan tanpa bahan dasar, dan jarak antara keberadaan Tuhan dan keberadaan alam tidak mungkin diukur dengan waktu. Dengan kata lain, tidak ada rentang waktu antara &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Tuhan dengan alam walau sedetik pun. Dan posisi Tuhan tidak lain adalah ‘illat atau sebab keberadaan alam. Tanpa Tuhan alam tidak akan pernah ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Kelompok Asy’ariyah dalam logikanya mengambil kaidah “kunci” yaitu kemustahilan daur dan tasalsul (kausalitas). Apa alasan Asy’ariyah &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;menetapkan kaidah seperti itu? Pada hakikatnya, daur dan tasalsul itu hal yang wajar dan merupakan tabiat alam. Tuhan telah menciptakan siklus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan hubungan kausalitas (sebab akibat) sehingga manusia sanggup mengolah dan memproses daur ulang alam ini dengan ilmu pengetahuannya. Teori kemustahilan ini hanya berakibat terhambatnya ilmu pengetahuan dan menjadikan manusia pasif dalam hidupnya  (Halimi Zuhdy)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Nah, sebelum membahas pemikiran saya yang berkaitan dengan akidah Jabariyah, Qodariyah dan Asy,ariah, sekarang kita kembali kepada topik yaitu, takdir, kehendak Tuhan dan kehendak manusia. Pertama kita bicarakan dulu tentang takdir. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Apa yang dimaksud Takdir. Kata takdir (taqdir) terambil dan kata qaddara berasal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari akar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kata qadara yang antara lain berarti mengukur, memberi kadar atau ukuran, perhitungan, ketetapan dan keputusan sehingga jika Anda berkata, "Allah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah menakdirkan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;demikian,"&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berarti,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;"Allah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah memberi kadar/ukuran/batas tertentu dalam diri, sifat,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau kemampuan maksimal makhluk-Nya." Takdir memiliki dua bagian: qadar dan qadha. Arti qadar adalah ukuran tentang fenomena dan kejadian. Sedang qadha adalah keputusan Tuhan tentang kejadian dan peristiwa dengan suatu perhitungan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Dalam alam semesta ini qadar terwujud dalam ilustrasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kehidupan sehari-hari dan ilimiah. Sebagai contoh bergeraknya jantung. Maha Suci Allah&lt;b style=""&gt;&lt;sup&gt;1)&lt;/sup&gt;&lt;/b&gt; yang menggerakkan jantung. Manusia tidak bisa menghentikan bergeraknya jantung sesuai dengan kehendak manusia. Hai jantung berhentilah ?. Jantung tidak akan berhenti. Jantung itu akan berhenti sesuai dengan kadar dan ukuran atau formula yang ditetapkan oleh Tuhan. Awalnya jantung itu sehat kemudian lama-lama akan menjadi rusak. Bagaimana kerusakan itu akan menyebabkan jantung itu berhenti. Inilah yang ditetapkan melalui rumusan atau ukuran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang pasti oleh Tuhan. Kalau jantung itu dirusak oleh tangan manusia apakah di tembak atau ditusuk dengan alat tajam atau memakan makan yang mengnandung kolesterol, jantung itu akan rusak. Berhentinya yang tergantung kerusakan yang ditentukan melalui ukuran Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Seperti orang bunuh diri. Bunuh diri ini dilarang oleh Tuhan.&lt;b style=""&gt;&lt;sup&gt;2)&lt;/sup&gt;&lt;/b&gt;&lt;sub&gt; &lt;/sub&gt;Jadi bunuh diri itu bukan kehendak Tuhan tetapi kehendak manusia itu sendiri. Nah, hasilnya apakah dia itu mati atau luka parah atau luka ringan. Itu tergantung pada rumusan atau ukuran yang sudah ditetapkan. Kalau dia bunuh diri melompat dari gedung bertingkat 20. Menurut ukuran Tuhan pasti mati, kalau tidak ada rintangan. Kalau dia melompat gedung yang dibawah banyak rintangan misalnya, ada pepohonan dan sebagainya bisa jadi tidak mati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kelompok Jabariyah menggunakan Surat Al Anfaal (80) ayat 17 digunakan sebagai dasar untuk menyatakan bahwa semua perbuatan manusia ditentukan Tuhan.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);" class="gen"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);" class="gen"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;"&gt;Manusia dapat bergerak. Kakinya bisa berjalan dan bisa berlutut. Tangannya bisa digerakkan untuk mengambil, melempar atau mengay
